Ovianty

Dengan Bonus Demografi, Green Jobs Berpeluang Menjadikan Indonesia Lebih Bersih

Tinggal di Indonesia itu harus siap sederetan pertanyaan klise. Saat jomblo ditanya, “Kapan menikah?” Setelah menikah  ditanya, “Kapan punya anak? “Setelah punya anak ditanya,”Kapan nambah anak lagi?” Dan seterusnya, wkwkw..

Alhamdulillah kalau ada yang tanya kapan nambah anak lagi saya bisa jawab, “Anak saya sudah sepasang, si kakak perempuan dan si adik laki-laki. Disyukuri aja. Hehe..”

Kadang mikir kasihan pasangan yang belum punya anak, ditanyain terus pastinya. Ingat banget, baru sekitar dua minggu menikah, sudah ditanya kapan isi? Hadeuuh. Sempat stress berat, apalagi saat baru nikah, pekerjaan kantor juga rawan stress.

Memangnya pada tidak sadar, Indonesia termasuk negara yang populasi penduduknya salah satu terbesar di dunia. Karena memang secara turun-temurun, keluarga di Indonesia menyukai banyak anak. Slogan ‘Banyak anak banyak rejeki’ atau anggapan hari tua bakal sepi kalau punya anak sedikit, karena anaknya cepat besar. Belum lagi ditambah pernikahan dini, kurang biaya untuk memakai KB, pergaulan bebas, dan juga faktor lainnya.

Bonus Demografi Indonesia

Di negara maju, rata-rata usia lansia lebih banyak dibandingkan usia produktif, berbeda dengan di Indonesia yang lebih banyak usia produktif dibanding lansia. Ya di negara maju, rata-rata penduduknya menganut hidup sehat namun malas menikah atau mempunyai anak. Mereka mau hidup happily forever, tanpa ribet ngurusin anak.

Tapi nggak papa juga sih, alhamdulillah-nya Indonesia akhirnya bisa menang juga dari negara maju, walau dari segi demografi wkwkw.. Bayangin aja pada tahun September 2020, total penduduk mencapai 270,2 juta jiwa (data Badan Pusat Statistik). Dimana generasi Millennials 25,87 persen dan generasi Z lebih besar yaitu 27,94 persen. Indonesia pun mendapatkan peringkat empat penduduk terpadat di dunia, menurut Census US.

Kabar baiknya usia produktif diharapkan menjadi pemicu sumber kekuatan ekonomi bagi negara. Dan puncaknya akan terjadi pada tahun 2030. Para usia produktif angkatan kerja, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia menuju negara perekonomian terbesar di dunia.

Nah Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, negara-negara Asia akan mengisi daftar 5 negara (G5) dengan kekuatan ekonomi dunia pada 2024. Dimana Indonesia diprediksi ada di peringkat 5 . Posisi tersebut sebelumnya dikuasai oleh Inggris (Britania Raya) pada 2008 silam.

Sumber : BPS

Peluang Kerja Di Green Jobs

Lalu bagaimana caranya menwujudkan mimpi masuk G5 tersebut? Pastinya dengan adanya banyaknya lapangan pekerjaan baru. Dimana green jobs sebagai salah satu solusi pekerjaan berprospek masa depan di Indonesia.

Yups, sebagai salah satu negara yang mengikuti Konferensi Pengendalian Perubahan Iklim PBB (COP 21 UNFCCC) diselenggarakan di Paris, tanggal 30 November – 11 Desember 2015 atau yang lebih dikenal dengan Paris Agreement. Dimana menurut data ILO, salah satu implementasinya Indonesia telah secara sukarela berkomitmen untuk mengurangi emisi GHG-nya hingga 26 sampai 41 persen tahun 2020 melalui program Business As Usual-nya yang diluncurkan tahun 2005.

Karakteristik Generasi Millenials Dan Generasi Z

Ini berarti merupakan peluang untuk para generasi millennials dan generasi Z membidik green jobs. Tapi apakah green jobs merupakan pekerjaan ideal bagi mereka?

Melihat dari tahun kelahiran pertama, generasi millenials dimulai dari tahun 1981, sedangkan generasi Z dimulai dari tahun 1995. Walaupun memiliki kesamaan, karena sama-sama menggunakan internet dan teknologi. Generasi millenials dan generasi Z juga mempunyai perbedaan pada karakteristik pekerjaan yang diidamkan.

Apa Sih Green Jobs

“Ya Allah, ibu nggak bisa bayangin kalau mantu ibu beneran kepotong tangannya, pas lagi mencacah plastik.”

Beberapa tahun yang lalu, seorang ibu teman saya curhat. Jadi suami teman saya mempunyai usaha pengolahan limbah botol plastik. Entah gimana ceritanya, tiba-tiba baju bagian lengannya masuk ke dalam mesin penghancur plastik, dan hampir tangannya celaka. Untung dia sigap merobek bagian lengannya, sehingga masih aman.

Mendengar cerita ini, rasanya nggak banget membuat usaha daur ulang sampah plastik. Belum lagi kalau harus memilah botol plastik dan membersihkannya sehingga aman untuk dihancurkan. Tidak kebayang baunya sampah, dan waktu yang harus dihabiskan. Sepertinya pekerjaan yang men-support daur ulang botol plastik bukan pekerjaan yang menjanjikan, dari segi keamanan dan kesejahteraan.

Terlahir sebagai generasi Millennials yang paling ujung, rasanya saya juga masih berpikir jauh bila harus bekerja di sektor daur ulang limbah. Apalagi generasi Z yang sangat menyukai teknologi, bekerja dengan menggunakan banyak tenaga dan waktu bukan merupakan pilihan pekerjaan yang ideal.

Pengertian Green Jobs

Ternyata menurut Maria Advenita, M.SI, akademisi dan peneliti, bidang komunikasi, pekerjaan daur ulang sampah yang merupakan bagian dari Green Jobs, harus merupakan pekerjaan ramah lingkungan dan layak dalam mendapatkan kesejahteraan. Sehingga menjadi pekerjaan berprospek yang lebih baik.

United Development Programme (UNDP), menyatakan bahwasannya green jobs adalah sebuah program yang akan meningkatkan kehidupan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih layak dan dapat memberikan manfaat lingkungan serta pemberdayaan ekonomi.

Sehingga tidak benar semua pekerjaan yang ramah lingkungan merupakan green jobs. Karena kadang mendapatkan upah kecil dan kurang aman dalam operasional kerja.

Menurut ILO sendiri, banyak pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan merupakan pekerjaan yang “kotor, berbahaya dan sulit”. Ini memang kerap terjadi saat green jobs masih belum memenuhi standar sebagai pekerjaan yang layak. Pekerjaan di sektor industri seperti daur ulang dan pengolahan limbah, energi biomass dan konstruksi cenderung bersifat berbahaya dan berupah kecil.

Green Jobs Di Berbagai Negara

Lalu apa saja sih green jobs yang bisa dilakukan oleh para generasi muda? Pastinya dulu saya berpikir harus menjadi aktivitis lingkungan, pengusaha daur ulang sampah, melakukan penanaman hutan kembali, dan yang berhubungan langsung dengan lingkungan.

Namun ternyata green jobs banyak sekali peluangnya, tidak hanya dalam ruang lingkup penanganan sampah dan banjir. Di negara-negara maju yang sudah concern dengan energi terbarukan. Banyak yang sudah dilakukan seperti :

  • Membuat energi terbarukan dari tata surya, air dan angin
  • Peneliti tumbuhan
  • Pertanian hidroponik
  • Pemandu wisata ecowisata tourism
  • Dan lain-lain

Kondisi Lingkungan Indonesia Saat Ini

Banjir. Topik yang sedang hangat saat ini di musim penghujan, seperti Jakarta. Berkurang drastisnya daerah resapan air dan tumpukan sampah menjadi penyebab terjadinya banjir.

Siapa yang tidak pernah melihat tumpukan sampah di kali, selokan dan di berbagai sudut di Jakarta?

Pastinya sebagai salah negara terpadat penduduk, Indonesia mengalami berbagai dampak, terutama dari segi lingkungan.  Dampak dari kepadatan penduduk menimbulkan berbagai masalah, terutama di daerah perkotaan.

Untuk lingkungan, terlihat jelas bagaimana kepadatan penduduk memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Contohnya selain tumpukan sampah, pencemaran air melalui limbah pabrik dan sampah yang dibuang sembarangan. Polusi kendaraan, terutama di perkotaan yang lebih suka menggunakan kendaraan sendiri.

 

Permasalahan ini merupakan tantangan bagi Indonesia, untuk menyongsong Indonesia lebih bersih. Siapa yang tidak ingin mempunyai negara lebih bersih dan sehat?

Melalui Paris Agreement, Indonesia membuka peluang munculnya berbagai macam Green Jobs untuk dijadikan lahan pekerjaan yang mumpuni oleh para usia produktif angkatan kerja.

Peluang Green Jobs Untuk Indonesia Lebih Bersih

Green Jobs ini menjanjikan sebenarnya, terutama setelah  karena berbagai bidang pekerjaan dapat dikategorikan Green Jobs ketika bertujuan untuk berkontribusi melestarikan atau perbaikan kualitas lingkungan.

Melalui Paris Agreement, Indonesia membuka peluang munculnya berbagai macam Green Jobs untuk dijadikan lahan pekerjaan yang mumpuni oleh para usia produktif angkatan kerja. Walaupun saat ini pemerintah belum terlalu fokus dalam pengembangan Green Jobs, namun para generasi muda bisa memulai pekerjaan apapun yang berkaitan dengan isu lingkungan.

Menurut Maria, menjadi dokter pun bisa termasuk green jobs, asalkan membahas isu lingkungan. Bahkan blogger seperti saya pun bisa asalkan fokus dalam menulis isu-isu lingkungan. Sehingga berkontribusi pada perbaikan lingkungan.

Green Jobs Di Indonesia

Untuk saat ini sudah banyak start up green jobs yang ada di Indonesia. Rata-rata digerakkan oleh para anak muda yang concern dengan isu lingkungan.

Coaction Indonesia merupakan salah satu start up yang concern dengan isu lingkungan seperti energi terbarukan. Beberapa webinar diadakan Coaction Indonesia untuk lebih mengenalkan green jobs kepada generasi muda.

 

Berbagai start up di Indonesia lainnya yang bisa dijadikan ide untuk mendirikan start up green jobs yaitu :

  • Sylendra Power merupakan start up yang fokus dalam pengembangan pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia.
  • New Energy Nexus Indonesia merupakan lembaga nirlaba yang men-support para wirausaha energi terbarukan dengan pendanaan,  program akselerator and jaringan.
  • Enertec Mitra Solusi merupakan perusahaan yang berfokus pada layanan energi, efisiensi energi, dan energi terbarukan.

Green Jobs Apa Yang Kamu Sukai?

Seperti yang dikatakan Maria, pekerjaan apapun yang berhubungan dengan isu lingkungan dengan memperbaiki kualitas lingkungan termasuk green jobs. Apapun profesi yang kita pilih, pastikan memang merupakan pekerjaan ramah lingkungan.

Ada beberapa bidang-bidang pekerjaan yang berpotensi menjawab masalah  perubahan iklim serta masalah-masalah lingkungan lain menurut ILO, antara lain:

  • Memulihkan stok dan konstruksi hijau yang ada
  • Pengolahan limbah dan daur ulang
  • Transportasi umum
  • Pertanian dan produksi pangan yang berkelanjutan
  • Kehutanan yang berkelanjutan (bersertifi kasi) dan mencegah deforestasi
  • Pengelolaan manufaktur dan rantai pasokan
  • Suplai dan efisiensi energi
  • Pelestarian biodiversitas dan ekosistem

Dengan lebih concern kepada isu lingkungan di Indonesia, menjadi bagian dari green jobs, tidak hanya bekerja menghasilkan uang. Tapi juga membuat Indonesia menjadi lebih bersih. Dengan begitu, anak cucu ke depannya akan merasakan hasil dari green jobs yang telah kita kerjakan dari sekarang.

Dan Indonesia juga akan menjadi salah satu negara berkekuatan ekonomi besar dengan green jobs, suatu saat nanti.  Amin yra.

Sumber:

  • https://www.liputan6.com/bisnis/read/4311984/kalahkan-inggris-indonesia-bakal-jadi-negara-ekonomi-terbesar-ke-5-dunia-di-2024
  • https://kemlu.go.id/portal/id/read/96/halaman_list_lainnya/perubahan-iklim
  • http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/8776/2.%20BAB%20II.pdf?sequence=8&isAllowed=y#:~:text=Kemudian%20United%20Development%20Programme%20(UNDP,manfaat%20lingkungan%20serta%20pemberdayaan%20ekonomi.
  • https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/—asia/—ro-bangkok/—ilo-jakarta/documents/publication/wcms_149950.pdf
  • https://sylendrapower.com/about/
  • http://indonesia.newenergynexus.com/
  • https://enertecmitrasolusi.com/
  • https://www.youtube.com/channel/UC4xM9V0C-G-hFNTn-zc_DkQ

48 thoughts on “Dengan Bonus Demografi, Green Jobs Berpeluang Menjadikan Indonesia Lebih Bersih

    1. Bener, rumah keluarga suami juga banjir setinggi dada. Sedih semua ngambang, sudah gitu pada ngungsi. Kalau ada yang bisa ngatasin banjir pakai green jobs enak bangets.

  1. Seandainya punya bisnis, pengen banget nih termasuk bisnis yang berwawasan lingkungan. Tidak fokus beorientasi uang, tapi juga keberlanjutan lingkungan.

    Btw, bonus demografi ini satu sisi adalah kekuatan, sisi lain juga “berbahaya” ketika tidak tertangani dengan baik yaaa….
    Dan anak-anak saya yang saat ini masih krucil adalah termasuk golongan bonus demografi ini.

    1. Iya, anak-anak kita termasuk bonus demografi. Mereka harus mencari pekerjaan, karena persaingan pasti tinggi, salah satunya green jobs supaya bisa bekerja sambil memperbaiki kualitas bumi.

  2. Wah, memang ya generasi milenial zaman now pola berpikrinya sudah jauh ke depan. Pekerjaan Green Jobs yang sangat memerhatikan lingkungan hidup dan kelestarian alam ini patut diacungi jempol dan diikuti masyarakat. Urusan sampah, limbah industri dll memang mau ga mau dihadapi bersama demi terciptakanya Indonesia yang lebih bersih 🙂

    1. Iya kita ketinggalan yaks, dulu mah cari kerja yang penting dapat uang. Nggak peduli sama lingkungan hehe.. Sekarang memang mereka bekerja lebih keras dengan cerdas. Dan juga peduli sama lingkungan.

  3. green jobs memang sudah selayaknya ada dari dulu, agar bumi tetap bersih & lestari. semoga kita & keluarga kita pun juga berkesempatan ya untuk beraktivitas (termasuk bekerja) dengan kegiatan yang ramah lingkungan.

    1. Memang seharusnya dari dulu ya, tapi baru sekarang sejak paris agreement digaungkan lebih kencang. Semoga bisa ya amin yra, bekerja di sektor green jobs.

  4. Bonus demografi yang mau nyalip Britania Raya (gaya bener ya hahaha) sebenarnya bisa jadi modal penting buat pembangunan Indonesia. Seneng deh kalau anak-anak muda sekarang lebih concern sama isu lingkungan. Mudah-mudahan bisa mereduksi dampak global warming dan bumi ini jadi lebih adem buat kita tinggali ya, mak

    1. Wah Britania juga mengalami bonus demografi ya, keren kita sama-sama bersaing. Memang generasi Z itu idenya bagus-bagus ya, bikin start up lingkungan segala.

  5. Bonus demografi memang bisa menjadi peluang emas bila dimanfaatkan dengan baik. Banyak generasi muda Indonesia yang keren pemikirannya. Semoga aja Indonesia semakin maju di tangan mereka. Tentunya dengan tetap peduli terhadap lingkungan

    1. Iya peluang emas banget, dengan banyak SDM semoga bisa menyerap banyak pekerjaan dengan green jobs. Dan membuat bumi lebih baik lagi.

  6. Semoga ke depan,anak-anak kita mendapatkan pekerjaan yang ada dalam kategori green Job. Bagaimanapun ada banyak pilihan pekerjaan yang mampu meminimalisir kerusakan alam

    Saat ini ternyata usaha-usaha yang bermunculan justeru menghasilkan pekerjaan yang non green job. Contohnya bisnis online yang mengirimkan produk masih menggunakan plastik yang banyak ,karena satu alasan, supaya produknya aman dalam pengiriman

  7. Setiap generasi ternyata memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap lapangan pekerjaan yaa..
    Suka banget sama tulisannya, kak.. Deep learning, deep knowing.
    Yang bacanya berasa dapet banyak ilmu bermanfaat dan bisa menjadi edukasi untuk arahan anak-anak akan Green Jobs.

  8. Makin kesini anak muda Indonesia makin kreatif dan inovatif ya mbk. Salah satunya banyak yang terjun di bisnis Green Jobs. Sekarang mungkin belum terlalu familiar di telinga masyarakat, tapi sepertinya tahun mendatang bisa jadi banyak yang pilih Green job

  9. Jadi memang kedepannya kita harus peduli lingkungan ya, Mba.. biar kita tetap bisa hidup dengan baik. salah satunya cari pekerjaan yang masuk kategori green job ini nih.

  10. Menarik banget ya pekerjaan yang ramah lingkungan di Green Jobs ini. Anak sekarang sudah seharusnya lebih memilih pekerjaan yang peduli lingkungan. Apalagi bumi saat ini makin rusak karena sudah lama sekali orang lebih mementingkan kenyamanan dengan banyak kegiatn yang tak sadar menumbulkan polusi

  11. Aku seh tertarik banget sama pengolahan limbah dan daur ulang. Karena kita menghasilkan sampah bnyak banget…kalo tidak dikelola takutnya nanti tragedi leuwi gajah terulang kembali

    1. bener, asalkan pakai teknologi jerman, itu keren banget safety-nya. kalau di indonesia masih alami apa-apa pakai tenaga manusia dan safety-nya kurang.

  12. iya bener ya, kalau dilihat anak gen Z itu memang lebih cepat kalau diajak kegiatan sosial.. semoga ke depan lebih baik dan lebih banyak yang tertarik buat buka lapangan kerja green job begnini dan yang paling penting sih menurut saya mengubah mindset untuk lebih peduli pada lingkungan di bidang apapun pekerjaan yang kita jalani ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *