Surat Untuk Anak Laki-lakiku, RQ
Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
RA yang sholeh, Ibu dan Ayah selalu mengingatkan arti nama kamu, si penyayang yang baik hati. Nama adalah doa ayah dan ibu, untuk RA. Semoga selamanya mengingat arti nama. Sehingga kami yakin, sampai kapanpun, akan menjadi orang yang penyayang yang baik hati. Tidak membeda-bedakan orang, selalu berbesar hati, dan berada di lingkungan Islami. Menjalin hubungan baik dengan keluarga, para Ustad dan Ustadzh, dan para teman. Terutama pada Ayah, Ibu, kakak E dan Mama(nenek), RA harus mengutamakan adab. RA memang anak bungsu, tapi sudah belajar adab sebelum ilmu. Ayah dan Ibu yakin, karena RA, anak penyayang yang baik hati.
Saat RA di dalam kandungan, setiap sholat Ibu selalu berbicara kepada, untuk menjaga sholat 5 waktu. Itu penting sekali, karena sholat, amalan pertama yang akan dihisab nanti. RA lahir setelah adzan zuhur, sehingga Ayah dan Ibu berharap sekali menjadi pemuda yang diringankan langkah ke masjid. Apalagi suara kencang dan lantang, kami ingin sekali mau belajar adzan. RA tahu kan? Adzan di masjid depan rumah, suaranya pelan. Andaikan RA pintar adzan, bisa menjadi imam sholat sekaligus muadzin.
Suara mengaji juga bagus. Hafalannya juga semangat. Tapi sayang, masih malas untuk belajar tahsin. Padahal kalau RA sudah bisa mengaji dengan tartil. RA akan lebih mudah menghafal Al Quran. Tidak harus hafal 30 juz, yang penting selalu memegang teguh ajaran Al Quran dan Al Hadist. Supaya RA selalu selamat hidupnya, di dunia dan akhirat.
RA boleh menjadi pemain bola, pemain catur, ahli matematika, penulis, atau apapun cita-cita yang RA inginkan. Asalkan RA selalu mengutamakan ridha Allah dalam setiap tujuan hidup. Selalu berada dalam jalan kebenaran. Selalu berusaha dengan sepenuh hati.
Ingatlah, hidup ini sementara. Tidak selamanya akan selalu bersama Ayah dan Ibu. Akan ada saatnya berjalan sendiri, menghadapi masalah sendiri, dan berjuang sendiri. Ayah dan Ibu berharap, apapun nanti yang akan terjadi, harus ingat, semua yang terjadi dalam hidup ini takdir Allah. Manusia bisa berusaha dan berdoa, tapi keputusan ada di tangan Allah. Tetap harus berusaha untuk masa depan yang lebih baik, karena kamu laki-laki, calon pemimpin.
RA harus semangat, belajar segala hal. Masih banyak yang harus pelajari. Belajar berenang, belajar mengaji, belajar bahasa Inggris, belajar Bahasa Arab, belajar ilmu agama, belajar bicara di depan umum, belajar menulis bagus, belajar semua hal yang baik. RA, anak yang pintar dan berani, itu modal untuk agar mau terus belajar.
Ayah dan Ibu selalu ingin kamu tumbuh menjadi orang yang sholeh, selalu mempertebal iman dan taqwa, memperbaiki tingkah laku, dan menjadi manusia yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Yakinlah, Raif akan menjadi khalifatul fil ardh, mulai belajar dewasa ya sayang. Sudah disunat, insya Allah menuju 10 tahun. Beberapa tahun lagi, Raif akan mengalami akil baligh, tidak selamanya menjadi anak kecil.
Semangat ya, Ayah dan Ibu selalu berharap yang terbaik bagimu. Mohon maaf kalau kami banyak salah sama Raif, belum bisa menjadi orang tua yang lebih baik. Tapi percayalah kami mencintaimu sepenuh hati. Semangat ganteng. Amin ya rabbal alamin.
Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,