Ovianty

Animasi Karya Anak Bangsa Nano Millenial Force

Hayoo ngaku, siapa yang pas masih remaja, paling boros beli komik?

Menjadi comic lover membuat saya dan kakak saya saat masih remaja, paling doyan belanja komik.

Apalagi pas zaman komik jepang lagi nge-trend. Dibela-belain nabung, biar bisa beli keluaran terbarunya.

Saya ingat banget komik Jepang kesukaan saya seperti Candy, Yokohama, dan Topeng Kaca. Kenapa suka? Karena selain penyajian gambarnya yang bagus, ceritanya juga penuh motivasi.

Apalagi ada banyak komik jepang yang kemudian diangkat menjadi animasi televisi. Yang pastinya banyak penontonnya, karena komiknya sudah tenar duluan.

Saat sekarang saya perhatikan di toko buku, banyak anak-anak remaja yang juga suka komik. Suka berkhayal kadang kapan ya, Indonesia bikin komik yang keren dan kekinian. Terus dijadiin animasi, wow keren.

Negeri kita kaya akan budaya, bahasa, seni, karakteristik daerah dan sebagainya. Saat ini sudah bermunculan anime yang mengambil kekayaan seni budaya Indonesia. Dan sekarang mulai muncul trend, kita mencintai bangsa ini lewat karya animasi luar negeri.

Padahal bila ada film karya anak bangsa yang menampilkan kekayaan seni Indonesia, hasilnya akan lebih maksimal dan touching. Belum lagi hasil secara ekonomi sangat besar yang dihasilkan dari animasi. Karena selain animasi, bisa juga dijual merchandisenya. Coba bayangkan berapa banyak uang yang akan dihasilkan, dari ekonomi kreatif ini?

Film Nano Millenial Force, Animasi Karya Anak Bangsa

Sekarang ini sudah bermunculan film animasi karya anak bangsa, yang berpotensi besar dalam menyaingi animasi buatan luar negeri. Semoga bisa berpeluang juga menjadi nominasi Oscar seperti animasi buatan Jepang. Amin.

Tidak seperti awal-awal muncul animasi di Indonesia. Yang animasinya yang masih kaku, atau kurang halus. Daftar film kartun Indonesia cukup diterima baik masyarakat seperti Battle of Surabaya, Si Unyil, dan lain-lain. Tidak kalah dengan kartun buatan Malaysia tentunya.

Geliat pertumbuhan animasi di Indonesia pun semakin tinggi. Ini dibuktikan dengan di-launchingnya film animasi Indonesia terbaru yaitu Nano Millenial Force.

Yang menakjubkan dari film animasi karya anak bangsa ini bagi saya, karena ini hasil karya dari siswa pelatihan BPPLK BEKASI. Saya pikir dari lulusan animasi perguruan tinggi mana. Karena kartunnya halus, dan ceritanya juga bagus.

Dengan menyasar pangsa pasar anak muda, para tokoh yaitu Nano, Yoko dan Aris yang sedang magang di Jepang. Animasi ini menceritakan tentang mereka yang tersesat di kuil Kiyomizu Dera di Tokyo.

Malang yang membawa berkah, karena akhirnya mereka bertemu dengan Hanida, yang membuat mereka semangat menjadi pengusaha. Dan juga pastinya ditambah dengan bekal pelatihan di BPPLK.

Idenya menarik juga menjadikan film animasi NANO MILLENIAL FORCE sebagai sarana untuk membangkitkan jiwa wirausaha anak muda. Karena anak millenial, sudah tidak sesuai untuk dinasihati seperti zaman dulu.

Mereka lebih suka berpikir secara rasional, dan condong melakukan hal yang mereka sukai. Bagi yang penasaran mau nonton, ini dia trailernya.

 

Pelatihan Movie Animator BPPLK CEVEST

Sebagai seorang perempuan yang suka shopping, saya pernah lho menderita banget nggak bisa shopping karena tongpes alias kantong kempes. Alasannya klasik sih, setelah menikah lalu hamil dan keluar kerja. Otomatis penghasilan hanya bergantung kepada suami.

Malah masalah uang, menjadi salah satu hal yang kami perdebatkan. Disuruh hemat terus, terus gimana sama hobi shopping saya, bukannya lebih baik menambah penghasilan?

Saya akhirnya memutuskan mencari pekerjaan kembali setelah mempunyai anak satu, dan menjadi pengajar Toddler di Daycare. Tapi karena mau promil, saya memutuskan resign dan kembali menjadi ibu rumah tangga.

Baca juga :

Astaga, Ternyata 7 Hal Ini Yang Terjadi Pada Anak Yang Dititip Di Daycare

Alhamdulillah saat hamil anak kedua, saya mendapatkan job menulis skenario sinetron yang bisa dikerjakan di rumah. Kerjanya lumayan fleksibel, menunggu kiriman treatment, lalu menulis scene dan dikirimkan kembali ke Head Writer melalui email. Lalu setiap minggu menerima transferan fee. Enak ya.

Dari fee tersebut, akhirnya saya bisa membeli berbagai peralatan dan perlengkapan bayi yang saya inginkan, tentunya dengan harga terjangkau. Dan mempunyai persiapan uang untuk menginap di kamar bersalin kelas satu setelah melahirkan, sesuai keinginan saya.

Baca juga: Cara Menulis Skenario

Nah ladies, penting banget buat perempuan mempunyai penghasilan sendiri. Tapi kalau tipenya kayak saya, yang nggak bakat jualan sama masak dan juga malas ngantor, bisa mencoba bidang lain seperti Movie Animator.

Kalau dulu sih, saat ikut pelatihan menulis skenario, saya sempat mengikuti pelatihan yang berbayar dan juga tidak berbayar alias gratis. Trus gimana sama Movie Animator? Bayar nggak ya?

animasi karya anak bangsa
Peresmian Creative Room BPPLK Bekasi

Nggak kok ladies kalau belajarnya di BBPLK Bekasi alias GRATIS. Di BPPLK nanti diajarin pelatihan Movie Animator antara lain.

  • 3D Modelling
  • 3D Animate
  • 3D Ringging
  • Editing & VFX
  • Storyboarding
  • Character Design
  • Teaching Factory

Asyiknya kalau bekerja animasi, bisa freelance, nggak harus ngantor juga, pas banget buat perempuan yang sukanya di rumah.

Seperti kata bapak Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri, pada sambutannya dalam Peresmian Creative Room & Peluncuran Film Animasi Nano Millenial Force di BPPLK CEVEST Bekasi, pada hari Jumat, tanggal 16 November 2018. “Buat kerja di bidang ini, bisa sambil liburan di pantai atau berada di rumah. Tapi terima orderannya dari Pixar atau Disney.”

animasi karya anak bangsa
Sambutan Menteri Tenaga Kerja

Dan pastinya pekerjaan movie animator ini menghasilkan uang yang lumayan besar lho. Apalagi kalau beneran dapat order dari luar negeri, dibayarnya pakai dolar. Untuk komunikasi bisa lewat whatsapp dan email.

Sekedar gambaran aja, dulu tahun 2015 hanya menjadi asisten penulis skenario selama kurang lebih 3 bulan, saya bisa mendapatkan uang sekitar 17 juta rupiah. Itu merupakan nilai yang cukup besar bagi saya, seorang ibu rumah tangga yang cuma di rumah. Pas kerja pun, bajunya dasteran, muka polos dari make up dan rambut awut-awutan ladies.

Itu baru nulis skenario lho, apalagi kalau punya skill 3D Modelling, Story board, atau hasil pelatihan lainnya di Movie Animator BPPLK Bekasi. Pasti juga penghasilannya lumayan buat nabung rumah.

Cuma resikonya sih kerja beginian, suka dilihatin heran sama tetangga, nggak kerja tapi jalan-jalan terus. Mukanya juga hepi-hepi aja biar tanggal tua, hehe.. Maklum bukan karyawan yang nungguin gajian setiap bulan.

Salah satu siswa Movie Animator BPPLK Bekasi yaitu Amri Farhan, yang memegang Story Board di animasi karya anak bangsa, Nano Millenial Force. Amri Farhan yang  juga lulusan jurusan Komputer, di salah satu perguruan tinggi ini memang suka menggambar. Tangannya luwes banget membuat menerjemahkan skenario ke gambar adegan demi adegan.

animasi karya anak bangsa
Amri Farhan, story board film animasi Nano Millenial Force

Peluang banget kan ikut pelatihan Movie Animator dari BPPLK Bekasi. Semoga ke depannya, para siswa BPPLK Bekasi bisa membuat film animasi buatan Indonesia yang mendunia.

Merchandise Dari Film Nano Millenial, Animasi Karya Anak Bangsa

Saat launching kemarin, saya surprise banget, BPPLK Bekasi juga menyediakan merchandise Nano Millenial Force, yaitu berupa mug. Selain itu juga ada paper bag dan juga tas Nano (sayang yang ini lupa difoto).

Soalnya sebagai mantan comic and animation lover, saya ingat bagaimana excited-nya saya bila menemukan merchandise animasi yang saya suka. Apalagi sekarang ini banyak banget merchandise animasi yang dijual, sampai bajakannya juga beredar.

Dan anak perempuan saya termasuk salah satunya, kalau mau beli sesuatu itu mintanya bergambar My Little Poni. Sedangkan adik laki-lakinya maunya bergambar Tobot atau Cars, hihi..

Kebetulan juga para adik-adik dari TK  Al Husna yang ikutan nonton bareng animasi karya anak bangsa Nano Millenial Force pas launching, juga suka sama tasnya. Mereka juga suka sama trailernya, sampai ada yang tepuk tangan segala pas nonton.

animasi karya anak bangsa
murid TK Al Husna ikutan nonton bareng

Saya sih berharap selain penayangan episode Nano Millenial yang akan semakin banyak di channel Youtube beserta promonya. Bakal banyak juga nih merchandise Nano Millenial Force yang dijual, naksir tas punggung Nano Millenial Force. Apalagi kalau diskon, lumayan banget bagi perempuan pengejar diskonan kayak saya, hehe..

Semoga ya, karena penting memang penjualan merchandise. Tidak hanya menghasilkan uang, tapi juga bahan promo Nano Millenial Force sendiri. Jadi bila ada masyarakat yang melihat merchandisenya banyak beredar di online atau offline. Pasti juga akan penasaran sama animasinya.

Kalau saya berharap karena film animasi terbaik Nano Millenial Force ini menyasar ke generasi Millenial, maka merchandisenya bisa berupa barang-barang anak millenial. Selain mug, paper bag, tas punggung, kaus bisa juga produksi casing handphone, gelang tangan, jam tangan, dan anime action figure.

Jadi tidak sabar menunggu tayangnya episode-episode Nano Millenial Force dan juga belanja merchandisenya, yang harganya terjangkau alias murah, hihi..

1 thought on “Animasi Karya Anak Bangsa Nano Millenial Force

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *