Ovianty

Pelatihan Otak Untuk Masa Depan Anak

“Aku mau menjadi penulis seperti ibu.” Erin(6 thn 11 bln), anak perempuan saya, menyebutkan cita-citanya, saat ditanya mau jadi apa besar nanti. WOW. Lumayan kaget juga. Ternyata Erin mengagumi pekerjaan saya sebagai penulis freelance, dan ingin menjadi seperti ibunya.

Selain Erin, teman-temannya juga menyebutkan cita-cita mereka. Yang nanti akan dicantumkan di album foto perpisahan TK. Tidak menyangka cita-cita anak sekarang, keren banget. Dari ingin menjadi tentara yang hafiz, pengusaha cargo,  pembalap mobil, pemadam kebakaran, pengusaha sukses, sampai ustadzah.

Pilihan karir zaman sekarang lebih beraneka ragam. Beda dengan zaman saya kecil dulu, rata-rata anak hanya ingin menjadi guru, dokter, pilot sama insinyur. Perkembangan teknologi internet membuka banyak peluang karir baru. Munculnya banyak pekerjaan sektor informal yang menjanjikan seperti youtuber.

Namun adanya Revolusi Industri 4.0, dimana mesin menggantikan pekerjaan manusia. Otomatis peluang kerja di sektor formal menjadi semakin berkurang. Belum lagi ditambah persaingan tenaga kerja di dunia. Sekarang saja sudah banyak tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Apalagi di masa yang akan datang?

 

Bonus Demografi Tahun 2030

“Kapan lagi tambah anak?” Tanya salah satu teman di grup Whatsapp. Waduh, padahal anakku sudah dua orang, sepasang lagi, cewek dan cowok lagi. Masih saja disuruh melahirkan, wkwkw…

Nah ini dia, orang Indonesia memang dikenal paling suka banyak anak. Saya juga kalau umur masih di bawah angka 3, masih mau hamil lagi. Tapi berhubung usia sudah 30 sekian, badan terasa tidak fit seperti dulu. Jadinya ya, insya Allah dua anak cukup.

Ternyata pada tahun 2030, Indonesia diprediksi akan menempati posisi keempat negara yang penduduknya terbanyak di dunia. Memang bonus demografi negara kita akan terjadi pada tahun 2030 yaitu sekitar 295 juta jiwa. Sedangkan pada tahun 2020, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 271 juta jiwa.

Pelatihan Otak Anak

Erin yang pada tahun 2030 akan berumur 18 tahun, sedangkan adik laki-lakinya Raif, akan berumur 15 tahun. Pas banget mereka berdua masuk usia produktif, yaitu dari umur 15 tahun sampai 65 tahun. Dan diprediksi bonus demografi akan berakhir pada tahun 2035, dengan prediksi jumlah penduduk sekitar 305 juta jiwa. Jadinya nanti Erin dan Raif akan bersaing dengan banyak usia produktif lainnya, dalam berkarir. Agak seram juga saya membayangkan. Bisakah mereka tetap survive?

 

Ora Et Labora

When I was just a litte girl

I asked my mother, what will I be

Will I be pretty

Will I be rich

Here’s what she said to me

Que sera, sera

Whatever will be, will be

The future’s not ours to see

Que sera, sera

What will be, will be

(lagu ‘Que Sera Sera’, by Doris Day)

Dulu seorang sahabat pernah mengatakan kepada saya, “Do your best and let Allah do the rest.” Yups, kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa akan datang. Nggak mungkin banget bisa menggunakan pintu Doraemon biar bisa tahu kejadian di masa depan.

Tapi kita tetap harus berusaha untuk yang terbaik dalam hidup, lalu Allah yang akan menunjukkan jalan. Terus berdoa dan berusaha, Ora Et Labora. Karena itu saya tetap akan memberikan yang terbaik bagi kedua anak saya. Biar mereka bisa tetap survive dalam berkarir di masa depan.

Banyak sih program pelatihan dan pendidikan anak-anak yang ditawarkan oleh berbagai instansi. Tapi saya masih bingung, program pelatihan mana yang terbaik. Karena kalau kurang bagus pelatihannya, sayang juga sama nominal uang yang dikeluarkan. Iya kan? Buat sekarang sih saya baru mempercayakan Erin setelah lulus TK, untuk belajar di sekolah komunitas, karena memang lebih baik daripada sekolah biasa. Belum yakin sama pelatihan dan pendidikan lainnya buat Erin.

 

Peluncuran Pelatihan Otak Smiling Star

Ada yang sudah pernah mendengar Pelatihan Otak? Masih asing ya mendengarnya? Nah, beruntung pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019, saya dan para blogger  komunitas Tahu Dari Blogger (TDB), diundang ke untuk launching Pelatihan Otak Smiling Star di Smiling Star Preschool. Yang beralamat di Pos Pengumben no. 40, di dalam komplek Mediterania Housing.

Sebelum acara peluncuran, dalam hati saya bertanya-tanya, apa pentingnya sih Pelatihan Otak untuk anak?

Setahu saya fungsi otak manusia itu terdiri dari fungsi otak kanan dan otak kiri. Sebagai aliran otak kanan, yang lebih condong ke bahasa dan imajinasi. Saya melihat Erin juga lebih condong kemampuan otak kanannya. Erin paling suka cerita, menggambar dan main drama. Lalu apa pentingnya Pelatihan Otak untuk Erin?

Otak Kanan Dan Kiri Manusia

Akhirnya pertanyaan saya terjawab, saat dibuka dengan sambutan dan penjelasan singkat dari Mr. Jimmy New, PBM, Managing Director Smiling Star. Dan menjadi lebih jelas dengan dengan pemaparan mengenai Program Pelatihan Otak Smiling Star oleh Ms. Veni Yenti, Smiling Star Jakarta Representative.

Pelatihan Otak Anak
Pemotongan tumpeng oleh Mr. Jimmy dan Ms. Veni

Ternyata Pelatihan Otak Smiling Star sebagai program modern dan unik untuk meningkatkan kognitif pada anak. Jadi memang dengan melatih otaknya, kemampuan kognitif pada anak akan meningkat. Walaupun memang Erin condong ke kemampuan bahasa dengan banyak bercerita, tapi kemampuan kognitif-nya tetap harus ditingkatkan.

“Dengan Program Pelatihan Otak Smiling Star, kami ingin memberi anak-anak metode dan peluang baru untuk mengembangkan ketrampilan kognitif mereka: dan dengan demikian, lebih lanjut menghabiskan kapasitas mereka untuk belajar dan unggul dalam kehidupan, sejak usia sedini mungkin.” – Dr. Alvin Chan, CEO Neeuro

Sudah pada tahu kan kognitif itu apa? Sebagai mantan guru TK, tentunya saya tahu, walau agak lupa hehe.. Untungnya dijelaskan lagi oleh Ms. Veni.  Jadi kemampuan kognitif berhubungan dengan Attention (Perhatian), Memory (Ingatan), Decision Making (Pengambilan Keputusan), Spatial Ability (Kemampuan Spasial) dan Cognitive Flexibility.

 

Kemampuan Kognitif

Attention

Saat ini memang saya akui fokus atau perhatian anak-anak berkurang. Diminta belajar membaca, kadang fokusnya suka terbagi. Seperti Erin yang ditemani belajar, malah curhat tentang temannya di sekolah. Kalau sepupunya Hanan yang usianya sepantaran, juga suka banget lari-lari, dibandingkan fokus sama pelajaran.

Memory

“Bu, tasku dimana?” Nah ini kebiasaan Erin, suka banget nanyain keberadaan barang-barangnya. Padahal kan dia sendiri yang taruh, kenapa bisa lupa ya? Untuk bisa mengingat sesuatu, memang Erin harus diajarkan untuk meletakkan barang pada tempatnya. Memang meningkatkan kemampuan memory kepada anak juga penting.

Decision Making

Kadang Erin suka bingung untuk memutuskan sesuatu dan bertanya kepada saya. Kita suka ngobrol panjang lebar. Alhamdulillah, Erin mulai bisa memutuskan, seperti mau meneruskan ke SD seperti apa. Kemampuan mengambil keputusan, menurut saya penting buat masa depan.

Spatial Ability

Kemampuan yang ini untuk memahami dan menalar. Sangat bermanfaat untuk keseharian seperti membaca peta, mengemudi, dan juga berolahraga. Ini sepertinya memang bagus buat Erin, yang tidak terlalu suka olahraga.

Cognitive Flexibility

Untuk Kognitif fleksibilitas, memang untuk kemampuan multitasking. Erin mah pasti biasa, sama seperti ibunya yang multitasking. Tapi buat Raif juga bisa melakukan multitasking seperti perempuan asalkan dilatih.

Pelatihan Otak Anak
Saya menghadiri Peluncuran Pelatihan Otak Smiling Star

Dengan program Pelatihan Otak Smiling Star akan memaksimalkan kemampuan anak-anak dengan peningkatan ketrampilan kognitif, yang sangat penting untuk belajar, membaca, fokus dan pemecahan masalah.

Jadi menurut Ms. Veni, Pelatihan Otak merupakan solusi bagi tumbuh kembang otak anak. Walaupun dari hasil tes IQ didapatkan IQ anak tersebut jelek, tapi masih bisa ditingkatkan. Bukan dengan pelatihan terus menerus, sehingga anak menjadi jenuh dan bosan. Tapi dengan dilatih langsung dari otaknya. Tuh kan, anak IQ jelek belum tentu besarnya bakal bodoh.

 

Praktek Pelatihan Otak Anak Smiling Star

Tapi saya penasaran bagaimana caranya Pelatihan Otak diadakan untuk anak. Setahu saya, kalau mengetahui aktivitas otak, kan dipasangin kabel-kabel ke seluruh kepala seperti di rumah sakit. Memangnya anak-anak nggak bakal seram ya? Ternyata Pelatihan Otak Untuk Anak sangat menyenangkan. Mereka hanya dipasangin alat di kepala, lalu main games lhoo.. Enak banget. Wah kalau begitu saya juga mau.

Senze Band
Senze Band

Berhubung saya mendapatkan voucher untuk merasakan Pelatihan Otak secara gratis, saya langsung mencobanya. Ya iyalah, sebelum anaknya coba, ibunya duluan. Mastiin saja kalau pelatihannya memang menyenangkan buat anak-anak. Nah saya diminta untuk mengenakan alat yang disebut Senze Band, yaitu Neuro’s non-invasive EEG headband, yang akan mengukur sinyal otak dengan aman. Senze Band ini bisa digunakan anak dari usia 4 tahun.

Pelatihan Otak Pada Anak
Saya Menggunakan Senze Band

Lalu Tablet yang menampilkan aplikasi Neeuro ini memperlihatkan kalau tingkat fokus saya termasuk tinggi. Disertai dengan tingkat stress saya yang juga tinggi, haha.. ketahuan deh.

Pelatihan otak anak
Layar Tablet menunjukkan tingkat fokus dan stress saya

Setelah itu saya diminta memainkan game yang ada di Tablet. Yeaayy… Game-nya dipilih yang tingkatan level paling rendah yaitu level 1(satu). Kata Ms. Veni, ini mah anak umur 4 tahun juga bisa mainin, huhu.. Syukurlah nilai saya lumayan tinggi. Oiya, game yang saya jalankan itu game main sepeda. Menjalankan sepeda bukan dengan memencet tombol, tapi dengan perintah di pikiran. Gooo…. pikiran saya membayangkan saya sedang naik sepeda, dan sepedanya meluncur mulus, sampai ke garis finish.

Pelatihan otak anak
Pilihan game

Lalu saya juga memainkan game memory. Yang ini benar-benar membutuhkan ingatan kuat. Jadi muncul satu wajah orang dengan nama, lalu kita diminta mengingat namanya. Kalau satu sampai tiga orang masih gampang, pas disuruh mengingat empat orang saya mulai lupa, hihi…

Ms. Veni, menjelaskan dengan melakukan Pelatihan Otak terus menerus seperti ini, maka kemampuan kognitif pada otak akan meningkat. Waah keren banget. Kalau melakukan game seperti saya sih, pastinya Erin dan Raif bakal kesenangan. Dan poin plusnya kemampuan kognitif otak mereka akan berkembang.

 

Kesempatan Kerjasama Dengan Smiling Star

Sebenarnya kenapa ya Smiling Star mengadakan Pelatihan Otak segala? Bukannya cukup mengajarkan dan mendidik anak saja, seperti sekolah-sekolah lain.

Ternyata memang Smiling Star percaya kalau fondasi bagi anak-anak untuk berkembang secara kognitif, emosional dan sosial paling penting. Sehingga Smiling Star yang selama ini selalu mengembangkan banyak kurikulum dan Program Pelatihan Otak, memutuskan bermitra dengan Neeuro di Singapura, untuk menyediakan Pelatihan Otak yang unik bagi anak-anak.

Neeuro memang sejak didirikan pada tahun 2013, merupakan platform teknologi otak terkemuka. Dengan bekerjasama dengan lembaga pendidikan nasional, produk dan layanan Neeuro fokus pada kesehatan otak digital dan teknologi pendidikan. Dengan Neeuro, ternyata otak manusia masih bisa diperbaiki dari dari usia 9 tahun sampai 98 tahun, setelah itu otak akan berhenti berkembang.

“Otak yang baik membantu dalam memiliki rentang perhatian yang lebih baik, memori yang bekerja dan kemampuan belajar, serta untuk tampil lebih baik dalam tugas wawasan kreatif, karena mereka berpikir lebih baik dan lebih jelas. Kemitraan kami dengan Neeuro memberi anak-anak kami sebuah awal dalam perjalanan pendidikan mereka dan mempersiapkan mereka untuk Abad ke-21 dan masa depan.” – Mr. Jimmy New, PBM, Managing Director Smiling Star

Beberapa Penghargaan Smiling Star

  • Asia Pacific Brands Award (2012)
  • Singapore Brain Award (2012/2013)
  • Top Business Achiever Award, Spirit of Enterprise Award (2016)
  • Kurikulum Pra Sekolah Tiga Bahasa Terpadu Pengayaan Terintegrasi Terpadu oleh Parents World Magazine (2019)

Kabar baiknya menurut Mr. Jimmy, tahun ini Smiling Star mengenalkan Program Pelatihan Otak Smiling Star ke Indonesia ke semua sekolah dan Taman Kanak-kanak. Dan saat ini beberapa sekolah islami, pesantren dan kursus calistung bekerjasama dengan Smiling Star, sudah menerapkan Pelatihan Otak untuk anak di sekolahnya. Saya berharap sekolah komunitas Erin dan sekolah lainnya nanti, bisa ikutan franchise-nya nih.

Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Program Pelatihan Otak Smiling Star, bisa menghubungi alamat di bawah ini :

Smiling Star International Pte Ltd

Alamat Singapura : 3A Gambas Crescent Nordcom One Singapura 757089

Telepon : +6562571101

Email: sales@smilingstar.com.sg

Alamat Indonesia : APL Tower Lantai 7 Unit T7 Central Park

Jl. Letjen S. Parman Kav. 28 Tanjung Duren Selatan Grogol Petamburan

Jakarta Barat 11470

Telepon : +62 0818 0759 1803

Email : sales.jkt@smilingstar.com.sg

Website : http://www.smilingstar.com.sg/

Fanpage : SmilingStar Jakarta

Instagram : @smiling_star_international

 

BETTER FOCUS SHARPER MIND

 

Sumber :

  • Press Release Peluncuran Smiling Star
  • Pengalaman Mengikuti Peluncuran Pelatihan Otak Anak Smiling Star
  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/03/06/2020-penduduk-indonesia-diproyeksi-mencapai-271-juta-jiwa
  • https://www.merdeka.com/dunia/prediksi-jumlah-penduduk-negara-negara-pada-2030-berapa-indonesia.html
  • https://nasional.kompas.com/read/2014/01/29/1643028/Tahun.2035.Proyeksi.Jumlah.Penduduk.Indonesia.305.Juta.Jiwa
38 views

20 thoughts on “Pelatihan Otak Untuk Masa Depan Anak

  1. Dengan mengetahui potensi otak dan memaksimalkan kerja otak sehingga kita sebagai orangtua akan membawa perubahan pada cara pandang dan cara mengajar anak saat belajar

  2. Pelatihan otak ini bagus ya, apalagi kalau diterapkan sama anak2 sejak dini ya. Keseimbangan antara otak kanan dan kiri, wah asiknya dapat pelatihan free ya mbak. Ilmunya berguna loh.

  3. Senang banget deh kalau ada metode belajar yang memang benar-benar intens pada kemampuan individu anak-anak, setidaknya belajar itu harus bisa membuat anak tersenyum, bukan malah mumet ya.

  4. Waw 2030 umur sy udh berapa ya jd ikutan mikir, semoga dd Erin dan Raif bs mendapatkan pekerjaan sesuai cita2nya ya nnti.
    Memang ya persaingan dunia kerja semakin ketat dengan hadirnya berbagai kemajuan teknologi yg makin LM menggeser kinerja manusia

  5. Au baru tau ada pelatihan otak buat anak2.
    Kalau yg buat dewasa itu mungkin biar gak pelupa hehe.
    Kalau buat anak kecuil buat membantu mereka belajar gtu ya mba? Biar bisa menyerap apa yang mereka pelajari/ eksplorasi dengan lbh baik.

  6. Woww keren bisa latihan otak.. Btw anak2 memang sekarang makin keren dan Kreatif. Kalo anakku cita-cita nya pengen jdi arsitek untuk buat majid yang besar dan bagus ehee

  7. Kaget pas baca kantornya di Singapore.
    Hehee…tapi endingnya, ada di Jakarta ternyata.
    Saat ini, banyak sekali penelitian mengenai otak yaa…mungkin neuro ini yang pada akhirnya mengendalikan segalanya ketimbang IQ, dkk.

  8. Wah, baru tau nih ada program pelatihan otak kaya gini mbak. Bagus banget dengan gitu kita sudah menyiapkan dan mendukung anak kita untuk berkembang lebih baik sesuai kompetisi jamannya ya.

  9. Metode belajar buat anak memang sangat penting ya kak. Belajar itu bukan harus pusing dan di porsir habis-habis san. Harus menggunakan metode yg baik hehe.
    Semoga dengan adanya program Slimming Star, bisa semakin baik dalam metode belajar ya

  10. Metode belajar buat anak memang sangat penting ya kak. Belajar itu bukan harus pusing dan di porsir habis-habis san. Harus menggunakan metode yg baik hehe. Semoga dengan adanya program Smiling Star ini bisa menjadi lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *