Ovianty

Kemitraan Sebagai Salah Satu Solusi UMKM Untuk Naik Kelas

Teringat saat krisis moneter tahun 1998 menerjang Indonesia, mal-mal banyak yang tutup. Tapi warung kelontong masih pada buka. Memang menyeramkan kalau diingat perekonomian saat krisis moneter waktu itu. Ekonomi begitu pas-pasan, dimana-mana semua orang mengeluh tidak bisa beli apa-apa, termasuk keluarga saya. Bahkan sampai ada ikan asin yang terkenal sebagai ikan krismon, karena paling dicari kebanyakan ibu rumah tangga yaitu ikan peda. Herannya warung kelontong tetap buka setiap hari, dan orang pun masih berdatangan untuk membeli walaupun agak berkurang kuantitasnya.

Zona Madina Dompet Dhuafa, Hasil Wakaf Untuk Kemashalatan Umat

Dompet Dhuafa telah membuktikan dengan wakaf, bisa membangun berbagai sarana dan prasana untuk umat. Sebagai salah satu alumni institut Kemandirian Dompet Dhuafa, yang berfokus pada pelatihan gratis untuk para dhuafa agar siap berwirausaha atau bekerja. Gedung Institut Kemandirian yang berada di Tangerang, merupakan hasil pemberian wakaf. Saya merasakan bagaimana nikmatnya bisa belajar wirausaha dengan gratis, tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Program Wakaf Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa sebagai salah satu Pioneer lembaga zakat yang sudah berusia 26 tahun, telah membantu banyak harapan

Memesan Tiket Pesawat Mudah Dan Murah Di Aplikasi Pegipegi

Pulang kampung tidak selalu mengasyikkan, apalagi kalau memikirkan biaya yang harus dikeluarkan selama perjalanan. “Tahun ini kamu yang harus pulang kampung ke Bukit Tinggi nemani mama, gantian sama kakakmu,” kata mama. Memang sudah menjadi kebiasaan Mama selalu pulang kampung setahun sekali untuk menengok rumah keluarga, serta sawah dan ladang. Biasanya mama pulang kampung pada bulan Agustus, karena pada saat itu pembagian hasil panen. Dan tahun depan, mama meminta saya yang mendampinginya pulang kampung. Pulang Kampung Ke Bukit Tinggi Terbayang Bukit

Memasuki NIVEA #Sentuhan Ibu Taman Bermain World of Imagination

“Bu, ayo main sama aku,” pinta si bungsu sambil mengeluarkan koleksi mainan mobil dan robotnya. Sedangkan saya sedang sibuk mengerjakan artikel. Memang biarpun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tapi sebagian waktu saya habis untuk membuat artikel dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Rasanya kalau harus menemani si bungsu bermain, seperti buang-buang waktu. Tiba-tiba sudah siang, dan belum ada pekerjaan yang selesai. Kadang karena terpaksa saya menemani si bungsu bermain dengan sambil mengecek pekerjaan di handphone. Sebagai blogger dan micro influencer,

Potensi Agribisnis Dan Peternakan Pada Rakornas Agribisnis KADIN 2019

“Bu, mangga murah-murah banget. Cuma sepuluh ribu sekilo, ini ayah beli dua kilo. Kalau pada suka, besok beli lagi.” Wow, saya tidak percaya, karena mangga sekilonya itu rata-rata dua puluh lima ribu rupiah. Kok bisa semurah itu? Apalagi ini mangga harum manis, yang terkenal laris dan selalu dicari pembeli. Kasihan petani mangga harganya menjadi anjlok begitu, semoga mereka tidak merugi. Pernah juga suami cerita di kampungnya Pandeglang, pohon-pohon jengkol ditebang lalu ditanam pohon durian. Alasannya karena harga durian lebih mahal