Ovianty

Menggunakan Ekonomi Digital Meningkatkan Ekonomi Nasional

Gaung di #dirumahaja, sangat digalakkan pemerintah pada awal pandemi. Alhasil, saya mengalami berkali-kali stress, bahkan merasa dunia mau kiamat.

Suka jalan, bertemu dengan banyak orang. Itu tipe saya yang ekstrovert. Tidak pernah terbayang seperti saat ini, selalu berada di rumah. Bersosialisasi hanya melalui dunia maya. Dan takut kemana-mana. Ini sangat menganggu kesehatan jiwa, terutama bagi yang mempunyai bawaan anxiety seperti saya.

Bahkan saya sangat takut, kehidupan ini akan berakhir. Pasti ini tanda-tanda kiamat menjelang. Sampai kemudian tersadar, begitu banyak orang yang membutuhkan bantuan ekonomi. Dampak pandemi ini walaupun tidak terlalu menghantam perekonomian keluarga kami, tapi tetap ada efeknya.

Begitu egois. Hanya memikirkan diri sendiri yang tidak bebas kemana-mana. Padahal orang lain buat makan saja susah. Sampai akhirnya sebuah keinginan muncul, saya ingin menjadi ‘pengusaha’. Supaya ada energi positif tersalurkan walau di rumah aja. Selain itu bisa ikut mendorong perekonomian nasional, supaya bisa bangkit dari pandemi. Namun usaha apa?

Kebetulan ada dua kolam kosong di samping rumah. Setelah berdiskusi dengan suami, kami lalu memutuskan untuk berdagang lele bumbu online dengan merek Terasa Lele lewat e-commerce dan media sosial. Pembayarannya pun dengan transaksi digital melalui transfer uang dan e-wallet. Alhamdulillah aman.

Apa Sih Transaksi Digital ?

Sebagai generasi millenial di perkotaan yang kerap menggunakan teknologi, terutama berbelanja online di e-commerce. Saya terbiasa menggunakan transaksi digital yaitu pembayaran non tunai dalam segala aktivitas pembayaran. Tidak hanya belanja online, tapi juga membayar berbagai tagihan, membeli makanan, transfer uang, dan segala aktivitas lainnya yang berkaitan dengan pembayaran. Rasanya memang sangat mudah dan menyenangkan.

Saat dulu pastinya kalau jalan ketinggalan uang pasti heboh deh mencari ATM, agar bisa pegang uang. Sekarang sih santai saja pergi tidak membawa uang, asal ada ATM, handphone dan kartu pembayaran non tunai. Bisa membayar dan membeli apa saja melalui transaksi digital. Terasa sangat mudah dilakukan, dengan menggunakan scan QR Code, transfer, e-wallet, kartu debit dan sebagainya.

Saya sebagai konsumen sudah tidak lagi bergantung dengan uang tunai. Dengan berbagai metode transaksi digital, lebih mudah kapan pun dan dimana pun bertransaksi. Dulu mau beli makanan harus keluar rumah dan membayar tunai. Membayar tagihan listrik harus ke ATM. Sekarang di rumah bisa membeli makanan secara online dengan e-wallet dan membayar tagihan listrik dengan transfer m-banking. Begitu mudah hidup zaman sekarang dengan transaksi digital.

Transaksi Digital Meningkatkan Ekonomi Nasional

Kerasa tidak sih? Setelah adanya transaksi digital mau melakukan apapun transaksi keuangan terasa sangat mudah. Belanja online, bayar tagihan, beli ini itu gampang. Jualan online, dan menerima kiriman uang juga mudah. Peredaran uang digital meningkat jumlah transaksinya. Ini membuat perekonomian negara menjadi lancar dan meningkat. Untung banget ada transaksi digital, sehingga bisa membantu ekonomi nasional bangkit, walau dilanda pandemi.

Berbicara mengenai ekonomi, memang komponen pertumbuhan ekonomi selain kemajuan teknologi salah satunya yaitu transaksi digital, juga ada akumulasi modal dan pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu dengan adanya berbagai Program Stimulus Ekonomi salah satunya Bantuan Presiden Produktif Usaha Menengah (Banpres PUM) sebesar Rp 2,4 juta. Diharapkan UMKM dapat menggunakan BanPres PUM sebagai tambahan modal untuk meningkatkan usahanya. Dan transaksi digital melalui jualan online dan pembayaran QR Code QRIS, menjadi pilihan terbaik UMKM untuk terus meningkatkan omset penjualan.

 

 Transaksi Digital Di Daerah

“Memaksimalkan digitalisasi transaksi keuangan daerah dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, baik pemasukan dan pengeluaran, bantuan sosial, dan transportasi.” (Filianingsih Hendarta, asisten Gubernur Bank Indonesia)

Selain di daerah perkotaan, daerah juga potensial untuk meningkatkan transaksi digital. Walau usaha yang dibutuhkan pasti lebih keras, karena masyarakat daerah harus mengadopsi kemajuan teknologi terlebih dahulu, seperti menggunakan berbagai aplikasi pada handphone untuk menggunakan m-banking dan e-wallet.

Digitalisasi di daerah memang sangat dibutuhkan, karena diharapkan dapat meningkatkan ekonomi daerah yang kemudian berperan pada meningkatnya ekonomi nasional. Apalagi bonus demografi penduduk Indonesia pada tahun 2030, diharapkan para generasi muda Indonesia bisa membawa Indonesia pada tahun 205o masuk menjadi salah satu negara G5. Digitalisasi transaksi merupakan jawaban dalam meningkatkan ekonomi nasional.  Dan juga membawa Indonesia siap bersaing dengan negara-negara lainnya di dunia.

Transaksi Digital Mendorong Penjualan Online UMKM

Banyak pembeli memilih berbelanja online dengan membayar melalui transaksi digital tanpa harus keluar rumah karena pandemi. Namun banyak hal yang menguntungkan dengan penjualan online menggunakan transaksi digital. Membuat roda ekonomi nasional berputar lebih besar dan membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan omset penjualan.

Bertambahnya UMKM yang mengalihkan penjualan dari offline ke online dan banyaknya bermunculan UMKM baru, disebutkan oleh salah satu ecommerce yaitu Tokopedia. Salah satunya saya yang membuka toko di Tokopedia menjual lele frozen.

“Hingga sekarang sudah terdapat 9 juta merchant (pedagang) yang mulai menjual produk-produknya di Tokopedia atau beralih dari konvensional ke penjualan secara daring.” (VP of Fintech and Payment Tokopedia Vira Widiyasari)

Pengiriman Jarak Jauh Tidak Masalah

Mau kirim barang dari Jakarta ke Bali atau sebaliknya? Bisa, dengan menjual di e-commerce atau di media sosial. Bahkan frozen food dan makanan matang pun sudah bisa melintasi antar provinsi. Dengan adanya tambahan layanan cooler box dan penyediaan freezer di titik-titik transit, dari beberapa ekspedisi pengiriman. Menjual apapun walau jarak jauh tidak menjadi masalah. Pembayaran lewat transaksi digital dan pengiriman melalui jasa delivery.

 Saya menjual lele bumbu frozen sampai ke Tangerang. Padahal rumah berada di Jakarta Timur. Alhamdulillah lele bumbu frozen tetap sampai dalam keadaan fresh dan tidak sampai satu hari. Memang menyenangkan jualan online, karena sekarang lebih mudah.

Memperpendek Rantai Penjualan, Memperbesar Income

Masih banyak petani atau peternak yang kerap mengeluh harga komoditasnya murah dibeli tengkulak. Padahal bila petani atau peternak tersebut berjualan di e-commerce yang dibeli konsumen akhir. Komoditas tidak harus dijual ke tengkulak, yang kemudian dijual tengkulak ke pedagang di pasar. Baru kemudian dibeli oleh konsumen akhir.

Bila petani atau peternak langsung menjual di e-commerce, harga bisa dinaikkan, tapi masih bisa  di bawah harga pasar. Saya pun kadang membeli daging ayam, sayur, bumbu dapur dan lain-lain di e-commerce. Selain harga lebih murah, kualitas komoditas juga lebih segar.

Begitu juga dengan UMKM, peluang menjual produknya ke seluruh Indonesia terbuka lebar. Cukup dijual di e-commerce, produknya akan dibeli banyak orang asalkan kualitas bagus dan disukai banyak orang.

Lokasi Jualan Tidak Menjadi Masalah

Jualan sekarang sangat mudah. Tidak harus menyewa toko atau ruko. Bisa jualan di rumah sendiri atau di kontrakan. Tidak masalah juga. Saya sendiri pun berjualan di rumah. Kolam lele di rumah, dan jualan dengan menerima pesanan dari e-commerce. Kenapa harus takut memulai usaha? Ada transaksi digital yang memudahkan pembayaran.

Memperluas Pangsa Pasar

Dulu berjualan hanya dibeli oleh orang-orang sekitar toko. Sekarang pembeli berdatangan dari manapun. Sehingga tidak usah merasa takut berjualan online. Walau berada di desa sekalipun, karena dengan e-commerce, produk bisa oleh orang dari kota, bahkan beda provinsi. Tidak menyangka juga, tapi memang teman saya yang juga memulai usaha kue, menjual kuenya sampai ke Bali, padahal posisi rumahnya di Tangerang.

Transaksi Digital Menekan Inflasi

Sebagai tipe orang yang paling sebal melihat uang lusuh, saya sangat menyukai lembaran uang baru. Tapi kalau dipikir, pasti menghabiskan biaya yang cukup besar juga bagi negara, untuk selalu mencetak uang baru dan menarik uang lusuh. Enakan pakai transaksi digital, tidak perlu pegang uang. Apalagi pandemi begini, lembaran uang juga dicurigai sebagai salah satu perantara virus corona, duh.

Transaksi digital membuat pemerintah bisa menekan biaya produksi uang kertas baru. Sehingga menghemat dari sisi percetakan uang sehingga secara tidak langsung menekan inflasi dan memperkuat ekonomi nasional. Tuh keren kan pakai transaksi digital.

Transaksi Digital Meningkatkan Aliran Transaksi Pembayaran

Adanya transaksi digital memang membuat orang mudah membayar apapun. Apalagi membayar apapun bisa tepat waktu karena sudah berkurang halangan dalam bertransaksi. Dulu mau membayar tagihan listrik harus pergi ke ATM atau kantor PLN. Membayar tagihan pajak juga harus ke ATM atau ke kantor pajak. Dan pastinya memakan waktu, karena kadang harus antri di depan ATM.

Belum lagi mau belanja, karena harus ke pasar dulu. Kebayang kan capeknya. Apalagi saya di Jakarta yang dulu terkenal macet. Istilah tua di jalan berlaku banget. Membayar ini itu saja sudah habis waktu seharian. Sekarang semua lenyap dengan adanya transaksi digital. Hidup menjadi lebih mudah dan indah pastinya.

Membeli tiket alat transportasi seperti commuter line dan transjakarta pun sudah tidak harus antri seperti dulu. Tinggal isi ulang kartu dan Tap kartu untuk pembayaran. Dan ini memperbesar aliran uang yang timbul karena transaksi digital. Serba memudahkan dan menyenangkan, sehingga menarik orang untuk lebih sering bertransaksi.

Segala cara dilakukan orang untuk bertahan hidup di pandemi. Seperti saya yang berjualan online lele bumbu frozen. Begitu juga negara mencari cara agar keluar resesi. Tapi harapan itu selalu ada. Dengan transaksi digital, sebagai jawaban dalam UMKM menjalankan usahanya secara online, belum lagi dengan kemudahan pembayaran. Diharapkan Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dan meningkatkan ekonomi nasional secara merata dan menyeluruh.

Yuk, pakai transaksi digital dalam berbagai aktivitas pembayaran. Kontribusi kamu menggunakan transaksi digital, bisa meningkatkan ekonomi nasional lhoo..

Sumber : Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *