Ovianty

Pentingnya Remaja Sehat Bebas Anemia Dalam Peringatan Hari Gizi Nasional Ke 61

Kalau lagi tiduran, kadang suka merasa ada yang bergoyang. Panik mikir ada gempa. Tapi pas pelototin barang di lantai sama di dinding kok nggak gerak. Fix, ini anemia saya kambuh berarti.

Anemia sebenarnya tidak bisa disepelekan. Apalagi kalau lagi kambuh, rasa letih, lelah dan lesu datang melanda. Pastinya produktivitas berkurang. Ini disebabkan berkurangnya sel darah merah dalam tubuh. Saat haid, biasanya akan merasa sakit kepala dan suka merasa ada bergoyang. Kena anemia, harus  istirahat dan minum tambah darah.

Tidak kebayang kalau si kakak(8 tahun) juga bakal seperti saya mengidap anemia. Saat hamil si kakak, saya tidak sadar mengidap anemia. Sehingga saat si kakak saat batita diopname di rumah sakit, ternyata selain diare juga terdeteksi anemia. Makanya sekarang si kakak banyak mengonsumsi protein hewani dari susu sapi, ikan dan daging ayam. Dulu bila sudah kecapekan, si kakak minum sirup tambah darah khusus anak.

Memang anemia bisa menyerang sejak dini. Remaja putri lebih rentan, karena mengalami haid dan pola makannya tidak teratur. Bahkan ada yang diet segala, jadinya semakin kurang asupan makanan mengandung zat besi. Ini memprihatinkan karena remaja putri merupakan generasi penerus masa depan yang perlu diperhatikan kesehatannya.

 

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah keadaan dimana konsentrasi HEMOGLOBIN (Hb), yang berada didalam sel darah merah, lebih rendah dari seharusnya, yaitu: Hb < 13 g/dL pada laki-laki dewasa dan Hb < 12 g/dL pada perempuan dewasa.

Tanda-tanda anemia gampang dikenali kalau sudah mengidap anemia, yang dikenal dengan 5L yaitu Letih, Lemah, Lesu, Lelah dan Lalai. Hal ini disebabkan karena rendahnya oksigen yang dibawa masuk ke dalam jaringan tubuh.

Selain merasa 5L, kalau saya yang terasa banget sih sakit kepala dan pusing berputar-putar. Rasanya dunia goyang seperti ada gempa gitu. Pernah suatu malam terbangun, karena merasa kepala seperti digetokin. Baru sadar ternyata belum minum suplemen penambah darah, padahal sedang haid. Selain itu gejala lainnya kulit pucat, detak jantung tidak teratur, nafas pendek, sakit dada, tangan dan kaki dingin.

Bagaimana Mencegah Anemia ?

Biar terhindar dari anemia, memang asupan makanan harus diperhatikan. Paling penting makanan yang mengandung zat besi dari protein hewani yaitu pangan hewani (daging, ikan, unggas). Selain itu juga bisa ditambahkan tomat, kacang-kacangan, bayam, kentang dan lain-lain.

Sebenarnya anemia dapat dicegah dengan menerapkan pola makan yang baik, agar terpenuhi kebutuhan zat besi setiap harinya. Tapi bila memang tidak teratasi, dibutuhkan tablet penambah darah, bisa memang ada bawaan anemia.

Dan juga menjaga kebersihan tubuh, karena bila terkena cacingan rentan anemia juga.

 

Peringatan Puncak Hari Gizi Nasional ke 61

Alhamdulillah saya berkesempatan hadir sebagai peserta webinar, bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian lainnya, pada Puncak Perayaan Hari Gizi Nasional ke 61 “Remaja Sehat Bebas Anemia” menjadi tema yang diangkat pada perayaan Hari Gizi Nasional ke 61. Saat ini Indonesia sedang mempersiapkan bonus demografi yang puncaknya pada tahun 2030. Mempersiapkan generasi masa datang yang sehat dan kuat. Terutama untuk remaja putri agar terbebas dari anemia. Sebagai calon ibu, remaja putri juga harus sehat agar melahirkan anak yang sehat dan kuat juga. Serta terbebas dari anemia.

Pada perayaan ini, dibuka dengan Deklarasi Komitmen Dukungan  Kementerian Kesehatan dalam pemberian tablet tambah darah. Dimana Kementerian Kesehatan berkomitmen menurunkan prevalansi anemia pada remaja umur 12-18 tahun. Selain itu menurut Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, pemerintah tetap fokus dalam  pembangunan SDM. Khususnya terkait masalah stunting dan kekurangan gizi yang dapat mengancam keberlangsungan generasi emas Indonesia.

Sedangkan menurut Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, dengan banyaknya prediksi Indonesia pada tahun 2050 menjadi G5. Negara yg banyak generasi muda, akan mendorong ekonomi negara di tatanan dunia. Hal yang penting dilakukan, memastikan remaja gizi terpenuhi dan fisik kuat. Pastinya supaya remaja putri tidak merasa pusing dan berkunang-kunang dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Dalam acara ini hadir para narasumber yang mumpuni di bidangnya  dengan host dr. Prisca Charity W :
1. Analisa Widianingrum, S.Psi, M.Psi, Clinical Psychologis/CEO APDC I
2. Prof. Endang L. Achadi, Guru Besar FKM UI
3. dr. Indah Kusuma, Miss Beauty 2014 membahas mengenai “Gaya Hidup Sehat untuk Millenial Berprestasi”

Pemaparan Dari Para Narasumber

Penjelasan pertama dibuka oleh dr. Indah Kusuma, yang memberi paparan mengenai kebiasaan makan/diet, aktivitas fisik dan lain-lain oleh remaja putri. Saat ini remaja putri memang banyak yang menyukai makanan junk food, dan ini tidak bagus buat kesehatan. Apalagi bila terbiasa minum Boba setiap saat. Sangat tidak bagus untuk tubuh. Yang bagus itu makan makanan dengan gizi seimbang.

Jangan lupa gizi seimbang ada di isi piringku lhooo.. dengan komposisi yang pas untuk karbohidrat, sayuran, buah dan sayur. Bagi remaja yang menerapkan diet sembarangan, seperti diet keto malah akan membahayakan diri sendiri.

Prof. Endang L. Achadi, membahas tentang definisi anemia, tanda atau gejala klinis anemia, besaran masalah anemia, dan sebagainya. Penting banget ini untuk pengetahuan bagi remaja putri. Apalagi saat menstruasi, tablet tambah darah itu penting banget buat penderita anemia.

Sebagai negara yang tergolong pertumbuhan generasi mudanya tinggi, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Tidak heran sih, kalau di negara lain, banyak yang malas punya anak. Indonesia penduduknya termasuk yang menyukai banyak anak. Sehingga diperlukan generasi muda yang bisa sehat dan bebas anemia, terutama remaja putri.

Sedangkan Analisa Widianingrum, menjelaskan setiap remaja putri perlu punya value, secantik apapun dirinya. Value yang akan membuat dirinya tetap ada gairah hidup dan tetap bersemangat. Dengan adanya influencer kesehatan, bisa memberikan informasi positif kepada masyarakat terutama remaja putri. Mereka sebagai followers akan mengikuti pola hidup sehat yang dicontohkan.

Agar tetap bersemangat, remaja putri walau di rumah aja bisa eksploorasi minat dan bakat. Belajar memasak bisa menjadi keasyikan sendiri sehingga akan muncul keahlian-keahlian baru walau di rumah. Dan bila merasa ada gangguan emosi, bisa konsul online. Kecemasan dan stress ternyata bisa menjalar menjadi gangguan fisik seperti jantung berdebar lebih kencang.

Menjadi remaja putri yang kompleks dengan segala permasalahannya memang tidak mudah. Selain membuat kebiasaan baik dalam makan dan aktivitas fisik. Harus juga menjaga gizi seimbang dalam isi piringku. Selain itu meminum tablet tambah darah penting untuk mencegah anemia. Dan perlunya value, serta eksplorasi minat bakat walau di rumah serta menjaga diri terhindar dari kecemasan dan stress.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *