Ovianty

Melindungi Anak Dari Gigitan Nyamuk Saat Bermain Di Luar

Paling males melihat kedua anak cuma berada di dalam rumah. Kebanyakan nonton televisi dan main handphone. Disuruh main keluar rumah, minimal di halaman, kadang saya suka takut banyak nyamuk.

“Raif, jangan main tanah,” teriak saya. “Erin, itu kembangnya jangan dicabutin.” Begitu terus kalau memperhatikan kedua anak main di halaman. Erin (7 tahun) dan Raif (3 tahun) memang suka main apa aja kalau di halaman. Dari pura-pura nanam tanaman sampai kemah-kemahan di teras.

Sebenarnya saya lebih suka mereka keluar, walaupun tanaman neneknya menjadi korban akibat dipetikan terus-terusan. Di dalam rumah terus, nggak terkena sinar matahari dan juga aktivitas bergeraknya berkurang. Jadi malas, udah capek nonton televisi terus tidur-tiduran di sofa.

Apalagi si kecil Raif, bisa duduk seharian di bangku kesayangannya. Makan di situ, main mobilan di situ, nonton televisi di situ. Nggak mau kemana-mana, bahkan buat minum aja, maunya diambilin sama saya. Huhu.., capek mondar-mandir ngambilin keperluannya.

Pentingnya Anak Bermain Di Luar

Yups, dengan anak bermain di luar, mereka lebih eksplore dengan keadaan sekitar. Mengamati tanaman, walaupun awalnya mencabuti ranting daun lalu ditancap lagi ke tanah. Melihat banyak hewan tanah berkeliaran seperti cacing. Beraktivitas dengan menggunakan semua indera tubuh, terutama kaki dan tangan.

 

 

Belum lagi bermain ke taman RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), lingkungan komplek, hutan kota dan sebagainya. Kadang bermain dengan kucing di luar, atau mengejar ayam yang masuk halaman. Membuat anak lebih cerdas, empati dan sensitif dengan lingkungan sekitar.

“Beraktivitas di luar memiliki manfaat yang sangat luas. Peningkatan kreativitas, berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah, melatih kerjasama, hingga mampu memperbaiki suasana hati.” (Retno Dewanti Purba, Psikolog Keluarga)

Bahaya Mengintai Bila Anak Hanya Dikurung Di Dalam Rumah

Memang sih, saya sama seperti ibu-ibu yang lain. Malas kalau baju anak menjadi kotor, sehingga susah mencucinya. Takut anak kemana-mana bila di luar rumah, dan hilang dari pandangan. Mengurung di dalam rumah, sekilas memang tindakan yang tepat. Tapi lama kelamaan berefek tidak baik bagi tumbuh kembang anak.

 

Erin dan Raif asyik bermain di taman

 

Kalau anak hanya dikurung di dalam rumah, bisa berdampak pada :

  • Kecanduan nonton youtube di handphone,  main games dan juga nonton televisi.
  • Berakibat pada anak malas gerak sehingga obesitas alias kelebihan berat badan.
  • Anak kehilangan minat dan peduli pada apa yang terjadi lingkungan sekitarnya.
  • Hilangnya kesempatan bersosialisasi dengan teman sebayanya.
  • Anak bisa tumbuh menjadi manusia anti sosial, hanya mengurung diri sendiri, tanpa mau bermasyarakat.

Cara Melindungi Anak Dari Gigitan Nyamuk

Tapi bermain keluar saat musim panas begini, saya suka takut suka ada nyamuk. Maklum kulitnya pada terang, kena gigit nyamuk langsung memerah. Kadang bisa bikin gatal-gatal, terus digarukin sama kuku jari jadi luka kulitnya.

Karena itu penting memberikan perlindungan pada anak agar tidak digigit nyamuk. Lalu seperti apa perlindungan yang dapat diterapkan pada anak saya?

Memakaikan baju serba panjang dan menutup aurat sudah si kakaknya Erin, tapi tetap saja belum totalitas melindungi dari nyamuk. Leher, muka, tangan, kaki dan area kulit yang terbuka tetap berisiko digigit nyamuk.

 

Nyamuk aedes aegypti (free picture from pixabay)

 

Karena selain meninggalkan bekas, ancaman gigitan nyamuk yang bisa menimbulkan demam berdarah, malaria, hingga chikungunya juga mengintai. Selain menjaga daya tahan tubuh anak agar selalu sehat. Penting sekali memberikan perlindungan pada anak dari gigitan nyamuk, dengan waktu lebih lama.

Bahaya Lotion Anti Nyamuk Pada Kulit

Pernah saya memberikan obat nyamuk lotion, suka agak takut, karena katanya keras untuk kulit. Dan pemakaian dalam jangka panjang, akan berefek tidak baik untuk kulit.

Coba deh olesin lotion obat nyamuk ke tutup bedak, lama kelamaan bisa meleleh tutup bedaknya. Apalagi diolesin ke kulit anak. Dan juga kalau mengoleskan banyak lotion obat nyamuk ke kulit, terasa kulit terasa panas.

My Baby Minyak Telon, Mengandung Bahan Alami, Untuk Melindungi Anak Dari Gigitan Nyamuk

Karena itu saya membutuhkan bahan alami, yang melindungi dari gigitan nyamuk dan aman bagi kulit anak. Seperti sereh, adas manis, eucalyptus, dan minyak kelapa, yang merupakan bahan alami pengusir nyamuk.

Kabar baiknya semua bahan alami tersebut terkandung di dalam My Baby Minyak Telon Plus yang memberikan Long Protection hingga 12 jam. Dengan mengoleskan My Baby Minyak Telon Plus pada anak, saya bisa merasa aman mereka terhindar dari gigitan nyamuk saat bermain di luar.

 

 

Selain itu pasti semua pada tahu, My Baby Minyak Telon juga membantu meredakan perut kembung dan masuk angin. Dengan mengoleskannya ke tubuh anak, mereka bakal merasa hangat dan nyaman saat bermain di luar.

Cara pakainya cukup oleskan 5-10 tetes My Baby Minyak Telon Plus pada dada, perut, pinggang, dan telapak kaki. Dan dapat digunakan setiap hari, terutama sehabis mandi dan bila udara dingin.

Dengan My Baby Minyak Telon Plus, saya sebagai ibu, sudah tidak takut lagi. Percaya anak-anak, bebas main di luar #BebasMainTanpaNyamuk.

 

Mengoleskan My Baby Telon Plus Pada Tangan Raif

Rangkaian Product My Baby

Produk My  Baby nggak hanya minyak telon lhoo.. Masih banyak produk lainnya dalam merawat si kecil seperti shampoo, sabun, hair lotion, cologne, pembersih botol, pelembut pakaian bayi, dan sebagainya.

Rangkaian produk dari PT. Barclay Products ini memang sudah dikenal kualitasnya yang bagus di Indonesia.

Mau tahu lebih lanjut tentang My Baby? Yukk.. kunjungi website dan media sosialnya.

Website : www.mybaby.co.id

Facebook dan Youtube : MyBabyID

Instagram dan Twitter: @mybabyid

323 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *