Ovianty

Mengembangkan Potensi dan Minat Generasi Z Melalui Erlangga Talent Week

Punya naskah yang tersimpan lama di komputer atau laptop? Bawa ke bursa naskah aja, daripada terbuang sia-sia.

Yups Erlangga Talent Week (ETW) 2019 yang diadakan di Ciputra Artpreneur pada tanggal 1-6 Oktober 2019. Salah satunya bursa naskah bagi para penulis membawa karya terbaiknya, untuk diterbitkan di Erlangga. Bukan hanya penulis lama yang sudah terkenal lhoo. Buat yang baru mau menerbitkan bukunya juga diterima oleh Erlangga. Siapa tahu best seller bukunya setelah terbit. Amin.. amin..

Aneka Kompetisi Pada Erlangga Talent Week (ETW)

Selain itu banyak acara yang diadakan berkolaborasi  dengan Solidaritas Erlangga (SOGA) dibagi dua acara yaitu :

  1. Road to ETW (1-4 Oktober 2019) di Main Atrium Lotte Shopping Avenue
  2. Puncak ETW (5-6 Oktober 2019) di Ciputra Artpreneur Theater.

Saat saya datang pada tanggal 5 Oktober sedang berlangsung Erlangga Speech Contest, dimana salah satu pesertanya membawakan tema tentang bahaya sampah plastik. Secara pribadi saya mengerti sih bahasa Inggris, tapi mengungkapkan dengan berpidato, rasanya belum percaya diri hehe..

Speech Contest di Erlangga Talent Week 2019

Memang terdengar bahasa Inggris salah satu siswi SMP itu sangat lancar. Dan rasa percaya dirinya kelihatan sekali dari gestur tubuhnya. Tidak gemetaran dan menatap penonton dengan berani. Keren.

Erlangga Speech Contest juga menjadi acara di ETW ini, dimulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Selain itu ada jga Modern Choir tingkat SD dan SMP, Traditional Dance tingkat SMA/K, dan Battle of The Band tingkat SMA/K, serta Perguruan Tinggi. Dan ternyata ETW ini telah mendaftar hampir 15 ribu siswa dan mahasiswa se-Indonesia. Wow.. jumlah yang cukup fantastis.

Potensi Dan Bakat Generasi Z

Udah tahu kan siapa generasi Z itu? Generasi remaja sekarang yang lahir sekitar 1995-2010. Termasuk yang kemarin mahasiswa/i yang berdemo. Terlepas dari fenomena politik, membaca spanduk dan selebaran yang mereka bawa saat demo, bikin saya tertawa. Unik dan lucu.

Apalagi ada mahasiswi yang membahas tentang ‘makeup bagus untuk demo’ di postingan twitter miliknya, benar-benar keren. Ini bisa menjadi bahan tulisan sebenarnya kalau si penulisnya mau dikembangin lagi. Jadi penulis bisa membuktikan makeup mana yang tahan dipakai saat siang panas terik. Dan juga makeup mana yang bikin berantakan muka, dan hanya bagus dipakai di ruangan ber-AC. Lengkap sekali, dari berbagai merek eye shadow, foundation, blush on, maskara dan lain-lain dibahas.

Salah satu stand di Erlangga Talent Week 2019

Memang dengan akses internet yang mudah dan cepat, ditambah lagi bakat dan kemampuan mereka. Generasi Z sebenarnya mempunyai potensi untuk berkembang pesat. Seperti yang disebutkan oleh Vera Itabiliana, Psikolog Anak dan Remaja pada press conference “Peranan Orang Tua dalam Mengembangkan dan Mengasah Bakat Anak Generasi Z.” Teknologi digital bisa menjadi alat bantu untuk mengembangkan bakat.

Dulu saat mengikuti workshop menulis oleh penulis skenario terkenal, Salman Aristo, yang mengatakan pekerjaan menulis itu adalah pekerjaan kaki. Artinya untuk mencari bahan tulisan harus rajin mendatangi toko buku dan perpustakaan. Zaman sekarang semua serba mudah, mencari bahan tulisan tinggal dicari di mbah Google. Beres.

Salah satu stand di Erlangga Talent Week 2019

Generasi Z hanya membutuhkan peluang untuk membuktikan pencapaian prestasinya. Dan itu bisa diwujudkan salah satunya dengan mengikuti Erlangga Talent Week.

“Di sini kami ingin membuka kesempatan dan wadah itu yakni melalui penyelenggaraan Erlangga Talent Week.”-Arief Subahagiyo, Direktur Pemasaran Penerbit Erlangga-

Workshop Penerbitan Buku Achi TM

Setelah puas menyaksikan Speech Contest, saya lalu naik ke lantai 12, dan mendapati banyak stand di sana. Wah nggak nyangka.

Achi TM sebagai narasumber

Tapi karena saya datang untuk menghadiri workshop Achi TM di stand Eureka. Sayangnya tidak bisa mengunjungi stand itu satu per satu. Untuk saya datang lebih cepat sebelum penuh. Pengunjung yang datang untuk mengikuti workshop lumayan banyak, sampai kekurangan bangku.

Achi TM yang dikenal sebagai penulis puluhan novel, skenario sinetron dan juga ftv memang membuat pengunjung penasaran. Apalagi Achi TM membahas secara blak-blakan bagaimana sih  caranya menerbitkan buku di Erlangga.

Saya dan Achi TM

Saya mengenal Achi memang sudah lama, mengetahui perjuangannya sebagai penulis. Dan beberapa novel Achi saya punya, termasuk menonton film yang diangkat dari novelnya Insya Allah Sah.

Baca juga :

Novel Before I Met You Achi TM

Fim Insya Allah Sah yang diangkat dari novel Insya Allah Sah Achi TM

Ternyata menurut Achi, royalti di Erlangga termasuk lancar, hehe.. Ini memang salah satu point yang menyenangkan dari penerbit. Ditambah lagi semua naskah baik dari penulis baru, akan diterima oleh Erlangga. Namun yang menentukan akan diterbitkan atau tidak bukan hanya editor tapi juga tim marketing.

“Sayang kalau buku sudah diterbitkan tapi nggak laku di pasar. Jadi tim marketing tetap memberikan keputusan, naskah layak terbit atau tidak.”-Achi TM-

Iya juga sih. Karena mencetak buku lalu diproduksi dengan jumlah besar, kemudian disalurkan ke distributor sampai akhirnya ke toko buku. Memang membutuhkan jumlah dana yang cukup besar.

Peserta Workshop Achi TM

Achi juga menambahkan kalau mau mengirimkan naskah ke Erlangga, jangan dikirimkan ke penerbit lain. Karena itu namanya selingkuh, hehe.. Saya baru tahu tuh. Karena pernah dapat masukan dari salah satu penulis terkenal, lempar saja naskah ke penerbit, nanti siapa yang duluan meminang naskah, berarti penerbit itu yang berhak menerbitkan. Ternyata beda ya kalau di Erlangga.

Selain itu memang menurut Achi tidak ada salahnya mengirimkan beberapa naskah terus-terusan ke Erlangga. Karena kalau sudah kenal editornya, siapa tahu editornya bersimpati dengan kita dan berbaik hati menerbitkan salah satu naskah. Haha.. tips yang keren.

Saya ada sih beberapa naskah, tapi sayangnya belum ada yang selesai sampai akhir. Ini kesalahan saya pribadi, sebagai penulis moody-an yang masih bergantung pada mood. Sepertinya memang naskah-naskah itu harus diselesaikan dan dibawa ke penerbit.

Sekilas Mengenai Erlangga

Rasanya jarang masyakarat yang tidak mengenal penerbit Erlangga. Saya sendiri mengetahui Erlangga pertama kali saat masih sekolah SD atau SMP. Karena mama yang bekas seorang guru agama di SMA 51, sering menggunakan buku cetak Agama terbitan Erlangga sebagai panduan mengajar.

Setelah remaja saat mengunjungi toko buku Gramedia dan Gunung Agung, buku terbitan Erlangga termasuk salah satu buku yang tersedia banyak. Tidak disangka sekarang Erlangga berusia 67 tahun, didirikan sejak tahun 1952.

Sukses terus buat Erlangga membangkitkan kemampuan literasi pada bangsa Indonesia. Dan semoga saya ikutan menulis di sana, karena ternyata penerbit Erlangga kantornya dekat rumah, yaitu di jalan Baping, Ciracas. Amin yra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *