Cerita Ovy

Manfaat Mendongeng Si Buah Hati

“Bu, mau dong dibacain buku dongengnya,” pinta si kecil sambil membawakan buku dongeng Pangeran Palasara Si Lembut Hati.

Dongeng yang menceritakan tentang pangeran Palasara yang merupakan seorang putra raja, tapi rendah hati dan selalu ramah merupakan salah satu dongeng di Indonesia dari tokoh pewayangan jawa. Dengan dongeng, anak-anak bisa mengenal banyak cerita khas Indonesia, dan juga belajar dari karakter dan hikmah cerita. Bagaimana caranya menjadi si kancil yang cerdik, pangeran Palasara yang penyayang binatang, dan lain-lain.

Dulu saya malas membacakan dongeng pada si kakak sejak dia kecil, lebih membiarkan si kakak sejak batita untuk menonton kartun di youtube dan televisi. Sehingga si kakak sempat mengalami masa dimana pengucapannya kurang lancar walaupun sudah sekolah TK. Si kakak terbiasa mengucapkan ‘bahasa planet’ untuk percakapan sehari-hari yang membuat saya sedih. Alhamdulillah sekarang umur 9 tahun, kosa katanya jauh membaik.

Namun saya menyesal sekali, karena untuk membetulkan pengucapannya membutuhkan proses bertahun-tahun. Itu pun dibantu oleh para guru di sekolah, sampai akhirnya si kakak bisa berbicara dengan baik. Andaikan bisa diulang, ingin saya membacakan dongeng sejak dia bayi agar cepat berbicara lancar.

Karena itu dengan si adik, saya lebih mengenalkan dongeng dan bacaan. Membacakan dongeng dan picture book, si adik lebih bagus bicaranya dibandingkan si kakak pada usia yang sama. Dia juga lebih menyukai cerita dibandingkan si kakak yang lebih suka menggambar. Kosa katanya lebih baik, dan berbicaranya lebih jelas. Ini melegakan.

Indonesia Mendongeng Oleh Dancow

Saat WFH seperti ini, membeli buku dongeng bukan menjadi pilihan utama bagi orang tua karena bisa menggunakan buku bentuk digital. Belum lagi untuk jalan-jalan ke Toko Buku sudah susah untuk dilakukan karena pandemi. Untuk membeli buku dongeng secara online pun harus yakin kalau bukunya memang original bukan bajakan.

Lalu bagaimana caranya mempunyai buku dongeng Indonesia berkualitas?

Alhamdulillah pada tanggal 2 September, Dancow menghadirkan kembali Dongeng Aku dan Kau dengan tema “Indonesia Mendongeng” yang mengangkat dongeng asli Indonesia. Dimana Indonesia memang kaya dengan khasanah dongeng cerita rakyat. Dongeng-dongeng ini memuat nilai-nilai budaya Indonesia yang penting, untuk diperkenalkan kepada Si Buah Hati sejak usia dini.

Menurut  Lidya Sahertian, Brand Manager Dancow Nutritods, Nestlé DANCOW percaya bahwa stimulasi sejak dini sangatlah penting, dan mendongeng kepada Si Buah Hati memberikan manfaat positif bagi kemampuan kognitif, bahasa, emosional, dan perilaku sosial Si Buah Hati. Sehingga mendongeng tidak sekedar membacakan cerita pada anak, tapi juga berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak.

Lalu apa aja sih manfaat lain dari mendongeng?

Pasti penasaran kan, karena ternyata dongeng itu mempunyai banyak manfaat untuk si Buah Hati kita.

Manfaat Mendongeng Bagi Si Buah Hati

Ternyata kebiasaan mendongeng pada anak mempunyai banyak manfaat, terutama untuk tumbuh kembangnya. Tidak heran sekarang gerakan mendongeng banyak ada dimana-mana. Saya pikir awalnya mendongeng hanya berpengaruh pada kemampuan bicara si Buah Hati, ternyata saya salah.

Manfaat mendongeng sangatlah banyak, dan kadang terabaikan oleh orang tua. Sehingga banyak orang tua yang kurang maksimal dalam mendongeng untuk anaknya.

Mendongeng Menanamkan Pendidikan Karakter Untuk Anak Dan Membantu Mengenalkan Budaya Indonesia

Siapa yang masa kecilnya mendengarkan dongeng Timun Mas dan Si Kancil yang cerdik?

Menurut Dr. Muhammad Hasbi, sebagian dari kita di masa kecil memiliki kebiasaan mendengarkan cerita dari orang tua kita. Cerita mengenai baik dan buruk, hewan dan tokoh penting. Tradisi ini telah dilakukan sejak turun temurun, seperti mendongengkan timun mas dan si kancil, mereka berdua sama-sama pintar dan bisa menyelesaikan masalah.

Selain itu mendongeng memiliki manfaat tidak hanya untuk anak itu sendiri, tapi juga menanamkan pendidikan karakter bagi anak. Saat menceritakan tokoh baik dan tidak baik anak diajarkan perilaku tokoh tersebut. Sehingga anak bisa mencontoh dari tokoh baik, dan menjauhi perilaku tokoh jahat.

Indonesia memiliki ragam budaya yaitu cerita rakyat dari berbagai provinsi. Dari sabang sampai merauke, banyak cerita rakyat turun menurun yang bisa didongengkan. Namun sayang, dengan perkembangan zaman sekarang, kebudayaan semakin terkikis untuk membantu melestarikan budaya indonesia.

Saat ini sudah tidak asing lagi anak-anak lebih mengenal budaya asing dibandingkan budaya sendiri, seiring dengan semakin mudahnya internet dan juga berbagai macam produk asing yang masuk ke Indonesia.

Bila si anak bisa mengenal dongeng dari berbagai wilayah indonesia. Mereka melihat cerminan bermacam-macam budaya di indonesia. Bisa memberikan pandangan dan apresiasi karya sastra dan pengembangan kaya budaya. Dan ke depannya mereka bisa meneruskan, mengembangkan dan mengenalkan budaya Indonesia keluar negeri.

Dongeng Mengajarkan Nilai-nilai Luhur dan Kedekatan Orang Tua Dengan Anak

Di dalam dongeng terdapat berbagai karakter baik yang bisa dicontoh oleh anak. Dari nilai kejujuran, gotong royong, kerajinan, berbuat baik dan menolong orang lain menurut Ariyo Zidni, yang biasa dipanggil kak Aio, Pendongeng dan pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia pada acara ini. Dengan begitu dapat membantu si Buah Hati dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Memang sih, anak harus belajar bagaimana membekali diri mereka dengan nilai-nilai luhur, agar saat beranjak dewasa bisa menjadi generasi bermanfaat bagi bangsa dan negara.  Apalagi anak peniru yang ulung, dengan mendengarkan dongeng akan tertanam di alam bawah sadarnya, untuk tetap memegang teguh nilai-nilai luhur.

Melalui dongeng rakyat indonesia, ada di dongeng Aku dan Kau, menurut kak Aio, ada banyak sekali pesan-pesan baik. Nilai-nilai baik bisa jadi pelajaran buat buahati. dalam bawah sadar, mereka menyerap nilai-nilai baik. dengan bercerita kita mengenalkan dan mendidik anak tentang karakter baik.

Selain itu ada satu hal tidak ada yang bisa menggantikan, yaitu bonding kedekatan antara orang tua dan anak, yang merupakan quality time. Orang tua jadi belajar bagaimana caranya dekat sekali dengan anak. Ini sangat berdampak pada psikologi anak pada masa depan nantinya.

Mendengarkan Dongeng Akan Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Si Buah hati.

Dengan membacakan dongeng rakyat Indonesia juga akan membantu Si Buah Hati mengenal dan mengapresiasi budaya kita. Ia akan belajar tentang nilai-nilai moral serta karakter positif seperti keberanian, kasih sayang, dan kepedulian. Selain itu mendongeng jadi momen menyenangkan bersama Bunda Ayah yang akan ia kenang sampai usia dewasanya nanti.

Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis  juga menjelaskan bahwa mendongeng adalah kegiatan stimulasi tepat dan asik untuk optimalkan seluruh dimensi tumbuh kembang Si Buah Hati.

Menyenangkan sekali bukan?

Kemampuan Kognitif

Pernah ada seorang teman cerita, saat dimatikan suara televisi karena sedang sholat, anak-anaknya yang menonton kartun malah membuat dialog sendiri haha.. Memang teman saya suka membacakan dongeng untuk anaknya saat mau tidur. Ini sepertinya yang kemudian membuat mereka pintar merangkai dialog pada adegan kartun tersebut.

Si Buah Hati belajar berimajinasi melalui dongeng, dengan berbagai karakter, alur cerita dan konflik. Membuat anak belajar mengembangkan cerita dan rasa ingin tahu, mengasah pengetahuan pemecahan masalah, berpikir kritis dan logis.

Alur cerita dongeng membuat si Buah Hati merangsang imajinasi dan kreativitas si Buah Hati. Ke depannya dia bisa membuat cerita sendiri dengan menciptakan alur cerita dan tokoh sesuai pemikirannya. Ini sangat bagus untuk masa depannya.

Kemampuan Bahasa

Pastinya dongeng membantu si Buah Hati memperlancar ketrampilan berbahasa. Berbagai banyak kosa kata baru, serta melatih komunikasinya. Pada awalnya orang tua yang membacakan untuk anak, nanti anak akan belajar membacanya dan menceritakan kembali kepada adik dan teman-temannya. Sehingga membantu rasa percaya diri juga berbicara di depan orang-orang.

Kemampuan Sosialisasi

Anak butuh kepekaan dan empati yang tinggi

Mendengarkan dongeng, anak jadi bisa merasakan emosi dari berbagai karakter. Belajar cara mengenali perasaan apakah dia sedang sedih, bahagia, atau marah. Mengekspresikan perasaannya dengan cara seperti apa dan juga belajar memahami perasaan orang lain. Ini sangat bagus digunakan dalam sosialisasi, karena anak mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap orang lain.

Kemampuan Motorik

Motorik yang terdiri dari motorik halus dan kasar akan sangat terbantu saat memegang buku dongeng. Membolak-balik buku dongeng dan juga memegang boneka serta alat peraga dongeng lainnya. Anak juga bisa sekalian belajar memperagakan dongeng sekalian dengan gayanya.

Kesehatan

Dari dongeng anak tidak hanya belajar tentang karakter, tapi juga hal lain seperti kebiasaan makan sayur dan buah, pentingnya memakan sayur yang penuh nutrisi, bagaimana cara memakan sayur dan buah yang baik. Ini sangat bagus melatih anak untuk terbiasa makan sayur dan buah dalam kehidupan sehari-hari.

Mendongeng Ala Meisya Siregar

Meisya Siregar yang suka mendongeng dengan anak terkecilnya Bambang, merasa dongeng itu meningkatkan literasi anak sejak usia dini. Bambang kerap diajak berimajinasi oleh Meisya. Kadang Meisya memberikan stimulasi kepada buahati dengan bertanya kelanjutan cerita dongeng yang dibacakan. Bambang justru punya imajinasi yang sangat liar, dengan menganti alur cerita.

Pernah Bambang berkata, “Bun, ternyata manusia itu ada ya bundanya kucing.” Nah ini sama seperti anak terkecil saya yang juga awalnya bingung kenapa mobil bisa bicara seperti manusia. Mempunyai anak yang sangat kritis. membuat si Buah Hati harus dikasih tahu sebenarnya.  Jadi Meisya menjelaskan walaupun ibunya kucing, tapi dia itu hebat. Dan sangat menyayangi anak-anaknya. Dengan gambar-gambar dongeng yang bagus, kita harus bisa berekspresi dalam menyampaikan dongeng.

Meisya merasa terbantu dengan buku dongeng Aku dan Kau, gambar dan warna yang kece, membuat anak menyukai dongeng dan orang tua juga tertantang untuk mendongeng. Selain itu intonasi dan ekspresi wajah sekaligus berkomunikasi dengan buahati, juga harus diperhatikan agar si Buah Hati tertarik. Lalu pada saat mau tidur, saat dongeng dibacakan, pesan-pesan yang disampaikan orang tua bisa masuk ke dalam alam bawah sadar.

Pokoknya menurut Meisya, membacakan dongeng-dongeng yang kita bacakan, tapi apapun caranya anak dan buahati tidak akan menilai, mereka tetap akan merasa nyaman. Membaca dongeng pun dilakukan saat mereka siap, tidak usah merasa minder tidak pintar membacakan dongeng pada anak, karena anak pasti akan menyukai dongeng yang dibacakan oleh orang tuanya.

Dongeng Aku Dan Kau Dari Dancow

Tertarik mengoleksi 15 buku dongeng Indonesia? Penasaran apa aja dongeng yang pas dibacakan sesuai dengan usia anak?

Memang sebaiknya bacaan dongeng disesuaikan dengan usia anak, sehingga sesuai dengan pemahamannya tentang dongeng yang dibacakan.

Untuk anak usia 1 tahun plus yaitu :

  • Kancil dan Kerbau
  • Mengapa Anjing Tidak Bertanduk?
  • Buaya Tembaga
  • Balas Budi Sang Rusa

Untuk anak usia 3 tahun plus yaitu :

  • Pangeran Palasara yang lembut hati
  • Kisah Burung Kekewow
  • Si Kurus dan Harimau Loreng
  • Biwar Si Pemberani
  • Ibu Kami Seekor Kucing

Untuk anak usia 5 tahun plus yaitu :

  • Suwidak Loro
  • Kluntung Waluh
  • Kilip dan Putri Bulan
  • Pangeran Arya dan Guling Kecilnya
  • Asal Mula Nama Salatiga

Kabar baiknya semua 15 buku dongeng dapat dimiliki secara gratis, hanya dengan membeli Nestlé DANCOW 1+/3+/5+ Nutritods ukuran 800 gr atau 1 kg semua varian (bertanda khusus).

Tentang Nestle Nutritods

Nestlé DANCOW Nutritods adalah susu pertumbuhan yang berkualitas dan bergizi diformulasikan secara khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan  nutrisi  anak  Indonesia  usia  1-5  tahun  di  masa Toddler dan  Prasekolah.

Memilih susu yang tepat pada masa  tumbuh  kembang anak memang sangat penting. Karena anak membutuhkan perlindungan tambahan melalui nutrisi seperti vitamin A, C, D dan zat besi. Nah kabar baiknya Nestlé DANCOW Nutritods hadir dengan 0g Sukrosa, bakteri baik Lactobacillus Rhamnosus, Serat Inulin, dan tinggi Vitamin D. Turut dilengkapi dengan Protein, Kalsium, Minyak Ikan, serta Omega 3 & 6 untuk membantu mencapai pertumbuhan serta perkembangan yang optimal bagi Si Buah Hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *