Cerita Ovy

Berbagai Inovasi BPJS Kesehatan Untuk Peningkatan Pelayanan

Kalau mengantarkan mama berobat rutin ke Rumah Sakit pakai BPJS, kadang kasihan melihat para lansia yang saat mendaftar kekurangan berkas, atau ketinggalan kartu BPJS. Sedihnya mereka biasanya pulang lagi dan kembali besok hari.

Biasanya saya memang mengantarkan mama berobat bulanan ke Poli Jantung dan Poli Paru di RSUD Pasar Rebo pakai BPJS.  Saat berobat, kami menyerahkan berkas di tempat pendaftaran di pintu masuk RSUD, dan menunggu nama dipanggil kembali. Banyak lansia yang mendaftar sendirian, dan suka bingung kalau ditanyain sama satpam yang menjaga tempat pendaftaran. Kadang ada berkas-berkas BPJS yang tertinggal, atau surat rujukannya belum diperbarui.

Kasihan sebenarnya melihat para lansia yang datang sendirian, jalannya tertatih-tatih dan harus kembali lagi keesokan harinya. Kalau mama berkas kurang bisa saya ambil lagi ke rumah, daripada kembali lagi besok harinya.

Dari dulu mama yang pensiunan PNS guru SMA, menggunakan ASKES yang kemudian merger dengan BPJS Kesehatan. Untuk biaya iuran bulanan, sudah dipotong dari dana pensiun Mama, sehingga tidak perlu membayar iuran bulanan. Berguna sekali untuk berobat bulanan Jantung dan Paru, kalau tidak entah berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk konsul dokter dan membayar biaya obat-obatannya. Biasanya setelah konsul dokter, diberikan berkas obat-obatan yang harus dibawa ke apotek BPJS untuk mendapatkan bukti bayar, baru setelah itu mengantri di loket apotek BPJS.

Baca Juga :

Prosedur Online Berobat BPJS Ke RSUD Pasar Rebo

Gejala Parkinson Pada Orang Tua

Berobat Bulanan Pasien BPJS

“Ada fenomena para pasien yang sudah senior (lansia) sebelum pandemi, mereka itu berobat bulanan selain untuk sehat juga reunian sama teman-temannya yang berobat.”

Mama memang sangat peduli dengan kesehatannya, dan dulu sebelum pandemi saya tidak mengantarkan dia berobat, hanya dibantuin mengantri nomor saja. Karena memang dia katanya merasa sehat akan bertemu dengan teman-temannya untuk mengobrol. Kadang malah bertemu dengan sesama pensiunan guru di RSUD Pasar Rebo, jadi reunian deh.

Saya dan mama di Poli Paru RSUD Pasar Rebo

Biasanya setelah pulang, mama akan menceritakan tadi ketemu sama pasien lain yang juga pensiunan dan mengobrol banyak. Apa aja diobrolin, dari soal anak, kesehatan, keluarga, cucu, dan lain-lain. Namun setelah pandemi, saya agak khawatir membiarkan mama berobat sendirian takut malah buka masker atau lupa jaga jarak sama orang, karena itu saya mendampingi beliau berobat bulanan.

Saat awal pandemi, saya melihat banyak lansia yang didampingi, mungkin karena rata-rata orang belajar daring dan WFH. Tapi setelah beberapa lama pandemi berlalu dimana orang-orang kembali bekerja di kantor dan belajar di sekolah, kembali lagi seperti semula, yang mendampingi lansia berkurang banyak. Sekarang para lansia di saat pandemi sudah jarang mengobrol di ruang Poli, karena memang mengenakan masker dan masih takut untuk berbicara bebas seperti dulu.

Baca Juga :

Mengenal Penyakit Diabetes

Kanker Pada Anak Dan Cara Mengenalinya

Acara Ngopi Bareng

Memang tidak dapat dipungkiri, saat ini asuransi kesehatan memang sangatlah penting. Kalau naudzubillah, jatuh sakit yang memerlukan banyak biaya pengobatan. Tidak mungkin berharap dari uang tabungan. Bisa habis malah kurang bila biaya pengobatan sangatlah besar.

Asuransi BPJS menjadi solusi kesehatan untuk semua kalangan. Bahkan saya lihat memang hampir sebagian besar pasien berobat bulanan di RSUD Pasar Rebo, menggunakan BPJS Kesehatan baik di Poli Jantung dan Poli Paru. Jarang yang menggunakan asuransi swasta lain ataupun membayar pribadi. Dengan menggunakan BPJS Kesehatan tidak perlu repot menyiapkan budget untuk keperluan berobat.

Pernah di awal pandemi, kami sekeluarga melarang mama untuk berobat bulanan di RSUD Pasar Rebo, karena khawatir dengan usia mama yang sudah 60 tahun lebih, rentan tertular covid 19. Ada sekitar setahunan mama tidak berobat, dan selama itu membeli obat secara online atau ke apotek menggunakan dana pribadi. Terasa memang mahalnya obat, terutama obat hirup bagi pasien Paru, yang  suka langka di pasaran saat covid 19 lagi meningkat. Mama meminta kembali berobat bulanan rutin, dengan alasan mau cek EKG di Poli Jantung. Akhirnya saya menemani mama untuk berobat bulanan lagi.

Pak Irfan Humaidi Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta

Skema Bulanan Berobat Bulanan BPJS

  1. Mendapatkan surat rujukan baru setiap 3 bulan di Puskesmas
  2. Berobat bulanan di RSUD yang ditentukan, setiap tanggal yang ditentukan oleh dokter
  3. Membawa fotocopi surat rujukan, KTP, Kartu pasien dan DPJP

Berbagai Inovasi BPJS Untuk Kemudahan Peserta

Semakin bertambahnya peserta dari tahun ke tahun, BPJS dituntut untuk semakin meningkatkan layanan kesehatannya. Apalagi semakin banyak pula fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS, membuat BPJS akhirnya terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi peserta.

Pada hari Selasa, 29 Maret 2022, saya ikut menghadiri Ngopi Bareng Blogger 2022 di Cerita Cafe. Acara yang bertema “Inovasi BPJS Kesehatan Bagi Kemudahan Pelayanan Peserta” membahas berbagai inovasi yang telah dilakukan BPJS Kesehatan.

Costumer Journey

Mengenai bagaimana mendapatkan informasi yang valid tentang BPJS, cara mendaftar sebagai peserta BPJS, mempelajari hak dan kewajiban peserta, bagaimana menggunakan hak sebagai peserta BPJS, bagaimana cara melakukan pengaduan bila mendapatkan hal yang tidak sesuai di lapangan, dan cara update data, pembayaran iuran, dan denda.

Kanal Layanan Tatap Muka

Bagi peserta yang terbiasa dengan cara offline, bertemu langsung dan tidak terbiasa dengan online. BPJS Kesehatan membuka layanan yang dilakukan di 4(empat) tempat yaitu :

  • Kantor Cabang
  • Mobile Customer Service
  • Mal Pelayanan Publik
  • PIPP Faskes

Kanal Layanan Non Tatap Muka

  • Aplikasi Mobile JKN
  • PANDAWA
  • Care Center 165
  • Vika(Voice Interactive JKN)
  • CHIKA
  • Website BPJS
  • Media Sosial BPJS
Moderator Acara Ngopi Bareng

Kemudahan Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Dulu suamiku harus antri dari abis sholat subuh di RSUD Pasar Rebo untuk mendapatkan nomor berobat rutin BPJS. Kebayang nggak dulu? Jadi mau tua, mau muda pasti ngantri, nggak boleh minta didahulukan. Suami cerita sampai ada yang pegal mau duduk, posisi antriannya digantikan sama tas, botol minuman, dan lain-lain. Kebayang lansia yang berobat sendiri tidak ada pendamping, udah sakit, harus berdiri untuk mengantri. Malah ada yang datang jam 12 malam, hanya untuk mendapatkan nomor berobat BPJS, kerasa banget dulu kalau mau berobat.

Sekarang alhamdulillah sudah bisa memesan nomor berobat secara online, tidak harus ketakutan habis kuota. Ternyata sekarang selain mendaftar berobat online, bisa juga memeriksa ketersediaan kamar, jadwal tindakan operasi, dan lain-lain, alhamdulillah. Dan asyiknya walau kartu BPJS kehilangan atau ketinggalan, ternyata bisa menggunakan NIK KTP untuk berobat BPJS.

Kanal Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan

Untuk pembayaran iuran pun, sekarang sudah bisa online. Saya ingat dulu bayar BPJS harus transfer ke bank, sekarang bahkan di Alfamaret dan Indomaret sudah bisa bayar BPJS. Sekarang bahkan di Tokopedia, Gojek OVO, dan lain-lain pun bisa bayar. Malah kalau mau lebih mudah bisa minta auto debit ke Bank seperti BCA, untuk melakukan penarikan iuran tetap setiap bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *