Cerita Ovy

Mengatasi Mommy Burnout, Hansaplast Mengadakan Kampanye #SepenuhnyaUntukIbu

Pernah tidak sih merasakan tidak mau ngapa-ngapain karena lelah luar biasa? Belum lagi ditambah bawaannya marah-marah terus, padahal sedang tidak haid.

Mommy Burnout. Dua kata yang rentan dialami para ibu. Coba bayangkan segala tugas menumpuk setiap hari? Dari mengasuh anak, memasak, membersihkan rumah, mengurus suami, dan seterusnya. Seakan waktu 24 jam masih kurang cukup mengerjakan semua tugas. Masih saja ada tugas yang belum selesai dan berantakan.

Aaahh.. Pengen teriak pastinya. Kapan ya selesainya semua tugas? Baru selesai satu, masih menunggu tugas-tugas lainnya. Pusing memang.

Saya pun begitu. Apalagi saat anak-anak masih kecil dan membutuhkan ekstra perhatian. Burnout membuat semuanya menjadi serba salah.

Alhamdulillah sekarang sudah jauh berkurang. Menjadi orang tua memang harus mempunyai ilmu. Salah satunya mempelajari apa itu burnout, gejalanya dan bagaimana mengatasinya.

Mommy Burnout

Mommy Burnout adalah kondisi dimana seorang ibu kelelahan secara fisik dan mental dikarenakan tanggung jawab dari berbaga perannya sebagai istri, orangtua dan tempat keluarga berpijak – seringkali diperbincangkan di media sosial.

Menjalani banyak peran tanpa support system dari suami dan keluarga terdekat, merupakan salah satu penyebab Mommy Burnout. Ini banyak terjadi di para new mom sekitar kita, tanpa disadari oleh orang-orang terdekatnya. Padahal berbahaya sekali, bisa mengakibatkan seorang ibu menjadi stress dan depresi karena kelelahan fisik dan emosi.

“Penting sekali untuk memastikan support system dari suami, dan keluarga terdekat sebagai salah satu cara untuk menangani mommy burnout.” (dr. Mesty Ariotedjo, Sp. A. Dokter Spesialis Anak, Founder @tantanganakofficial, Mom Influencer)

Bila seorang ibu bisa menjalani tugasnya dengan baik, maka tugas ibu dan ayah untuk membersamai tumbuh kembang anak agar anak memiliki kemampuan bereksplorasi. Bila si ibu mengalami burnout, tidak akan bisa maksimal dalam menjaga anaknya. Kurang memberikan kesempatan bagi anak mencoba berbagai hal.

Pasti deh, kalau anak melakukan hal yang dianggap salah, ibu yang mengalami Burnout, langsung memarahi dan melarang. Kadang anak juga belum melakukan sesuatu, tapi sudah banyak larangan.

Kampanye #SepenuhnyaUntukIbu Dari Hansaplast

“Mengetahui bahwa bagian dari masalah Mommy Burnout adalah pola pikir bahwa ibu harus melakukan segala sesuatunya sendirian, Hansaplast menghadirkan  kampanye #SepenuhnyaUntukIbu yang bertujuan melibatkan suami dan support system ibu seperti keluarga dan teman, untuk membantu ibu melewati masa ini.” (Senior Brand Manager Hansaplast Alanna Alia Hannantyas)

Bener kan ya?

Agar seorang ibu mempunyai emosi dan kontrol diri yang baik, penting banget itu support pertama dari suami. Menyusul orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman. Suami yang paling mengerti dan mengetahui istrinya, karena banyak menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga. Keluarga terdekat dan teman juga tidak bisa abai, karena mommy burnout bisa terjadi kapan saja.

Bila suami tidak mendeteksi secara dini saat istri kecapekan dan ada tekanan pekerjaan. Membiarkan istrinya menangani semua kesibukannya sendiri. Hanya menunggu waktu, bila Burnout terjadi dan meledak. Ini memerlukan penanganan yang lebih insentif, seperti konsultasi ke psikolog.

Sebagai sosok terdekat, para suami memiliki andil yang sangat penting untuk membantu istri atau ibu dalam menjalani berbagai peran di kesehariannya. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman atau kepekaan terhadap ibu agar dukungan yang diberikan sesuai, misalnya dengan memperhatikan apakah ada situasi yang mungkin membebani ibu, misalnya: apakah ibu sedang ada deadline pekerjaan atau si Kecil sedang susah makan, dan sebagainya.” (Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi)

Tanda-tanda Seorang Ibu Mengalami Burnout

Butuh healing biasanya sih hehe.. Seperti ingin pergi ke suatu tempat yang sepi, hanya sendiri.

Bagaimana mengetahui seorang ibu mengalami burnout? Bagi yang pernah mengalaminya, terasa lelah banget. Kadang pengen menghilang ke suatu tempat.

  1.  Lelah berkepanjangan menjalani peran sebagai orangtua
  2.  Perbedaan kondisi antara orangtua saat ini dan sebelumnya
  3. ‘Muak’ menjadi orangtua
  4. Menjaga jarak secara emosional dengan anak

Banyak yang menyangka bila seorang ibu mengalami Burnout sama aja kurang iman. Padahal ini merupakan kondisi yang wajar, dan tidak bisa dikaitkan dengan keimanan.

Acts Of Daily Seorang Suami, Mencegah Istri Burnout

Bagi seorang suami, pentingnya mengambil alih tugas istri dalam berumah tangga.

Melakukan tindakan-tindakan kecil yang bisa dilakukan setiap hari yaitu Acts Of Daily, juga sangat membantu seperti :

  1. Memijit istri saat lelah
  2. Menggendong anak atau mengajak anak bermain, sehingga istri bisa istirahat
  3. Mengerjakan tugas mengurus rumah yaitu mencuci piring, mencuci baju, menyapu dan mengepel
  4. Memasak sarapan
  5. Memastikan kotak peralatan dan perlengkapan P3K tersedia, dengan produk perawatan luka hansaplast

 

Hansaplast Brand Pertolongan Pertama Peduli Kesehatan Mental Ibu

Hansaplast ingin membantu para ibu dan keluarganya untuk mengatasi “luka” Mommy Burnout ini sebagai masalah kehidupan modern.

Dengan mengadakan kampanye secara digital bertajuk “Satu Hari, Satu Kebaikan, Aku Sayang Ibu”.

Kegiatan untuk mengajak para konsumen melakukan satu tindakan kebaikan untuk ibu setiap hari dan diposting di media sosial instagram.

Para anak bisa juga ikutan meringankan pekerjaan ibunya. Dari membantu memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan lain-lain.

Bila anak terluka saat membantu ibu, bisa segera diobati dengan Seri Perawatan Luka Hansaplast.

Seminggu yang lalu jari si kakak, terluka karena memarut keju, saat menyiapkan sarapan. Saya lalu menyemprotkan Hansaplast Spray Luka, mengoleskan Hansaplast Salep Luka dan menutup lukanya dengan Hansaplast Plester Luka. Alhamdulillah sembuh.

Produk Seri Perawatan Luka Hansaplast

Hansaplast Salep Luka

Salep serbaguna yang mengandung petroleum jelly murni dan bahan tambahan seperti Panthenol dan Glycerin. Khasiatnya untuk memelihara dan menenangkan kulit, serta mempercepat penyembuhan luka serta membantu luka ringan sembuh 2x lebih cepat dan dengan risiko luka membekas yang lebih rendah.

Hansaplast Plester Bekas Luka

Plester transparan berperekat yang terbuat dari polyurethane, serta telah yang terbukti secara klinis membantu menyamarkan, mencerahkan dan menghaluskan tampilan bekas luka dalam 8 minggu pemakaian dimana hasil pertama dapat terlihat setelah 3-4 minggu pemakaian.

1 thought on “Mengatasi Mommy Burnout, Hansaplast Mengadakan Kampanye #SepenuhnyaUntukIbu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *