Peluncuran Embara Embun Mimpi, Antologi 101 Haiku
di celah kayu
![]() |
di celah kayu
![]() |
Pagi-pagi setelah menerjang hujan dan kemacetan ibukota, saya sampai di gedung Cyber 2 Tower yang berlokasi di Kuningan. Tidak kebayang setiap pagi akan menghadapi situasi seperti ini, bila masih menjadi orang kantoran. Untunglah sekarang saya menjadi blogger dan freelancer writer, jadi tidak harus nyetor muka ke kantor. Sampai di kantor Exabytes, ternyata seminar ‘Social Strategy…
Siapa yang suka scroll tiktok? Hihi.. aku juga dong. Tiktok yang dulu dibilang isinya cuma joget-joget doang. Sekarang bertransformasi menjadi platform mencari uang yang sedang ngetrend di Indonesia. Eh emang bisa cari uang lewat tiktok? Bisa dong, Apalagi sekarang tiktok bukan sekedar entertain, tapi sudah merambah ke tiktok shop. Kebetulan aku udah kecipratan uang dari…
Munculnya virus Corona berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia, juga Indonesia. Terutama pada industri pariwisata yang sangat terasa efeknya. Dari maskapai penerbangan, tempat wisata, kuliner, dan sebagainya. Sangat merasakan dampak dari virus corona. Bahkan kakakku batal ke Korea Selatan pada akhir Februari 2020 kemarin karena semakin banyaknya suspect Corona di sana. Bahkan KBRI di Korea…
Pernah nggak dapat surat cinta? Saya pernah, tapi cuma sekali. Dapatnya juga nggak nyangka, dikira surat biasa aja sewaktu masih kuliah. Isinya lumayan touching sih, mencoba menyakinkan saya kalau si pengirim mencintai saya, tapi berhubung saya tidak pernah menganggap si pengirim surat itu sebagai orang yang saya suka, jadinya surat itu saya buang, hehe.. Buat…
“Niat bapak saya itu baik, seperti meminta saya salat atau melarang saya merokok. Tapi cara dia itu lho yang menyakitkan hati. Bapak selalu pakai kekerasan. Ia tidak sungkan memukul saya berkali-kali agar saya mau salat.” (Munir Kartono, Eks Pencari Dana Teror) Dari kecewa pada bapaknya, dan kehilangan sosok Ibu di rumah karena harus bekerja menjadi…
“Bu, mangga murah-murah banget. Cuma sepuluh ribu sekilo, ini ayah beli dua kilo. Kalau pada suka, besok beli lagi.” Wow, saya tidak percaya, karena mangga sekilonya itu rata-rata dua puluh lima ribu rupiah. Kok bisa semurah itu? Apalagi ini mangga harum manis, yang terkenal laris dan selalu dicari pembeli. Kasihan petani mangga harganya menjadi anjlok…
Eah, aku salah satu penyuka puisi
bagus nih bukunya mba, puisinya juga mini dan unik
Haiku ini puisi pendek dengan rumus tertentu kan ya. Pernah baca artikelnya dulu di majalah LIA he he.