Ovianty

Kebaikan Berbagi Selama Pandemi Di Bulan Ramadhan Ini

zakat di bulan ramadhan

Bulan Ramadhan selalu dianjurkan untuk berbagi kebahagiaan, terutama saat pandemi seperti ini. Harus lebih peduli pada sesama, terutama bagi mereka yang berkekurangan.

“Doni cerita di Tangerang banyak yang meninggal kelaparan, sampai empat hari nggak makan. Mereka tidak punya uang karena pekerja harian,” kata Mama setelah selesai menelepon adik saya, Doni, yang tinggal di Tangerang.

“Innalilah, sedih banget.” Saya tidak bisa membayangkan rasa stress, tidak boleh keluar rumah mencari uang, tapi di rumah juga tidak ada makanan. Pastinya akan sangat menyedihkan apalagi jika anak juga minta makan.

Pandemi saat ini menjadikan bulan Ramadhan sekarang lebih berat dibandingkan dengan Ramadhan sebelumnya. Karena itu sangat penting untuk menekankan kebaikan berbagi, terutama makanan.

Rasulullah saja menganjurkan bersedekah di bulan Ramadhan, apalagi saat wabah menyebar seperti sekarang.

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan.” (H.R Al-Baihaqi).

Dampak Dari Pemberlakuan PSBB

Sebagai warga Jakarta, saya mendukung PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang ditetapkan oleh Gubernur DKI. Namun tidak bisa dipungkiri juga sebelum pemberlakukan PSBB saja, dengan pemberlakukan Work From Home dan School From Home dampaknya sudah terasa terutama ekonomi.

Siapa Saja Yang Berdampak

Pastinya banyak sekali, yang merasakan dampaknya. Sebagai ibu rumah tangga, saya merasakan saat ini lebih sibuk dibandingkan seperti hari-hari biasa sebelum pandemi. Menemani anak mengerjakan tugas sekolah dan memasak saja sangat menguras tenaga. Karena kalau semua anggota keluarga di rumah, berarti makanan harus selalu ada, minimal cemilan.

Kebaikan berbagi cara dengan zakat infaq shodaqoh

    Anak-anak membantu membuat paket sembako

Alhamdulillah walau tidak terlalu mewah, setidaknya suplai makanan di rumah masih tercukupi. Entah dengan keluarga lain, mungkin jangankan cemilan, untuk makan nasi saja susah. Itu kadang menjadi pikiran saya, sedih membayangkannya. Memang diperlukan zakat dan shodaqoh umat, agar siapapun bisa memenuhi kebutuhan terutama konsumsi sehari-hari.

Menurunnya Tingkat Ekonomi

Banyak para pekerja harian seperti ojek online dan sopir angkot yang merasakan penghasilan menurun drastis, sejak orang-orang tidak pergi bekerja dan anak-anak tidak pergi sekolah.

Bahkan setelah diberlakukan PSBB para pengusaha, praktisi, freelancer bahkan dokter spesialis gigi dan mata merasakan dampaknya. Toko-toko ditutup, klinik gigi dan mata ditutup, freelancer sepi order bahkan terancam tidak dibayar, dan masih banyak lagi.

Walau masih banyak yang bertahan dengan berbagai inovasi agar roda ekonominya tetap berputar, tapi banyak juga yang tumbang dan tidak mendapatkan penghasilan.

Ini merupakan ancaman sesungguhnya. Tidak semua yang kelihatan mampu, benar-benar mampu sekarang. Bisa jadi mereka benar-benar tidak sanggup menghidupi keluarga, bahkan untuk makan pun susah.

Saya agak sedih, karena kadang pembagian sembako kurang merata. Entah bagaimana dengan keluarga yang kelihatan kaya, tapi bahkan beras pun tidak punya.

zakat di bulan ramadhan

Munculnya Kriminalitas

Saat ekonomi menurun dan ancaman kelaparan di depan mata, kadang orang menjadi khilaf. Saya pun sebagai ibu pernah merasakan, saat tidak punya uang, anak minta jajan. Rasanya sedih banget. Makanya tidak heran, bila ada orang tua yang khilaf dan menjadi penjahat untuk mendapatkan uang sekedar makan.

Sekarang pun tingkat kriminalitas sudah meningkat, apalagi bila tidak ada yang peduli. Maka bukan tidak mungkin kejahatan seperti pencurian dan perampokan akan terus mengancam selama pandemi.

Kebaikan Berbagi Yang Dibutuhkan Saat Pandemi

Terlalu banyak kebaikan yang dibutuhkan saat ini, karena bukan sekedar Ramadhan seperti tahun-tahun kemarin. Tapi juga pandemi yang menuntut kita untuk lebih peduli. Kita bisa berbagi dengan zakat, infaq dan shodaqoh yang dianjurkan pada bulan Ramadhan.

Semakin banyak zakat, infaq dan shodaqoh yang kita keluarkan untuk kebaikan berbagi. Semoga membuat musibah kekurangan ekonomi saat ini, dapat teratasi dengan baik dan merata.

  • Pembagian sembako

Alhamdulillah mama saya tergerak untuk membagikan sembako di wilayah sekitar rumah sebelum diberlakukan PSBB. Walaupun memang isinya tidak banyak, karena dana yang terbatas dan juga banyak yang harus dibagi.

berbagi kebaikan dengan zakat
Paket sembako yang berisikan beras dan mie

Dengan membeli 50 kg beras dan 3 kardus mie, alhamdulillah isi sembako 1,5 liter beras dan 3 bungkus mie, sehingga ada puluhan kantung plastik sembako yang dibagikan.

Untuk pembagiannya, kami meminta tolong kepada dua orang tetangga yang merupakan warga asli untuk langsung diantarkan ke rumah keluarga yang membutuhkan. Dan semoga bisa membantu walau tidak banyak.

  • Pembagian makanan matang untuk berbuka dan sahur

Untuk ini saya agak sedih, karena niatnya ingin ikut juga berbagi. Tapi membuat makanan matang untuk berbuka atau sahur, saya tidak sanggup mengerjakannya sendirian.

Sehingga akhirnya membeli teh gelas kemasan dan camilan anak-anak, yang digantung di pagar rumah. Setidaknya untuk penganjal lapar di kala buka puasa. Walau tidak bisa kasih banyak, semoga bisa konsisten selama sebulan.

Sedangkan sahur, saya belum memulainya. Inginnya sih menggantung sembako minimal berupa beberapa bungkus mie, tapi belum kesampaian. Semoga ada rejekinya, sehingga bisa melaksanakan niat tersebut, amin yra.

zakat di bulan ramadhan
Menggantung snack dan teh untuk buka puasa
  • Pembagian kebutuhan lain selain makan

Memang benar yang penting itu makan, tapi selain makan dibutuhkan juga masker, sabun mandi, odol, sabun cuci baju dan piring, teh dan gula, serta sebagainya. Karena memang kebersihan juga disyariatkan dalam islam. Dan juga menjaga kebersihan, sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Seperti setelah bepergian, sesuai petunjuk kesehatan, kita harus membuka baju, mencuci tangan bahkan mandi, sampai menyemprotkan disenfektan pada perlengkapan yang kita bawa. Minimal baju dan perlengkapan yang dibawa, dijemur di panas matahari.

  • Pemberian uang untuk hal-hal darurat dan penting

Tidak dipungkiri saat ini juga dibutuhkan uang untuk membayar kontrakan, pulsa untuk anak belajar di rumah, membeli gas, membeli air galon untuk minum dan sebagainya.

Walau memang masih banyak yang mengutamakan memberikan sembako, menurut saya tidak ada salahnya juga bagi yang ingin memberikan uang. Malah ada seorang teman yang single parent, curhat sama saya dan bilang saat ini membutuhkan uang untuk membayar kontrakan yang sudah menunggak 1 bulan. Sedangkan bantuan sembako yang didapatnya sudah berlebih.

  • Menyediakan air dan sabun untuk cuci tangan

Memang menjaga kebersihan tangan itu penting, makanya sempat Hand Sanitizer menjadi sangat mahal dan langka saat dibeli orang. Karena memang saat pandemi ini, diminta untuk sering mencuci tangan. Dengan adanya bantuan fasilitas mencuci tangan di jalanan, sangat membantu bagi siapa saja yang tidak membawa Hand Sanitizer. Sehingga bisa mencuci tangan di jalan.

Tata Cara Memberikan Bantuan Selama Pandemi

Memang sih semua butuh bantuan, tapi saya agak bingung sama pihak-pihak yang memberikan bantuan. Mereka kadang mengabaikan instruksi PSBB saat pandemi. Orang-orang masih saja berkerumun berebutan sembako dan makanan berbuka puasa seperti Ramadhan sebelumnya.

Padahal sangat penting untuk menjaga kesehatan, tidak hanya memerlukan perut semata. Karena kasihan keluarga di rumah, perut bisa kenyang tapi malah kena penyakit. Kan sedih membayangkannya.

Berbagi kebaikan dengan menerapkan social distancing

Menurut saya sebaiknya bila ingin membantu tapi kurang bisa menerapkan instruksi PSBB, lebih baik zakat, infaq dan shodaqoh diberikan kepada lembaga zakat seperti Dompet Dhuafa. Sehingga bisa tersalurkan kepada orang yang membutuhkan dengan cara yang tepat.

  • Menerapkan social distancing

Di televisi dan media sosial, saya masih melihat ada beberapa pihak yang tidak menerapkan social distancing saat pembagian bantuan. Seharusnya setiap penerima bantuan, antri dengan jarak minimal 1(satu) meter, tidak berkerumun. Agar covid-19 malah tidak saling menularkan kepada sesama penerima bantuan dan juga pemberi bantuan.

  • Mengenakan masker, sarung tangan dan pembersih tangan

Pemakaian masker sangat penting bagi penerima bantuan dan pemberi bantuan. Dan jangan juga dilepas selama pemberian bantuan berlangsung. Selain itu bila memungkinkan juga bisa menggunakan sarung tangan, atau ada fasilitas cuci tangan di tempat.

Yang pastinya mencegah terjadinya penularan Covid-19, bila prosedur kesehatan diterapkan dengan baik.

  • Meminta bantuan aparat keamanan bila diperlukan

Bila pemberian bantuan dilakukan dalam skala besar, menurut saya lebih baik meminta bantuan aparat. Untuk mengatur orang-orang yang berdatangan, agar menjaga jarak satu meter. Agar mereka tidak berkerumun dan berdesak-desakan, yang malah berpotensi besar tertular Covid-19

Memang menjalani Ramadhan bulan penuh berkah ini selama pandemi sangat tidak mudah. Tapi dengan saling berbagi kebaikan pada sesama. Insya Allah akan terasa lebih mudah. Amin yra.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.

berbagi kebaikan dengan zakat infaq shodaqoh

16 thoughts on “Kebaikan Berbagi Selama Pandemi Di Bulan Ramadhan Ini

  1. Assalamu’alaikum salam kenal mba ovy. Baru pertama kali baca tulisan mba ovy. Artikelnya sangat menarik. Alurnya tertata rapi. Dr mulai pengangkatan fakta, analisis smpai solusi.
    Semoga kebaikannya menjadi berkah buat semua. Aamiin.

  2. Selalu bersyukur kondisi pandemi begini banyak orang yang hatinya tergerak membantu sesama. Hal yang mungkin tak dilakukan kalau tidak musim pandemi. Momennya pas pula, bulan Ramadhan
    Semoga hal baik yang dilakukan Mbak Ovy jadi berkah bagi yang menerima 🙂

  3. dalam kondisi seperti ini memang wajib banget saling membantu yaaa, meski kita sendiri terkena dampaknyaa, banyak orang yang sedang kesulitan saat seperti ini, semoga kondisi ini bisa segera berlalu

  4. Berbagi untuk meringankan beban warga memang kegiatan yang sangat membantu ya mba, apalagi saat pandemic seperti ini.

    Untungnya ada dompet dhuafa ya, bisa menyalurkan bantuan tepat sasaran

  5. Benar sekali, Mbak Ovi. Pandemi covid 19 ini sudah merusak perekonomian yang berimbas pada kehidupan sehari-hari. Usaha tutup, otomatis tidak ada penghasilan, lalu larinya soal perut. Walau dalam sikon begini, semoga semakin banyak orang yang menebar kebaikan ya, Mbak. Dan harapannya Corona segera pergi. Aamiin.

  6. ah terharu mba baca tulisan kakak, betul sekali kebaikan harus tetap dilakukan malahan di masa pandemi seperti ini kesempatan banget untuk kita memberikan kebaikan. aku jadi terinspirasi idenya menyimpan makanan depan pintu pagar ya, siapa saja bisa ambil maksudnya bagi yang membutuhkan, terima kasih ide-idenya kak

  7. MasyaaAllaah…semoga menjadi pahala yang berkah dan bermanfaat juga bagi yang menerima ya…Berapapun besar bantuan insyaallaah akan berguna bagi yang membutuhkan…Nah kalau bingung mau ngasi ke siapa emang cocok lewat dompetduafa. Sudah terpercaya..

  8. selalu banyak cara untuk bisa berbagi yah… apalagi selama masa pandemi ini dan berbarengan sama ramadhan, masyaAllah sungguh ladang pahala

  9. Memang miris ya kalau melihat makin banyak saudara kita setanah air yang terdampak luar biasa dari lamanya virus ini tak jua hilang. Duuh Ya Allah, ampuni kami semua. Semoga Kau segera perkenankan virus corona ini lenyap dari muka bumi.

    Salut mba untuk upayanya berbagi kebaikan dengan sesama. Pasti banyak yang terbantu dan terinspirasi utk melakukan hal yg sama sepertimu.

  10. Subhanallah..walau sedikit tapi mama concern banget ya berbagi ke para tetangga yang gak mampu. Semoga Allah membalas kebaikan mama, ya. Sehat-sehat tuk mama dan kamu sekeluarga ya, vy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *