Ovianty

Hutan Papua Destinasi Wisata Hijau Yang Menarik Untuk Dikunjungi

hutan Papua Barat

Saat hamil usia 4 bulan anak pertama, saya diundang sepupu menghadiri pernikahannya di Jambi. Sedih melintasi hutan selama perjalanan dari bandara ke rumah calon istrinya di Muaro Jambi. Hutan sudah berganti dengan kelapa sawit dan karet. Tidak ada lagi hutan yang asri.

Kemanakah hutan Indonesia yang katanya paru-paru dunia?

Padahal dulu saya ingat banget saat masih kecil, pulang kampung ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat dengan menaiki mobil pribadi sekeluarga. Kami menyusuri jalanan melintasi hutan, benar-benar masih asri. Sampai bertemu harimau sumatera yang berani tidur di tengah jalan.

Namun sekarang hutan Sumatera sudah banyak yang beralih fungsi. Bukan lagi menjadi paru-paru dunia, tapi malah menjadi ladang dan kebun. Udara pun cenderung panas, dan tercium bau karet yang menyengat saat melintasi orang panen karet. Kangen kadang sama hutan yang masih alami dan hijau.

hutan Baliem Papua Barat
Hutan Baliem Foto: Flikcr/Axell Drainville (WRI)

Papua Destinasi Wisata Hijau

Mendengar nama Papua pasti setiap orang langsung kepikiran Raja Ampat. Padahal Papua luas ya, tidak hanya pantainya, ada juga hutannya yang masih hijau dan menyimpan keeksotisan sendiri.

Bagi yang suka menonton film petualangan di hutan, seperti Tarzan. Rasanya amazing banget melihat pohon-pohon yang besar dengan ranting-ranting yang panjang sampai ke tanah. Berbagai tanaman yang unik dengan bunga berwarna-warni. Air sungai yang mengalir jernih. Dan pastinya rakyat Papua pedalaman yang hidupnya bergantung pada hutan.

Belum lagi beragam makhluk hidup di dalamnya yang beraneka jenis, dari burung, mamalia sampai reptil. Memberikan nuansa wisata yang berbeda dibandingkan wisata laut di Raja Ampat.

Papua destinasi wisata hijau menawarkan keindahan alam hijau yang beraneka ragam hayati .  Dimanapun memandang akan terlihat betapa rimbunnya alam membentang di depan mata.

Menyusuri hutan Papua memberikan pengalaman eksplorasi alam hijau, sambil memenuhi paru-paru dengan udara sehat dan segar. Sambil belajar banyak tentang berbagai jenis tumbuhan, pastinya memberikan pengalaman tersendiri yang sangat mendalam.

Papua destinasi wisata hijau menawarkan keindahan alam hijau yang beraneka ragam hayati.  Semakin tinggi wilayahnya, akan dijumpai lebih banyak tumbuhan yang hidup di hutan.

Hutan Papua Sebagai Wilayah Konservasi Dunia

Pada tanggal 20 Maret 2019, Papua Barat menjadi provinsi Konservasi pertama di Indonesia dan juga dunia. Papua Barat akan dilindungi ekosistem laut dan darat. Begitu pula hutan Papua yang masih eksotis. Dimana kita semua masih bisa menyaksikan berbagai tumbuhan dan hewan yang hidup di alam bebas.

Tarian Modern Papua
Tarian Modern Papua Di Pagelaran Seni TMII Foto : pribadi

Papua Barat dengan salah satu daerah keanekaragaman hayati paling banyak di dunia. Dan merupakan hutan hujan terbesar kedua di dunia setelah hutan Amazon.

Dimana masih banyak wilayahnya yang belum dijelajahi oleh para wisatawan. Jadi bila tidak bisa mengunjungi hutan Amazon yang jauh di luar negeri, hutan Papua menawarkan sensasi hutan yang tidak jauh berbeda.

Ditambah lagi luasnya hutan Amazon meliputi sembilan negara yaitu Brasil, Peru, Kolombia, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis. Sedangkan hutan Papua Barat luasnya hanya di provinsi Papua saja. Kebayang kan seperti apa luasnya hutan Papua?

Wisata ke hutan Papua, serasa berada di dunia lain yang sangat berbeda, kalau terbiasa hidup di perkotaan. Papua Barat bahkan memiliki hutan mangrove terluas di dunia dan lahan gambutnya.

Papua destinasi wisata hijau menawarkan keindahan alam hijau yang beraneka ragam hayati.  Memandang hutannya akan terlihat betapa rimbun dan alam, yang masih hijau terbentang di depan mata.

Wisata Hijau Dengan Berbagai Keanekaragaman Hayati

Hutan Papua memang luar biasa memiliki kekayaan botani yang lebih dari 15.000 jenis tumbuhan berpembuluh. Pohon-pohonnya juga besar dan rimbun, tak tersentuh dengan modernisasi zaman. Pohonnya ada yang berumur puluhan tahun, bahkan ada juga yang ratusan tahun. Karena orang Papua mematuhi adat, benar-benar menjaga hutannya bagaikan keluarga.

hutan Papua Barat
Hutan dataran rendah Papua Foto : Red A Butler/Mongabay

Wisata hijau Papua bukan hanya menyajikan pemandangan hijau, tapi juga bisa sambil mempelajari berbagai flora yang hidup dalam hutan sambil bertahan hidup. Tidak hanya keindahan tumbuhan hijau saja, hutan Papua juga menyediakan buah dan pangan untuk dimakan.

ANGGREK

Selain itu di hutan terdapat berbagai banyak jenis anggrek yang konon mencapai 2000 spesies. Penasaran seperti apa saja anggrek tersebut. Karena di Jakarta, hanya terdapat beberapa jenis anggrek yang saya ketahui. Di antara salah satunya anggrek struberi, yang memiliki kombinasi warna putih dan ungu pada kelopaknya.

MATOA

Lalu terdapat berbagai tumbuhan langka yang tumbuh di hutan Papua, salah satunya pohon Matoa. Saya suka banget sama buah Matoa. Pernah membeli dari seorang teman, tapi sayang karena buahnya jarang, susah mendapatkannya. Dan baru tahu Matoa ini berasal dari Papua. Matoa rasanya seperti klengkeng tapi bau durian. Makanya sangat enak dikonsumsi.

buah matoa
Buah Matoa dijual di Tokopedia Foto : Tokopedia

SAGU

Wisata di hutan Papua, juga akan menemui pohon sagu, yang menjadi makanan pokok rakyat Papua. Bila beruntung akan bertemu dengan rakyat Papua yang menebang pohon sagu di hutan, dan membelah pohonnya. Lalu mengambil sagu di dalam batang pohon untuk dimasak.

UMBI-UMBIAN

Selain pohon sagu juga masih banyak tanaman hijau lainnya yang bisa dimanfaatkan saat wisata hijau di hutan Papua seperti petatas dan kombili. Keduanya merupakan sumber bahan pangan selain sagu yang dikonsumi rakyat Papua.

 

Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *