Cerita Ovy

Cara Sederhana dan Efektif Membangun Gemar Membaca Pada Anak

“Aku sukanya buku Cars, Robot dan Avengers,” kata Raif, anak laki-lakiku yang berumur 7 tahun. “Kalau aku sukanya Shopkins dan cerita islam,” kata Erin, anak perempuanku yang berumur 10 tahun.

Kedua anak saya ini memang berbeda buku kesukaannya. Tidak bisa membelikan buku yang sama untuk dibaca barengan. Bisa-bisa salah satu bakal ngambek dan marah hehe..

Padahal saya maunya sih beli satu macam buku anak bisa dibaca berdua, biar hemat anggaran belanja buku. Tapi sayangnya mereka tidak mau, terpaksa deh mengikuti kemauan kedua anak ini, agar mereka Gemar Membaca buku.

Membaca buku itu penting. Apalagi saat ini banyak sekali konten dan aplikasi yang mampu mengalihkan anak dari kegemaran membaca, seperti halnya game, media sosial dan televisi.

Beda zaman saya kecil, hiburan paling mengasyikkan cuma membaca buku yaitu majalah Bobo dan komik. Tontonan kartun di televisi masih sedikit, dan hanya bisa dinikmati pada hari minggu pagi. Game pun baru sebatas permainan tetris, yang berupa kumpulan kotak-kotak yang harus disusun.

Mengapa Penting Membangun Gemar Membaca Pada Anak?

Kedua anak saya sebenarnya Gemar Membaca buku. Namun setelah mengetahui asyiknya bermain game di handphone dari teman dan sepupunya, kegemaran membaca mereka mulai berkurang. Saya merasa agak bersalah, beberapa waktu lalu sempat memberikan kelonggaran bagi mereka, sehingga kebanyakan main game dan kurang membaca.

Membaca itu beneran melatih kosakata anak. Saya membuktikan dulu si kakak, Erin saat berumur 3 tahun sempat mengalami speech delay, karena saya kurang mengajak berbicara dan juga tidak rutin membacakan buku untuk dia. Ditambah lagi saya memasukkan dia ke sekolah hafalan Al Quran, sehingga lebih banyak belajar Al Quran dibandingkan mengobrol guru dengan murid.

Si kakak malah berbicara dengan bahasa planet, dengan kata dan kalimat yang dia bikin sendiri. Seperti saat menyebutkan sekolah, dia sebut ‘eolah’.  Setelah itu saya pindahkan dia ke TK lain, dengan bantuan gurunya yang banyak mengajak bicara dan saya yang mulai membacakan buku kepada Erin sambil mengajaknya bicara. Alhamdulillah akhirnya Erin bisa sembuh dari speech delay.

Memang bila orang tua tidak concern dengan kebiasaan anak membaca buku, anak tidak akan mencintai buku. Padahal Gemar Membaca buku merupakan bekal masa depan.  Menumbuhkan pemahaman anak-anak dalam membaca, meningkatkan kemampuan bahasa, dan memperkaya kosakata. Mereka juga akan terbuka dengan dunia luar dan melatih berpikir kritis, karena mendapatkan berbagai pengetahuan dan wawasan.

Cara Membangun Gemar Membaca Pada Anak

Anak pertama kali belajar dari lingkungan rumah, lalu bertambah besar masuk sekolah, belajar juga dari lingkungan sekolah. Gemar Membaca menurut saya tidak bisa dibangun hanya dari rumah saja, tapi juga harus dari sekolah dan Pemerintah.

Alhamdulillah sekolah kedua anak saya, juga menciptakan suasana yang kondusif bagi anak-anak untuk membaca. Selain itu beberapa lembaga Pemerintah juga sudah menyediakan website-website yang berisi buku digital anak untuk dibaca, seperti Perpusnas online.

Berikut Beberapa Cara Yang Bisa Diterapkan Untuk Membangun Gemar Membaca Pada Anak :

Temukan Buku Yang Cocok Dengan Minat Anak Anda

Erin dari dulu sukanya membaca buku yang karakternya anak perempuan cantik seperti Kuda Poni, Putri Sofia, dan Shopkins. Sekarang setelah besar, menyukai buku-buku cerita agama islam seputar Rasulullah dan para sahabatnya. Sedangkan adiknya, Raif suka dengan buku mobil, robot dan super hero.

Mereka menyukai buku-buku dengan tema berbeda dan membacanya dengan senang. Bila diberikan buku yang mereka kurang suka temanya, biasanya suka menolak untuk dibelikan.

Membacakan Buku Dengan Suara Dan Ekspresi Yang Berbeda-beda

Membacakan buku untuk anak dengan suara-suara yang berbeda-beda sesuai dengan karakter di buku. Kadang saya menggunakan suara berat, suara cempreng, suara bass, hanya untuk membedakan satu karakter dengan karakter lainnya.

Mimik muka dan tangan pun tidak ketinggalan diekspresikan agar lebih menjiwai karakter. Ini lebih menarik sih, walau anaknya awalnya malas, setelah dibacakan langsung senang. Raif paling suka bila saya bereksplorasi dengan berbagai suara. Dia akan menatap sambil kadang tertawa.

Menjawab Bila Anak Bertanya Saat Membaca Buku

Kadang Raif dan Erin bertanya tentang kata atau kalimat di buku yang mereka kurang paham,  saya langsung menjawabnya. Agar mereka paham dengan isi buku, dan juga merasa di-apresiasi ibunya karena telah membaca buku.

Terlebih anak-anak kadang kosakatanya masih terbatas, dan banyak bahasa daerah, bahasa asing atau istilah baru yang termuat di buku tersebut. Sehingga kadang mereka tidak mengerti maksudnya, dan bertanya.

Membawa Anak Main Ke Toko Buku Untuk Membeli Buku

Bila jalan ke mall yang ada toko bukunya, kadang saya membawa kedua anak berkunjung ke toko buku tersebut. Di sana mereka bisa bebas melihat-lihat buku-buku anak yang diminati. Biasanya mereka mengunjungi satu persatu rak buku, dan mengambil buku yang disukai.

Mengajarkan anak juga sih untuk merasakan kebahagiaan memilih buku yang disukai. Bebas melihat-lihat tumpukan berbagai buku dan tema, untuk belajar mengambil keputusan buku yang akan dibeli. Walau kadang saya suka nego juga, kalau bukunya terlalu mahal, biasanya saya kasih alternatif buku lain yang harganya terjangkau untuk dibeli.

Memperhatikan Tahapan Pemberian Buku Sesuai Dengan Usia

“Kamu mau buku ini nggak? Ceritanya tentang mobil,” tanya saya pada Raif, sambil menunjukkan buku tentang mobil. Biasanya  saya memilih buku sesuai dengan umur anak, dan bertanya pada anaknya terlebih dahulu, mau beli atau tidak. Seperti Raif belum bisa dikasih semi novel atau buku yang tidak ada gambar ilustrasinya. Dia pasti tidak mau juga bacanya.

Kalau Erin sudah bisa membaca buku semi novel, tapi tetap masih disertakan ilustrasi di dalamnya. Buku semi novel juga tulisannya agak besar, serta masih agak berjarak, beda dengan novel anak-anak yang format tulisannya sudah seperti novel orang dewasa.

Memilih buku untuk anak harus disesuaikan dengan umur dan minatnya, agar anak merasa tidak dipaksa membaca buku. Tidak bisa langsung dipaksakan untuk membaca buku tebal seperti orang dewasa.

Membiasakan Anak Membaca Buku

Kadang bila Erin atau Raif malas membaca buku, saya membacakan buku untuk mereka, agar bisa mendengarkan ceritanya. Atau mereka membaca buku digital audio book, dengan menggunakan internet cepat agar bisa cepat dibuka buku digitalnya.

Intinya membaca dijadikan sebagai kebiasaan, bisa dengan berbagai cara. Tidak hanya buku cetak tapi bisa juga dengan buku digital, agar mereka Gemar Membaca.

Memberikan Hadiah Buku Kepada Anak Sebagai Kado Ulang Tahun, Cabut Gigi Dan Lain-lain

Si Raif anak saya suka meminta kepada ibunya hadiah termasuk buku. Saat ulang tahun dan mencabut gigit kemarin, saya membelikan hadiah berupa buku-buku transportasi seperti mobil dan kereta. Sebelum membeli pastinya saya tanyakan dulu, apakah mau suka buku ini atau tidak.

Bahkan untuk memotivasi giginya yang digoyang agar mau dicabut, saya memperlihatkan buku mobil di marketplace, sebagai hadiah bila giginya copot. Raif menyetujuinya dan jadi semangat cabut gigi.

Mengunjungi Marketplace Untuk Membeli Buku, Terutama Saat Diskon Buku

Saat pandemi dan tidak bisa kemana-mana, sedangkan anak-anak bosan hanya di rumah saja. Saya kerap membelikan anak-anak buku dari marketplace. Asyiknya membeli buku seperti ini, bisa memilih banyak buku sekaligus, karena ada diskon dan free ongkos kirim.

Apalagi dengan internet cepat, mengejar flash sale buku anak yang bagus, dalam hitungan menit bahkan detik sangat membantu. Saya bisa mendapatkan buku anak import seharga ratusan ribu, hanya dengan puluhan ribu. Senang sekali rasanya, apalagi saya tahu sekali buku import itu mahal-mahal dan susah mendapatkan dengan harga terjangkau.

Hanya kalau membeli buku secara online, harus diperhatikan deskripsi buku seperti ukuran buku, berapa banyak halaman buku, hardcover atau tidak, gambar coloring atau tidak. Beda sama membeli buku langsung, bisa langsung kelihatan semuanya. Apalagi kalau ada contoh buku yang terbuka, jadi bisa melihat isi buku sekalian, menarik atau tidak.

Memberikan Anak Pilihan Buku Digital Dari Perpustakaan Dan Berbagai Website

Biasanya saya juga suka mencari buku-buku digital yang ada di internet. Banyak lho saat ini yang menyediakan Buku Digital dalam bentuk gratis maupun berbayar.  Salah satunya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang bisa diakses secara online.

Ini bagus juga sebagai pilihan buat membaca pada anak. Apalagi kalau ada Buku Digital audio book berbahasa inggris. Bagus untuk melatih anak-anak berbahasa inggris dan ceritanya juga menarik karena dikemas dalam bentuk picture book.

Kedua anak saya suka mendengarkan audio book ini walau bahasa inggris, karena setelahnya ada games interaktif yang bisa diikuti. Sehingga menambahkan pemahaman anak tentang cerita di buku. Supaya tidak loading lama saat membuka buku, dibutuhkan internet cepat dari IndiHome Telkom Grup yang handal. Karena kalau membuka website dan Buku Digitalnya sudah lama, biasanya kedua anak saya langsung kesal dan malas menunggu loadingnya.

Peran Pemerintah Dalam Mendukung Gemar Membaca Pada Anak

Seperti yang sudah saya singgung di atas, Pemerintah saat ini juga sudah fokus membangun gemar membaca pada anak. Namun sayangnya belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Padahal buku-buku anak bisa dibaca secara gratis, dan hanya memerlukan kuota internet. Memang koleksinya masih terbatas, berharap kedepannya akan diperbanyak.

Di rumah-rumah yang sudah ada jaringan internet seperti IndiHome dari Telkom Grup, para orang tua bisa menawarkan pada anak buku-buku untuk dibaca. Biasanya buku ini berbentuk picture book atau cerita bergambar, sehingga gampang dipahami oleh anak-anak.

Berikut link untuk membuka Buku Digital anak gratis dari Pemerintah :

  • https://www.perpusnas.go.id/recommendation.php?lang=id&id=Anak-anak
  • http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditkma/buku-seri-pengenalan-budaya-nusantara-2016/
  • https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/category/cergam

Peran Sekolah Dalam Mendukung Gemar Membaca Pada Anak

Alhamdulillah di sekolah kedua anakku ada perpustakaan mini yang berisi buku bacaan anak-anak. Para siswa bisa membaca buku terlebih dahulu sebelum kelas dimulai. Memang sekolah mendukung anak-anak untuk gemar membaca. Bahkan mereka boleh meminjam salah satu buku, untuk dibaca di rumah.

Ditambah lagi juga ada pelajaran sirah, yaitu Ustad membacakan buku-buku agama islam terutama tentang Rasulullah dan para sahabatnya kepada para siswa. Setelah mendengarkan ustad membacakan, para siswa diminta menulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ustad seputar buku di buku tulis.

Metode ini kata pihak sekolah, membuat anak belajar memahami isi cerita dalam buku. Sehingga cerita di dalam buku teringat di memorinya.

Si kakak dan teman-temannya asyik membaca di sekolah

Pentingnya Dukungan Internet Cepat IndiHome Dalam Membangun Gemar Membaca Pada Anak

Saat ini tidak mungkin juga menghindari dari penggunaan gadget dan internet saat ini buat anak-anak. Bahkan saat pandemi kemarin, belajar daring benar-benar tergantung pada internet.

Anak-anak sekarang hanya perlu diarahkan dan dibatasi penggunaan gadget untuk melakukan hal-hal berguna. Mereka di rumah dibolehkan memegang gadget untuk belajar online, belajar dari video-video, dan mencari Buku Digital.

Kebutuhan internet untuk belajar sangatlah besar sekarang. Dengan menggunakan internet cepat IndiHome dari Telkom Group, orang tua bisa memanfaatkan trend gadget pada anak-anak untuk membangun Gemar Membaca. Berbagai Buku Digital anak baik berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris bisa diunduh secara online. Sehingga menambah koleksi bacaan di rumah, tanpa harus membeli versi cetaknya.

33 thoughts on “Cara Sederhana dan Efektif Membangun Gemar Membaca Pada Anak

  1. Aku pernah ke Perpusnas, tapi anak2ku belum sempat aku ajak hihihi 😀 Oh, ya membangkitkan gemar membaca pada anak2 zaman now gampang2 susah sih ya. Alhamdulillaah anak2ku senang membaca. Sekarang bacaan online juga digemari. Untung ada IndiHome sebagai pendukung dengan internet cepatnya, memudahkan kita membaca secara online ya.

  2. Anak-anakku juga beda-beda buku kesukaannya, kadang kalo mau beliin buku bikin kesepakatan dulu musti bergiliran beli bukunya. Kalo bukunya murah mungkin bisa dibeliin bareng, kalo harganya mahal ya terpaksa giliran.
    Membiasakan anak untuk gemar membaca memang susah-susah gampang, musti ngasih contoh dulu

  3. Ini anak2 suka banget dibacain buku ya mba, walau udah lumayan gede. Nah sekarang ada digital jg, jadi bisa baca lewat gadget.
    gemar membaca, netijeeen nih yg suka malas baca hihi. Klo tiap keluarga pakai cara mba Ovy, ntar netijeeennya jadi rajin baca. Lebih baik dr generasi yg sblumnya ya mba^^

  4. Anak-anak saya juga suka kalau saya membacakan buku dengan ekspresif mbak, sering minta lagi padahal saya sudah merasa capek dan suara pun serak. Tapi mengingat ini efeknya baik untuk mereka, ya di coba lanjut terus membacakan buku.

    Memang tak hanya di rumah saja, tapi juga lingkungan menjadi penentu kegemaran membaca anak bisa terawat dengan baik

    1. Bikin anak remaja balik suka buku tuh yg peer bgt buat aku. Kalau kejar ceritanya sih untung skrg ada sounds book ya. Tp kalau model baca materi duh pusing bgt

      Akhirnya aku pake cara anak2 kecil lg tuh. Bacain barengan, gantian gitu2. Kdg buku yg disuka jg tetep aja mesti kayak di “hayooo bukunya”
      Minta tips mbaa

  5. Memang membaca itu harus dibiasakan sejak anak kecil yah, apalagi sekarang udah harus bersaing dengan gadget yang serba cepat dan visual banget.
    Padahal nembaca bisa merangsang imajinasi anak dan menambah kosa kata yaaah

  6. Sekarang buku digital sudah sangat digemari, apalagi biaya berlangganannya juga lebih murah daripada buku fisik. Anak-anak zaman now juga lebih banyak akses smartphonenya. Emang butuh internet cepat tuk akses yang lancar.

  7. Karena aku suka baca, sepertinya turun ya ke anak. Dimulai dengan aku mendongeng. Lalu setelah itu anak-anak belajar baca. Setelah lancar jadi ketagihan baca sendiri. Dan membaca itu memang menambah kosa kata

  8. Anakku juga sudah mulai jarang membaca nih. Apalagi yang kecil kalau kakaknya masih apalagi si kakak dan teman se-genk lagi suka komik berseri seri sampai berburu seri di olshop karena gramedia kosong.

    Tinggal yg kecil ini membuatnya supaya suka membaca.
    Makasih ya mak sharingnya

  9. Aku suka membaca. Untungnya menurun pada anak walaupun anak yang paling kecil. Skarang kalau belanja buku ya beli buat anak juga. Senangnya beli buku sesuai usianya dan keinginannya juga

  10. Iya juga sih, anak sekarang tuh godaannya banyak. Tapi semua tergantung orang tua masing-masing, kalo membiasakan anak suka membaca buku, pasti juga mereka terbiasa. Nah untuk bacaan kalo masih di bawah 5 tahun bisa beli buku satu macam untuk beberapa anak. Tapi begitu mereka udah besar pasti punya pilihan yang berbeda.

    Aku belum pernah baca buku dari Perpusnas, anakku yang sulung malah udah beberapa kali sewa buku di sana. Kalo belanja langsung ke toko buku sering, sebelum pandemi bisa 2 bulan sekali tuh. Tapi karena kebiasaan sejak pandemi ya semua serba belanja online. Apalagi di rumah ada fasilitas Indihome, lancar internetannya.

  11. Wah, iya..
    Salut sama iPusnas yang mudah diakses dengan internet cepat. Dan membangun aktivitas gemar membaca buku ini memang gak mudah. Bagiku yang kadang ingin, kadang enggak, jadi bikin kurang konsisten juga nih..
    Padahal target bacaan tiap bulan selalu ada.

    Yang paling penting memang mencari buku yang sesuai dengan mood sehingga bisa menimbulkan perasaan bahagia ketika membaca.

  12. Membangun agar anak gemar membaca ini susah susah gampang ya mbak, tapi kalau dari lingkungannya sudah terbentuk Insya Allah akan nular ke anak. Anak jadi gemar membaca buku

  13. Iya ih anak sekarang tuh harus banget diajak membaca bersama loh, aku kalau pas di rumah gitu suka ajak anakku membaca cerita bareng. Terus kalau di sekolah anakku, anak-anak diwajibkan membawa 1 buku cerita ke sekolah untuk mereka baca saat free play.

  14. Aahh, baca tulisan ini, inget waktu kecil anak yang bawel banget kalo mau baca buku, banyak nanya kalimat2 yang ga faham.
    Nah, paling mudah kalo mau ngasih kado buku, akan bermanfaat sesuai kalo dengan umur, dan belinya flash sale, apalagi kalo inget kenceng, kalap deh..

  15. Terus terang aku pribadi gak terbiasa dengan buku digital, tapi anak2ku yg termasuk anak zaman now ternyata suka juga baca buku midel begini hehe
    Apapun yang dibaca yang pasti bisa bikin anak makin melek informasi dan menambah pengetahuannya ya mbak TFS tipsnya.

  16. Anak pertamaku masih perlu diperjuangkan banget utk suka membaca. Beda sama anak kedua yang bahkan sering minta dibacain/baca bareng. Anak kedua ini malah mesti dibacain buku sbg pengantar tidur.
    Kadang heran sih, dengan perlakuan/pembiasaan yang sama, resultnya bisa beda hahaha
    Tapi utk keduanya, aku tetap adakan sesi membaca buku di rumah (yg bukan buku pelajaran).

    1. Nah iya ini kenapa ya, anak pertamaku juga sukanya gitu, dia lebih seneng gambar. Tapi anak kedua suka dibacain buku. Mungkin memang sudah tipikal, atau ada tips lain yang kita belum tahu ya.

  17. Huhu hobi baca anak-anak aku mulai berkurang nih. Kayaknya gara-gara aku yang kurang jadi teladan. Jarang baca juga. Tapi lumayan sih, kalo baca ebook mah masih pada rajin. Btw, perpusnas di aku juga masih jadi tempat baca andalan nih.

    1. Idem, aku juga nih kadang kurang kontrol. Godaan game dan aplikasi emang berat yaa. Tapi itu alhamdulillah masih rajin baca ebook, kan sama aja buku juga.

  18. Seringkali anakku bertanya saat dia membaca bukunya dan aku nggak bisa menjawab. Awalnya aku bingung, tp lama-lama aku sampaikan bahwa nanti aku a n cari jawabannya dulu lalu kami berdiskusi ulang ttg pertanyaan ini

  19. Godaan baca buku digital itu anak jadi mudah akses ke games dan aplikasi lainnya. Jadi kudu didampingi bener bacanya sampai selesai.
    Di Ipusnas koleksi buku dongeng anaknya banyak ya mba?

    1. Yang banyak koleksi cerita anak di mendikbud, ceritanya bagus-bagus. Tantangan bagi para ibu ya, saat buka ebook kalau nggak diawasi bisa sambil buka yang lain-lain

  20. alhamdulillah anakku suka banget membaca buku jadi kami agendakan sebulan minimal sekali main ke perpus supaya hemat biaya, heheh
    tapi kalau enggak sempat, biasanya kami baca e-book aja. Banyak yang free dan cerita anaknya bagus-bagus.

    1. iya sekarang bisa banyak pergunakan ebook yang free dan tersedia di perpustakaan ya. Jadi nggak repot lagi harus beli buku untuk sekedar baca. Apalagi yang rumahnya udah penuh kayak aku.

  21. Anak-anak sekarang lebih suka membaca di handphone apalagi kalo HP nya banyak fitur2 gamesnya, bosen membaca trus main games dulu

  22. Anak-anak sekarang lebih suka membaca di handphone apalagi kalo HP nya banyak fitur2 gamesnya, bosen membaca trus main games dulu

  23. Anak-anak zaman now media membacanya sekarang pakai Handphone
    apalagi kalo HP nya canggih banyak fitur-fitur gamesnya, kalo dah bosen membaca mereka main games dulu wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *