Ovianty

Zona Madina Dompet Dhuafa, Hasil Wakaf Untuk Kemashalatan Umat

Dompet Dhuafa telah membuktikan dengan wakaf, bisa membangun berbagai sarana dan prasana untuk umat.

Sebagai salah satu alumni institut Kemandirian Dompet Dhuafa, yang berfokus pada pelatihan gratis untuk para dhuafa agar siap berwirausaha atau bekerja.

Gedung Institut Kemandirian yang berada di Tangerang, merupakan hasil pemberian wakaf. Saya merasakan bagaimana nikmatnya bisa belajar wirausaha dengan gratis, tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Program Wakaf Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa sebagai salah satu Pioneer lembaga zakat yang sudah berusia 26 tahun, telah membantu banyak harapan dan mimpi para Dhuafa dalam berbagai bidang.

Salah satunya dengan wakaf bangunan yang digunakan untuk sekolah, rumah sakit, tempat pelatihan kewirausahaan dan sebagainya.

Alhamdulillah pada hari Jumat, tanggal 29 November 2019, saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Zona Madina Parung Bogor. Ternyata Zona Madina lengkap sekali. Dari masjid, Rumah Sakit Terpadu, Kampung Wisata D’Jampang dan di seberangnya sekolah Smart Ekselensia. Dan semuanya dibangun atas hasil wakaf, masya Allah.

Tur Zona Madina Parung Bogor

Pagi hari saat sampai di Zona Madina, saya menghadiri dulu seminar Cegah Kanker Payudara di lapangan. Saat itu banyak ibu-ibu berusia paruh baya yang mengenakan kaus berwarna pink dan juga para millennials yang mengenakan kaus berwarna hitam. Awalnya saya masih bingung siapa mereka, ternyata mereka merupakan ibu-ibu Srikandi dan anak muda dari Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia.

Seminar Cegah Kanker Payudara

Dengan dihadiri oleh para narasumber yaitu dr. Emma (praktisi kesehatan), Tania Nordina (ketua YMGPI), Bobby P. Manullang (GM mobilisasi Wakaf DD). Dengan moderator Etika Setiawanti, GM Marketing Communication dan influencer, Intan Widiananda. Seminar ini diadakan pada pagi hari sebelum solat jumat.

Ternyata kanker Payudara menjadi salah satu momok penyakit berbahaya tidak hanya bagi perempuan tapi juga laki-laki. Karena laki-laki mempunyai payudara juga. Jadi salah kalau hanya dikatakan perempuan yang beresiko kanker payudara.

Tidak lupa kami diajari menerapkan SADARI(Periksa Payudara Sendiri), yang dipraktekkan oleh para ibu yang tergabung dalam Srikandi. Dengan mengambil nama Srikandi, salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Srikandi ingin mengajak para perempuan melakukan SADARI agar bisa mendeteksi adanya benjolan, dan memeriksakan payudara segera.

dr. Emma juga menyoroti masalah bengkak pada ibu menyusui yang tidak selalu berarti penyumbatan air susu. Tapi harus segera diperiksa, karena kemungkinan kanker payudara selalu ada.

Sedangkan Intan menceritakan tentang pengalaman tantenya yang dulu menderita kanker payudara dan lebih memilih pengobatan alternatif. Sangat disayangkan memang, kasus tante Intan sama dengan kasus sahabat saya, mba Santi. Payudara kirinya membengkak sebesar bola kaki, dan harus diikat dengan kain jarik gendongan, supaya urat payudaranya tidak copot.

Sampai akhirnya mba Santi kembali ke pengobatan medis, dan merelakan payudara kirinya dipotong. Sedangkan tante Intan, bernasib lebih tragis lagi, karena meninggal dunia.

Bagaimana cara cegah kanker payudara
Para narasumber, moderator dan panitia Seminar Cegah Kanker Payudara

Di akhir acara, penandatangan MOU kerjasama antara Dompet Dhuafa dan Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia, dalam mencegah kanker payudara.

Tur Sekolah Smart Ekselensia

Quote di Smart Ekselensia
Quote indah di dinding sekolah Smart Ekselensia

Setelah selesai seminar, saya bersama peserta lain diajak mengunjungi sekolah Smart Ekselensia, yang terletak di seberang Zona Madina. Sekolah untuk anak tingkat SMP dan SMA ini diperuntukan untuk para dhuafa yang berprestasi, dan tidak dapat melanjutkan sekolah karena terbentur biaya.

Kami memasuki kelas lima dan kelas sebelas, bertemu dengan para siswa yang sedang asyik belajar. Oiya, saat ini sekolah Smart Ekselensia baru diperuntukkan untuk laki-laki. Mungkin karena jauh dari orang tua, dan harus menginap, makanya belum bisa untuk perempuan.

Seperti apa sekolah dhuafa
Para siswa Smart Ekselensia sedang belajar di kelas

Para siswa ini rata-rata mempunyai percaya diri yang besar, mereka juga kerap menyumbang piala juara di berbagai kompetisi sekolah. Alhamdulillah, semoga besarnya menjadi orang sukses dan berguna bagi bangsa serta negara. Dan jangan lupa ikutan nantinya menjadi wakif di Dompet Dhuafa hehe..

Tur Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa

Selanjutnya kami mengunjungi Rumah Sakit Terpadu (RST) Dompet Dhuafa yang terletak di Zona Madina. Rumah sakit khusus para dhuafa ini, memang meng-gratiskan biaya pengobatan bagi para dhuafa.

Namun pada perkembangannya, sehubungan banyak masyarakat mampu yang juga minta bisa berobat. Maka pada tahun 2017, RST Dompet Dhuafa menerima pasien dari masyarakat mampu yang jumlahnya hanya sekitar 5 persen dari total pasien.

Rumah Sakit Dompet Dhuafa
Pendaftaran di Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa

RST ini termasuk lengkap menurut saya. Ada poliklinik anak, ibu hamil, sudut bermain anak, bahkan ruang inap anak juga mempunyai tempat bermain di dalamnya. Dan sungguh takjub, di poliklinik ibu hamil, juga ada USG 4 dimensi. Wow, benar-benar keren.

Terakhir kami lalu ke gedung bagian belakang, yang merupakan wakaf dari Qatar Foundation. Gedung ini memang sedang disiapkan untuk digunakan sebagai tambahan untuk RST Dompet Dhuafa.

Tur Ke Pusat Peternakan Ikan Desa Jampang

Setelah solat dan makan siang, kami mengunjungi pusat peternakan ikan. Agak kaget juga sih naik mobil odong-odong, secara belum pernah naik odong-odong di jalanan umum. Jadi kepo ini mau lewat jalan mana ya? Kalau ke jalan raya, rasanya gimana gitu, malu dilihatin orang, hehe..

Ternyata mobil odong-odongnya memasuki jalanan di samping Zona Madina dan lewat jalanan kampung. Yang lumayan masih bebatuan, belum aspal. Asli seru banget rasanya. Kami pada tertawa dan melepaskan stress, dengan sepanjang perjalanan banyak tumbuhan hijau.

Bapak RW dengan ikan hias cupang

Akhirnya kami sampai di pusat peternakan ikan yang terletak di desa Jampang. Bertemu dengan pak RW yang menjelaskan tentang kondisi peternakan.

Ternyata ikan hasil produksi di desa Jampang ini untuk memasok kebutuhan ikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dompet Dhuafa melalui program pemberdayaan, membuat luas peternakan ikan semakin besar dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Ikan-ikannya pun terbagi dua, yaitu ikan hias dan ikan konsumsi sehari-hari. Ikan hias seperti ikan cupang dan ikan mas kecil-kecil. Kalau ikan konsumsi seperti gurame, bandeng, dan nila. Kami melihat-lihat tambaknya dari jauh. Kebetulan saya takut ketinggian, jadi tidak berani mendekati tambak-tambaknya yang ada di setu Jampang hehe..

Saat pulang banyak yang membeli ikan cupang untuk oleh-oleh di rumah. Satu ikan cupang dihargai Rp. 10.000,- Intan yang influencer juga membeli lima ikan cupang untuk oleh-oleh keponakannya.

Alhamdulillah, seminar payudara dan tur mengelilingi Zona Madina benar-benar berkesan buat saya. Memang tidak sia-sia para pewakif memberikan wakaf ke Dompet Dhuafa, selain memang tersalurkan dan juga digunakan secara maksimal untuk kemashalatan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *