Cerita Ovy

Pentingnya Pengerakan Masyarakat Untuk Pencegahan Covid-19

pencegahan covid 19 2020

Menjadi warga di kawasan Red Zone Covid-19 itu rasanya nggak nyaman. Mau berkunjung ke tetangga sungkan. Mau melayat takut. Apalagi mendengar satu persatu tetangga meninggal, dan ada jamaah masjid depan rumah yang diisolasi. Sedih dan was-was.

“Hah? Masak ibu itu udah meninggal? Jadi sakit karena positif corona? Innalilahi wa inna ilaihi rojiun.”

Saya langsung pusing mendengar perkataan kakak, yang notabene dekat rumah. Cuma beda kelurahan dan kecamatan doang, saya kelurahan Tengah, dia kelurahan Gedong Jakarta Timur. Sedihnya warga beda kelurahan nggak dapat edaran. Padahal kan tinggalnya berdekatan. Mana saya sempat ngobrol lagi sama almarhum, saat melayat adeknya yang meninggal. Untung banget ya Allah, kami sama-sama menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker dan menjaga jarak.

Pulangnya saya baru tahu ternyata adeknya meninggal karena Covid-19, setelah berkunjung ke tetangganya. Abis aneh, kok ada yang meninggal tapi sepi rumahnya? Mayitnya nggak ada, karena udah dikubur. Di masjid pun tidak ada pemberitaan yang mengarah ke meninggal karena positif Covid-19 huhu.. Semoga husnul khatimah, amin yra.

Sampai di rumah, segera menanggalkan pakaian serta mencuci tangan. Tidak lupa minum vitamin. Selama dua minggu ke depan pun, mengurangi keluar rumah kalau tidak penting banget. Hidung pun selalu mencium bau dan merasakan aneka makanan. Ini penting banget. Dari pengalaman beberapa teman yang pernah positif, kalau sudah tidak bisa mencium bau dan merasakan di lidah. Berarti besar kemungkinan tertular. Dan harus segera berobat ke Puskesmas untuk tes SWAB. Namun alhamdulillah saya tetap sehat.

 

Pentingnya 3M Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sejak pandemi melanda bulan Maret 2020, jarang banget pergi keluar. Kelamaan di rumah, bosen berat. Saya dan suami lalu membuka usaha frozen food lele bumbu. Iseng membuka toko di e-commerce, eh malah nggak bisa menerima penjemputan sekitar dua minggu kemarin. Pas dipikir-pikir, baru nyadar lingkungan rumah masuk Red Zone. Yassalam. Pantesan pengen pesan ojek online nggak bisa. Akhirnya postingan jualan lele dihapus, kan kalau frozen food harus dikirim ojol. Pakai ekspedisi berhari-hari bisa busuk di jalan huhu.. Alhamdulillah minggu ini sudah bisa datang penjemputan ojek online. Kapan jadi Green Zone wilayah rumah?

Padahal di jalanan depan rumah, suka standby lhooo.. polisi masker, istilah yang disebutkan oleh si kakak. Maksudnya razia masker untuk masyarakat. Memang masih banyak yang abai, tidak menggunakan masker. Padahal dari kelurahan Gedong suka memberikan pengumuman lewat speaker di masjid depan rumah. “Bagi bapak dan ibu diharapkan tetap di rumah bila tidak berkepentingan. Serta menerapkan 3M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak (Social Distancing).”

Tapi tetap saja wilayah rumah saya langganan Red Zone. Bingung. Apa masyarakat di sini memang kurang edukasi ya?

 

social distancing
Social distancing

 

Jakarta Timur Merupakan Wilayah Tertinggi Jumlah Penderita Covid-19

Memang sih wilayah rumah merupakan salah satu wilayah yang tertinggi Covid-19 di Jakarta.  Dan tidak disangka, ternyata situasi kasus Covid-19 di Jakarta Timur sudah sangat memprihatinkan, menurut dr. Nurwirah Verliyanti, MKM selaku Kepala Seksi Promosi Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur. Hal ini disampaikan pada pertemuan ‘Penggerakan Masyarakat di Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB)’, yang berlokasi di Jalan Tengah, Kampung Gedong, pada hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2020.

“Pasien Covid-19 semakin bertambah ditangani tenaga kesehatan dan kasus Covid-19 dari kluster keluarga, menjadi paling banyak dari Jakarta Timur jika dilihat dari data DKI Jakarta.” (dr. Nurwirah Verliyanti, MKM)

Selain itu turut menjadi nara sumber dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dr. Marlina Ginting, M.Kes selaku Kepala Subdit Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kesehatan serta Perwakilan dari YBKB, yaitu Yuki Wirabagja selaku Kepala Pengembangan

Acara yang dihadiri juga oleh Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Puskesmas Pasar Rebo, para relawan dan blogger dari komunitas Blogger Crony. Diharapkan dapat membantu penyebarluasan informasi pencegahan Covid-19 di lingkungannya dan masyarakat yang lebih luas. Benar banget, masyarakat tidak boleh bosan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Biar pandemi selesai dan Jakarta khususnya Jakarta Timur menjadi Green Zone. Amin yra.

 peranan masyarakat pencegahan covid-19

 

Peran Mitra Mendukung Pemerintah Menyampaikan Informasi Covid-19 Yang Benar

Dalam peredaran virus Covid-19, yang paling menyebalkan hoaks tentang Covid-19. Heran masih banyak orang yang menyebarkan berita kebohongan. Padahal sudah jelas 3M untuk mencegah virus. Malah katanya menjadi bisnis kesehatan yang menguntungkan. Contohnya penjualan masker, sehingga banyak orang yang malas membeli dan memakai masker. Di sini pun, kalau  tidak ada inspeksi masker, pada malas pakai masker.

Belum lagi dibilang pandemi cuma buatan agar pemerintah bisa jualan vaksin. Kalau sesungguhnya Covid-19 itu tidak ada. Ingat banget, saat Mama diajakin ke masjid untuk kembali sholat jamaah. Saya langsung larang, karena Mama sudah lansia dan kondisi kesehatannya juga kurang prima. Perempuan tidak wajib juga sholat di masjid, alhamdulillah Mama nurut. Sekarang pun, Mama mau melayat atau menghadiri pesta pernikahan dekat rumah. Masih saya larang, karena wilayah kami memang banyak yang positif Covid-19. Tidak ketahuan juga mana yang OTG atau sehat.

 

Menggunakan Media Untuk Penyampaian Pesan Pencegahan Covid-19

Menurut dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO,  upaya penggerakan masyarakat terkait pencegahan Covid-19 tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan sendiri. Namun harus didukung oleh mitra potensial dalam pelaksanaannya di seluruh Indonesia.

Pastinya saya sebagai blogger, menyampaikan pesan untuk edukasi masyarakat melalui media blog dan media sosial. Apalagi sekarang masyarakat banyak yang menggunakan media sosial. Efektif juga, selain media iklan di televisi.

Selain itu menurut beliau, untuk anak-anak, komik bisa menjadi media edukasi yang efektif. Siapa sih anak-anak yang tidak suka komik? Rata-rata mereka tertarik dengan gambar dan penyampaiannya melalui cerita menarik. Sehingga komik sangat komunikatif untuk anak-anak. Memang edukasi tidak hanya untuk orang dewasa. Anak-anak pun perlu edukasi tentang pencegahan Covid-19.

 

Isi Piringku Makanan Gizi Seimbang

Ditekankan oleh dr. Marlina Ginting, M. Kes, kalau sudah menerapkan protokol kesehatan khususnya 3M, jangan lupa diperhatikan gizi makanan. Dulu saya penganut porsi kuli, dengan nasi yang banyak dan lauk sedikit. Makin bertambah umur, nasi semakin dikurangi. Tapi bukan berarti diperbanyak lauk, sama aja tidak sehat. Tapi ditambahin sayur dan buah, karena mengandung serat. Padahal ajaran orang tua dulu, makan itu banyakin nasi, biar tidak cepat lapar, hihi.. Baru sekarang paham pola makanan yang baik.

“Agar masyarakat dapat lebih memahami tentang gizi seimbang, Kementerian Kesehatan sudah memiliki Isi Piringku yang menunjukkan panduan porsi makanan utama (nasi), sayur mayur, lauk pauk, dan buah-buahan.”(dr. Marlina Ginting, M.Kes)

 

isi-piringku-kemenkes
dr. Marlina Ginting menjelaskan isi piringku

 

isi piringku kemenkes
Isi piringku menurut Kemenkes

 

Gizi makanan seimbang
Contoh makanan gizi seimbang

 

Simbolis Pemberian Bantuan Dari Kemenkes

Di tengah acara, ada pemberian bantuan secara simbolis kepada pihak YBKB. Bantuan secara lengkap yang terdiri dari 2 set sarana cuci tangan bagi orang dewasa dan anak, thermo gun, penyemprotan disinfektan, masker medis, masker kain untuk orang dewasa, masker kain untuk anak, hand sanitizer, sabun cair, face shield, tempat makan isi piringku, serta beberapa media KIE cegah Covid-19.

Pas banget, karena YBKB memang termasuk wilayah di Jakarta Timur yang rawan Red Zone. Semoga dengan bantuan tersebut, tingkat kesadaran masyarakat sekitar semakin tinggi. Dan menekan pertumbuhan jumlah penderita Covid-19, terutama OTG. Ini yang menyeramkan, merasa sehat OTG malah leluasa bertemu dengan siapa saja.

YBKB yang bertempat di kawasan penduduk di Kelurahan Kampung Gedong, merupakan sebuah organisasi yang diinisiasi oleh para pemuda. Yayasan ini memiliki kepedulian sosial dalam menggali, membina, dan mengembangkan potensi masyarakat dalam berbagai bidang. Program yang dijalankan juga sudah banyak dan beragam meliputi bidang pendidikan, sosial budaya, agama, dan hukum dengan sasaran kepada anak dan kaum muda.

 

pemberian bantuan Covid-19 kemenkes

 

Sumber :

  • Selebaran Menjaga Jarak Kemenkes
  • http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/5/yuk-terapkan-konsep-isi-piringku-dalam-kehidupan-sehari-hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *