Bekerja di rumah menjadi blogger, tidak seperti yang dibayangkan orang-orang, yang berpikir banyak waktu senggang daripada bekerjanya. Kadang kalau deadline tulisan menumpuk, saya malah pusing tidak mempunyai waktu untuk belanja. Seperti saat anak saya tiba-tiba meminta saya untuk membuat kue ulang tahun, karena melihat tayangan televisi yang meliput cara membuat kue ulang tahun. Kebetulan adiknya dan neneknya juga ulang tahun bulan Oktober ini. Pas kan timing membuat kuenya. Tapi sayang, kerjaan tulisan saya banyak sekali, dan harus diselesaikan segera mungkin.
Buat kue sih cepat, tapi belanja itu bisa menghabiskan waktu setengah hari, belum lagi ditambah dandan dan siap-siap. Maklum anak dua, kalau mau jalan, pasti ribet. Belum lagi kebayang bawa anak belanja, bakal nambah belanjaan di luar daftar belanja, jajan ini, jajan itu. Berasa banget menjadi emak, mikirnya kebanyakan, jadi rempong sendiri.
Nah, daripada pusing harus belanja, saya mencari alternatif belanja yang cepat, mudah dan tepat, yaitu belanja online. Sehingga saya bisa terus menulis, sambil menunggu belanjaan tiba. Tapi memangnya ada barang belanjaan supermarket yang bisa dipesan secara online? Setahu saya baru ada selevel minimarket, dan itu juga kurang selengkap supermarket. Banyak barang yang saya cari, kadang tidak ada di minimarket.
(Kurir Honest Bee)
Kebetulan teman blogger saya, bunda Anisa, bercerita pernah menggunakan Honest Bee, jasa layanan belanja online. Honest Bee ada promo gratis ongkos kirim bila memakai kode ‘SMARTMOM’, dengan belanja minimal sebesar 250 ribu. Saya lalu mendownload aplikasi Honest Bee dari Playstore, lalu memesan belanjaan di Carrefour, tapi entah kenapa, aplikasi Honest Bee kurang bersahabat di lokasi rumah saya. Aplikasinya lama loading, muter-muter nggak karuan. Alamat rumah saya tidak bisa dikonfirmasi. Akhirnya saya konfirmasi memakai alamat tetangga. Setelah itu pas mau belanja, malah aplikasinya kembali lama loading. Aduh sedih, hopeless kalau begini. Apa saya belanja saja langsung ke Carrefour? Jadi galau.
Saya lalu meminta menelepon bunda Anisa, untuk minta dibelanjakan lewat Honest Bee. Alhamdulillah, bunda Anisa mau memesankan belanjaan untuk saya di Honest Bee. Saya tinggal memberikan list belanja, dan bunda Anisa yang memesankan di aplikasi Honest Bee di handphonenya, jadi bunda Anisa log out dulu, kemudian log in dengan nama saya. Pastinya pakai kode promo ‘SMARTMOM’, biar free ongkir. Bunda Anisa memberikan screenshots total belanjaan sebesar Rp. 266.375,- di aplikasi Honest Bee.
(Screenshots total belanjaan)
Setelah itu saya ditelpon operator Honest Bee, untuk memastikan total belanja, alamat saya dan juga kode promo ‘SMARTMOM’. Untungnya alamat rumah tetangga saya di aplikasi Honest Bee yang didaftarkan bunda Anisa, bisa dirubah ke alamat rumah saya oleh operator Honest Bee. Beberapa menit kemudian, bunda Anisa memberikan screenshots foto dan nama shopper dan kurir kita, agar jelas kita berhubungan dengan shopper dan kurirnya, untuk menghindari penipuan.
(Screen shots Foto Shopper dan Kurir)
Selama menulis artikel di rumah, sesekali saya menjawab pertanyaan di whatsapp dari shopper, mengenai barang yang saya pesan, tapi tidak ada di Carrefour, sehingga shopper menawarkan barang pengganti.
(Screenshots whatsapp dengan shopper Honest Bee)
Namun bila barang yang kita pesan tidak ada, untuk penggantian barang, kita harus mengganti dengan barang yang masih satu kategori. Seperti bila kita memesan buah apel, tapi apel sedang kosong, maka kita bisa memilih buah lain sebagai pengganti, tidak bisa diganti dengan ayam misalnya.
Setelah tanya jawab whatsapp selesai, saya tinggal menunggu barang belanjaan datang. Kurirnya menyampaikan whatsapp kalau barang akan dikirim. Alhamdulillah, tulisan saya selesai, bisa langsung dikirim lewat email, lalu kurir Honest Bee datang. Wah kerjaan selesai, belanja selesai. Senangnya.
Kurir meminta saya untuk memeriksa belanjaan, lalu meminta saya untuk tanda tangan di aplikasi handphonenya dan saya membayar total belanja dan jasa Honest Bee, yang cuma 10 ribu rupiah. Bayangkan kalau saya belanja sendiri, pasti uang transportasinya lebih dari 10 ribu. Hemat kan? Akhirnya bisa langsung membuat kue ulang tahun minimalis, tanpa repot belanja.
(Kurir Honest Bee, sedang memberikan report di aplikasi Honest Bee)
Oya, selain Carrefour, kita juga bisa belanja di toko lain seperti toko khusus kopi. Punya Honest Bee, serasa punya asisten belanja sendiri. Enak banget ya!
Dan inilah hasil belanja lewat Honest Bee, kue ulang tahunnya jadi. Agak sedih sih, karena krim instannya nggak ada, tapi nggak papa deh, yang penting anak senang, karena kue ulang tahunnya sudah jadi.
Biarpun menyandang status mom stay at home, saya paling malas belanja setiap hari. Maunya belanja itu seminggu dua kali, kalau bisa malah seminggu sekali. Bukan apa-apa, selain menyita waktu, biasanya kalau keseringan belanja malah pengeluaran bertambah banyak. Biasa hobi shopping, apa aja mau dibeli. Apalagi kalau tukang sayurnya merayu-rayu dengan murahin harga, biar cuma dapat…
“Aku mau jualan permen, biar dapat uang.” Si kakak semangat sekali berjualan di bazar sekolah. Dia dan teman-temannya diberi kesempatan mengisi stand, saat pengajian para orang tua murdi di sekolah. Dari setelah pandemi, si kakak suka jualan. Barangnya dari pernak-pernik anak perempuan yang saya belikan online, sampai membuat permen handmade untuk dijual. Lumayan banget uang…
Nggak pernah kebayang halal lifestyle bakal nge-trend. Pas ngelamar kerja aja dulu sulit diterima kalau pakai jilbab. Buat solat di pusat perbelanjaan pun, susah cari musholanya. Eh sekarang malah artis pada hijrah pakai jilbab. Dan hebohnya lagi, akan ada pameran muslim pertama dan terbesar yang ada di Indonesia. Woww.. Saya pernah ngerasain banget, ujian memperlihatkan…
Tidak semua orang menerima kenyataan kalau ada anggota keluarganya yang autis. Ejekan dari luar circle keluarga biasa didapat, bahkan bisa juga dari dalam keluarga. Terlahir autis bukan sebuah musibah. Bahkan itu anugerah bila bisa menerimanya dengan ikhlas. Teman Autis menjadi wadah untuk mengedukasi para orang tua yang mempunyai anak autis. Termasuk orang-orang di sekitar yang…
Nggak bohong deh perempuan, maunya mukanya glowing dan cerah. Saya aja buat nutupin agar muka kelihatan bersih, pakai foundation sama bedak compact. Masih kelihatan kusam? Tambahin lagi foundation sama bedaknya. Jadi ingat iklan jadul makanan anak-anak di televisi. Yang tagline-nya, “Berapa lapis? Ratusan.” Begitulah muka saya, berlapis-lapis foundation dan bedak, demi kelihatan mulus. Nggak rela,…
Kopi merupakan minuman favorit saya. Rasanya ada yang hilang bila sehari tidak minum kopi. Apalagi profesi saya sebagai seorang blogger dan freelance writer, yang membutuhkan semangat untuk menulis. Kopi menjadi teman setia dalam menulis agar imajinasi berkembang dan tulisan mengalir lancar di laptop. (Picture by Pexels) Kopi memang sudah merupakan tradisi di keluarga kami…