Cerita Ovy

Cara Mendapatkan Barang Branded Harga Murah

Pengen belanja barang branded tapi kok harganya mahal? Nggak cukup deh uangnya. Tapi pengen banget beli, gimana ya solusinya?

Pernah nggak sih, ngiri melihat teman punya handphone baru, laptop baru, tas baru dan semua itu barang branded. Yang tidak mudah dibeli kecuali dengan budget murah. Padahal pengen kelihatan seperti anak sultan, walau rekening pas-pasan. Eits, ada lho tips belanja barang branded dengan mudah dan murah.

Menabung

Mama saya banget ini mah. Selalu berpesan untuk menabung dan menabung dulu sebelum membeli sesuatu. Padahal saya paling males menabung untuk membeli barang branded, karena membutuhkan waktu yang lama. Setuju  nggga? Udah gitu setelah tabungan banyak malah sayang buat dibeli, akhirnya uangnya dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih penting, wkwkw..

Membeli Barang Branded Saat Diskon

Suka belanja obralan? Saya juga apalagi saat hari belanja nasional atau ada event-event tertentu yang membuat barang-barang diobral murah. Pandemi ini ada barang tertentu yang dijual murah, seperti sepatu, baju dan tas yang jarang dibeli karena orang jarang bepergian.

Membeli Barang Branded Preloved

Biasanya saya mengincar barang branded secara online dan offline, tergantung mood dan berbagai pertimbangan. Seperti saat saya mau membeli handphone, saya bisa memilih handphone yang sesuai dengan budget. Lalu takutkah saya mendapatkan barang branded yang jelek atau palsu? Insya Allah tidak, karena saya sudah lama main di sini.

Membeli Barang Branded Preloved Di Aplikasi Belanja Barang Preloved

Saya dulu membeli laptop second di Carousel, lumayan juga sih harga normalnya 4 jutaan saya bisa dapat dengan harga 2 jutaan. Caranya mengirimkan pesan kepada penjual laptop yang saya minati. Lalu menanyakan beberapa pertanyaan sesuai spek laptopnya. Setelah yakin, saya meminta untuk COD, ini penting banget, supaya tidak tertipu kalau dengan transfer uang.

Untuk COD saya membawa keluarga sekalian jalan-jalan di waktu weekend hihi.. Yang terpenting suami ikut sih, biar bisa sekalian memeriksa laptopnya. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Hanya agak was-was karena membawa uang cash sebesar 2 juta. Penjualnya menolak transferan, padahal kan bisa ditransfer di tempat dengan m-banking.

Membeli Barang Branded Di Pasar Pagi

Nah kalau yang satu ini, saya biasanya membeli baju branded di pasar pagi hari jumat dekat rumah. Percaya tidak percaya saya mendapatkan baju merek-merek lumayan juga lho seperti gamis Keke, kemeja Hammer, batik Semar, dan lain-lain. Pedagangnya sih bilang ini baju lama di toko, atau tokonya bangkrut dan tutup, sehingga baju-bajunya dilelang ke pasar pagi.

Selain baju juga ada sepatu, pernak pernik, tas, dan lain-lain yang ditemukan di pasar pagi jumat  ini. Sayangnya saya tidak bisa memfoto karena banyak banget copet. Dan saya pernah kecopetan dua kali, untungnya nominal uang masih di bawa 100 ribu. Tapi yang menyesakkan saat hampir kehilangan dua handphone di pasar pagi. Setelah membeli casing hp dan foto tas yang bagus untuk dikasih tahu ke mama, eh malah tas saya disilet. Untungnya kedua hp belum sempat diambil, alhamdulillah.

Membeli Barang Branded Preloved Di Bazar Sekolah

Nah ini program yang bagus sekali dari sekolah. Biasanya para wali murid mengumpulkan barang preloved di rumah dan dijual di bazar sekolah. Hasil penjualannya nanti untuk dana amal seperti bila ada murid atau guru yang sakit, membiayai kegiatan lain yang bermanfaat, dan lain-lain. Walau tidak semuanya branded, tapi dipastikan kualitasnya bagus karena melalui sortiran para panitia.

Positifnya sih, barang-barang di rumah berkurang, dan dapat pahala dengan menyumbangkan barang. Dibandingkan bertumpuk dan berdebu di gudang. Sayang juga ya lama-lama biasanya malah tidak bisa terpakai, seperti terkena jamur.

Sewaktu si kakak TK, saya pun sempat membeli baju untuk si kakak saat diadakan bazar barang preloved di sekolahnya. Alhamdulillah bajunya kualitas bagus, tidak terlihat lusuh dan bekas. Sudah lagi membeli juga turut menyumbangkan dana untuk amal, dan mengurangi potensi jumlah sampah di masa mendatang, dengan menggunakannya kembali barang tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *