Peluncuran Embara Embun Mimpi, Antologi 101 Haiku
di celah kayu
![]() |
di celah kayu
![]() |
Yorick. Sebuah novel dengan warna cover dominasi hitam. Terlihat gambar seorang anak laki-laki, yang bersimpuh di pangkuan nenek tua. Kesan kesedihan dan kemiskinan terpancar dari covernya. Saya mendapatkan referensi novel Yorick ini dari seorang teman blogger. Sebagai tipe pembaca yang suka dengan tema drama kebahagiaan dan komedi. Saya kerap menghindari cerita-cerita yang sarat dengan airmata….
“Bosan, pengen jalan-jalan, pengen healing, pengen punya buku sendiri. Jalan-jalan ke tempat yang jauh dari kota. Menikmati keindahan alam, ngopi di pinggir sawah sambil makan gorengan. Teriak-teriakan hehe..” Ngapain sih saya menulis seperti itu? Ya, itu salah satu tulisan pendek yang saya buat saat mengikuti workshop “Latihan Mengarang” Achi TM, pada acara Erlangga Art Awards…
Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi Seluas tanah sebanyak madu, adalah harta harapan Penggalan lagu Papua yang dinyanyikan oleh Edo Kondolangit, memberikan gambaran tentang surga di bumi bernama Papua. Saat mendengarkan lagunya saya tidak mengerti. Seperti apa surga bernama Papua. Bukankah tempat wisata yang indah di Papua hanya Raja Ampat? “Sebelum…
Sebelum menikah, muka saya kerap berjerawat. Biasanya kalau sedang parah, jerawat batu muncul di beberapa tempat di wajah. Dan itu mengesalkan sekali, karena pastinya menjadi malu buat tampil di depan umum. Padahal saya sudah memakai salep atau melakukan facial dan peeling buat menghilangkan jerawat, tapi tetap saja jerawatnya nggak mau hilang. Sedih banget. Alhamdulillah sejak…
Saya nggak nyangka mendapat undangan teh Ani Berta, untuk kembali belajar mengenai cara menjadi content writer season 2. Wow, serasa nonton film, ada lanjutannya, hehe.. Sebagai orang yang bertahan dengan satu profesi hanya sebagai blogger. Menjadi content writer bisa menjadi peluang tambahan. Yang pertama pastinya buat mendapatkan uang, asyik ya, dan yang kedua, memperdalam…
Menjadi warga di kawasan Red Zone Covid-19 itu rasanya nggak nyaman. Mau berkunjung ke tetangga sungkan. Mau melayat takut. Apalagi mendengar satu persatu tetangga meninggal, dan ada jamaah masjid depan rumah yang diisolasi. Sedih dan was-was. “Hah? Masak ibu itu udah meninggal? Jadi sakit karena positif corona? Innalilahi wa inna ilaihi rojiun.” Saya langsung pusing…
Eah, aku salah satu penyuka puisi
bagus nih bukunya mba, puisinya juga mini dan unik
Haiku ini puisi pendek dengan rumus tertentu kan ya. Pernah baca artikelnya dulu di majalah LIA he he.