Komang Ayu, saat menjalani pendidikan dokter gigi di Universitas Udayana, Bali tahun 2017, sedang menjalani koas. Memutuskan mengikuti kegiatan komunitas literasi Bali Baca Buku ke desa-desa di Bali untuk mengisi waktu.
Pada kegiatan Bali Baca Buku, Komang Ayu sebagai pengisi materi kesehatan termasuk kesehatan gigi anak-anak. Ia miris mengetahui kalau ternyata 7 dari 10 anak tidak punya sikat gigi. Malah banyak yang menggunakan 1 sikat gigi untuk 1 keluarga. Ada juga yang menggunakan kain dengan sabun, dan digosok-gosok ke gigi. Kondisi ini terjadi pada daerah Kintamani Kabupaten Bangli, Bali.
Tidak bisa dibayangkan betapa sedihnya Komang Ayu, yang calon dokter gigi, peduli pada kesehatan gigi.
Komang Ayu Sri Widyasanthi, sebagai penerima penghargaan Satu Indonesia Award tahun 2020 bidang Kesehatan, memulai Komunitas Gigi Bali Sehat pada Oktober 2018. Masalah pendanaan yang mengawali pembentukannya, tertolong dengan support oleh berbagai pihak yaitu para dosen, rekan dokter gigi dan donasi lainnya. Hal ini dikarenakan sebagai mahasiswi kedokteran gigi, ia belum mempunyai dana sendiri.
Aksi sosial lalu dilakukan dengan memberikan edukasi kesehatan gigi kepada anak-anak di desa Kubusuih. Selain itu komunitas Gigi Bali Sehat, juga membagikan sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak secara gratis.
Komang Ayu merasa akan sia-sia bila hanya memberikan edukasi tapi tidak sekalian memberikan sikat gigi dan pasta gigi, tetap saja anak-anak menjaga kesehatan gigi. Dengan adanya kegiatan mengajarkan anak-anak untuk bersemangat belajar cara menyikat gigi yang baik, tahu pentingnya menyikat gigi, dan cara menyimpan sikat gigi sendiri.
Selain itu juga Komang Ayu dan rekan-rekan dalam komunitas Gigi Bali Sehat, memberikan perhatian dalam kebiasaan hidup sehat, supaya bisa maksimal menjaga kesehatan tubuhnya. Dalam beberapa kegiatan, tidak hanya memberikan pasta gigi dan sikat gigi, tapi juga membagikan sabun mandi dan shampo. Sehingga bisa totalitas menjaga kesehatan tubuh dan gigi.
Edukasi menggosok gigi, menyimpan pasta gigi dan sikat gigi, serta memberikan pasta gigi dan sikat gigi gratis. Sumber : Instagram @gigibalisehat
Dalam perjalanannya, komunitas Gigi Bali Sehat terdapat visi dan misi yang ternyata tidak hanya seputar menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, tapi juga concern dengan bidang lain.
Visi Komunitas Gigi Bali Sehat :
#1SIKATGIGIBERARTI, maksudnya setiap anak bisa memiliki satu sikat gigi, hidup bersih, hidup sehat dan senyum sehat. Dimana donasi untuk sikat gigi dan pasta diadakan secara teratur.
Menciptakan senyum sehat, hidup bersih dan sehat anak Indonesia.
Membangun karakter sehat sejak dini.
Misi Komunitas Gigi Bali Sehat :
Membantu segala pihak untuk membagikan sikat gigi untuk masyarakat dan anak-anak yang tidak dapat menjangkau/atau tidak terfasilitasi dengan sikat gigi dan pendukung alat kesehatan diri(PHBS).
Membantu menjadi bank sikat gigi dan alat kebutuhan PHBS, yang akan disalurkan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Mewadahi ahli/praktisi kesehatan untuk melakukan kegiatan sosial yang berkaitan dengan kesehatan seperti kebiasaan hidup sehat, kesehatan gigi dan kesehatan mental.
Membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat pada kelas binaan, yang merupakan tempat anak-anak berkelompok, yang dibentuk oleh Bali Baca Buku dan Komunitas Gigi Sehat untuk membentuk kebiasaan sehat.
Menjadi media untuk penyedia informasi kesehatan bagi masyarakat dan anak-anak di pelosok yang akses informasinya terbatas.
Relawan Kegiatan Gigi Bali Sehat
Menjalankan komunitas Gigi Bali Sehat, memang memerlukan pengorbanan menurut Komang Ayu, baik dari segi waktu dan dana. Sehingga memang tidak semua anggota bisa aktif dalam totalitas dalam kegiatan yang diadakan. Namun karena berbekal itikad baik ingin berbakti, ada anggota yang bisa menyumbangkan tenaga dan ada anggota yang hanya bisa menyumbangkan dana. Sehingga kegiatan tetap berjalan dengan baik.
Menurut Komang Ayu, kegiatan sosial yang dilakukan adalah charging our life. Melakukan kegiatan berpetualang ke desa melakukan kegiatan dengan anak-anak. Walaupun setelah pulang meski lelah fisik tapi bahagia, tidak merasa lelah batin. Ada kepuasan tersendiri setelah mengedukasi para anak-anak di pelosok desa. Apalagi bila ke desa yang jauh, bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan indah.
Kendala yang dihadapi saat pandemi, komunitas Gigi Bali Sehat terpaksa menghentikan sementara kegiatan selama beberapa bulan dari bulan Maret 2020. Fokus kesehatan ditujukan untuk para tenaga kesehatan yang berjuang untuk penanganan wabah Covid 19. Selain itu juga edukasi-edukasi kesehatan secara online di instagram seperti bagaimana cara mencuci tangan dengan benar dan edukasi saat batuk dan bersin, juga menjadi concern bagi komunitas. Supaya bisa memutuskan tali penyebaran virus Covid 19.
Edukasi menjaga jarak dan memakai masker saat pandemi. Sumber : Instagram @gigibalisehat
Belajar mencuci tangan dengan benar. Sumber : Instagram @gigisehatbali
Akhir Agustus 2020, dimulai lagi kegiatan komunitas Gigi Bali Sehat, dengan menggunakan aturan-aturan pandemi seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.
Setiap tahun, komunitas Gigi Bali Sehat melakukan acara tahunan gathering volunteer, agar sesama volunteer menjadi ikatan kuat dan keakraban sesama anggota. Menurut Komang Ayu, melakukan kegiatan komunitas seperti ini membutuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan, agar bisa terus berjalan dan berlanjut terus.
Pada perjalanannya, komunitas Gigi Bali Sehat tidak hanya memberikan edukasi kesehatan gigi pada anak-anak di desa, tapi juga di sekolah-sekolah. Bekerjasama dengan para pihak seperti kakak-kakak yang sedang melakukan KKN di SDN 1 Telaga Tawang, Sidemen. Hal ini dilakukan dalam rangka komunitas Gigi Bali Sehat terus berkembang dan memperluas jangkauan edukasi kesehatan gigi pada anak-anak.
Ovianty.com Korea Selatan. Negara di Asia Timur yang sedang ‘happening’ banget. Gelombang Korea alias Korean Wave melanda hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dulu awalnya saya penyuka drama Jepang, sejak muncul Tokyo Love Story di televisi Indosiar. Lalu kemudian drama Jepang tergantikan drama Korea di televisi. Sederetan drama Korea Selatan menghiasi televisi yaitu Full House,…
Pengen belanja barang branded tapi kok harganya mahal? Nggak cukup deh uangnya. Tapi pengen banget beli, gimana ya solusinya? Pernah nggak sih, ngiri melihat teman punya handphone baru, laptop baru, tas baru dan semua itu barang branded. Yang tidak mudah dibeli kecuali dengan budget murah. Padahal pengen kelihatan seperti anak sultan, walau rekening pas-pasan. Eits,…
“Daun jarak bisa untuk mengobati perut bayi yang kembung. Daun binahong ini juga kerap dijadikan obat herbal.” Gerimis rintik hujan siang itu menemani kami saat singgah di lahan apotek hidup. Luas tahan yang tidak seberapa besar, ditanami berbagai tanaman obat. Pohon jarak, lidah buaya, pandan, kunyit, binahong, merupakan beberapa tanaman obat yang kerap dimanfaatkan warga…
Keluarga saya jarang wisata liburan jalan-jalan keluar kota. Paling hanya sekitar Bogor dan Puncak. Itupun biasanya hanya sekali dua kali setahun. Tapi kalau wisata kuliner sangat sering dilakukan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Kenapa keluarga saya suka wisata kuliner? Pastinya karena simpel, enak dan mengenyangkan hehe.. Beneran deh, kalau mau makan di luar itu…
Calo donor darah. Saat keluarga pasien membutuhkan pendonor darah tapi tidak tahu harus kemana. Calo donor darah berkeliaran menawarkan pendonor, bahkan di rumah sakit itu sendiri. Harga satu kantung darah berkisar ratusan ribu sampai satu juta rupiah. Nilai uang yang sangat besar bagi keluarga pasien. Bisa dibayangkan nominal uang yang harus dikeluarkan, kalau membutuhkan berkantung-kantung…
Kongres Nasional PPWI 2 yang diadakan di Gedung Nusantara V pada hari Sabtu, 11 November 2017 sebenarnya bagus sekali. Banyak informasi yang disampaikan oleh para narasumber, yang terdiri dari berbagai pihak, tentunya berguna untuk para peserta. Namun akhirnya terjadi kericuhan yang sangat disesalkan berbagai pihak. (Ruang Dewan yang gaduh karena tuntutan peserta) Berikut kronologisnya :…