Ovianty

Jangan Larang Anak Menggunakan Gadget

Menjadi orang tua zaman sekarang pasti bingung deh, karena terlalu banyak informasi yang masuk. Entah itu dari artikel di website parenting, sampai postingan di media sosial. Belum lagi perang opini para ibu-ibu, tentang pola pengasuhan yang dianggap benar. Seperti memakai gadget aja oleh anak, itu bisa menjadi pembahasan yang tidak ada habisnya. Ada yang bilang tidak boleh, ada juga yang bilang boleh. Duh, pusing kepala saya.

Boleh Tidaknya Penggunaan Gadget Pada Anak

Jadi sebenarnya boleh tidak anak menggunakan gadget? Ini menjadi awal pembukaan mengenai pembahasan tema “Raising Children In Digital Era,” yang dibawakan oleh Elizabeth T. Santosa, seorang psikolog, di acara Blogger Gathering SIS Bona Vista. Elizabeth yang sudah suka menjadi pembicara di berbagai seminar parenting dan juga aktif di Komnas Perlindungan Anak. 

Ditanya seperti itu para blogger rata-rata menjawab tidak boleh, yang malah membuat Elizabeth tertawa. Ternyata pemakaian gadget untuk anak zaman now itu diperbolehkan, asalkan diatur waktu penggunaannya, karena pada masa sekarang ini, anak tidak bisa lepas dari gadget. Padahal anak bisa pintar melalui gadget dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yang menunjang proses belajar dan juga kreativitas, seperti youtube. Bahkan anak kecil pun bisa belajar membaca dengan menggunakan gadget.
Sayangnya pada aplikasi-aplikasi itu ada juga yang tidak sesuai untuk anak, seperti Tik-Tok yang pernah diblokir oleh pemerintah karena ada fitur-fitur yang belum dipenuhi. Sehingga mengakibatkan berdampak buruk pada anak. Oleh karena itu menurut Elizabeth, pentingnya ditemani oleh orang tua saat menggunakan gadget, terutama untuk anak usia dini. Dan jangan lupa juga ada pembatasan waktunya, seperti pada hari Sabtu dan Minggu dengan jatah waktu sekitar dua jam. 

Dampak Gadget Pada Anak

Bagi anak, gadget tidak selalu berdampak negatif, tapi bisa juga positif. Dengan gadget pun anak bisa menyalurkan bakatnya untuk berbagi, bukan untuk ketergantungan. Orang tua harus melakukan supervisi atau pengawasan saat anak bermain di luar maupun bermain gadget. Elizabeth menceritakan tentang anaknya yang suka dengan Kpop, walaupun Elizabeth tidak suka, tetap saja membolehkan dengan syarat harus ditemani olehnya.

Melarang anak menggunakan gadget sangat tidak bijaksana menurut Elizabeth, karena memangnya zamannya sudah demikian. Karena itu anak tidak boleh ketergantungan dengan gadget, agar tetap bisa bersosialisasi dengan dunia luar. Seperti anak Mona Ratuliu, yang diberikan sanksi tidak mempunyai handphone selama satu tahun, setelah itu anaknya menjadi pribadi yang hangat dan mau memperhatikan kedua adiknya. Jadi ingat anak sendiri si bungsu, saat sudah addict dengan gadget, malah tantrum dan mengamuk hebat bila diambil gadgetnya.

Karakterisasi Anak Sekarang

Lalu selain gadget, apa sih yang membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan? Ternyata karakterisasi anak sekarang lebih baper alias bawa perasaaan alias lebih sensitif dibandingkan anak zaman dulu. Anak sekarang sudah terbiasa dengan berbagai fasilitas sehingga kadang menjadi manja, sehingga kurang daya juang dalam menginginkan sesuatu.

Menurut Elizabeth, membuat anak menunggu setiap menginginkan sesuatu maka akan lebih baik. Apalagi bisa membuat anak berjuang mendapatkannya dengan menabung. Selain itu orang tua juga bisa berpikir lebih panjang dalam memberikan sesuatu pada anak. Apakah berbahaya pada anak kecil bila dibelikan motor atau tidak? Sehingga jangan sampai, kasih sayang orang tua, malah membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak baik.

Tips Menjauhkan Anak Dari Gadget

Gadget tidak dipungkiri dapat membuat anak menjadi ketergantungan, seperti anak saya yang bungsu, pernah addict sama gadget. Lalu bagaimana sih, tips agar anak bisa dipisahkan dengan gadget? 
  • Tidak ada gadget dan tv dari Senin sampai Jumat sore. 
  • Menyediakan kertas dan pensil berwarna untuk coret-coretan. Atau mainan tradisional seperti congklak, bola bekel dan lain-lain di rumah.
  • Harus konsisten dalam memberikan sanksi
  • Membuat permainan kreatif untuk anak di rumah
  • Membiarkan anak mengamuk paling lama lima hari, karena kelamaan pasti anak akan terbiasa jauh dari gadget
  • Merubah mindset kalau Bunda yang baik, yang memberikan segalanya kepada anak
Begitulah caranya agar anak terhindar dari gadget. Sebagai orang tua, kita memang dituntut untuk memberikan pola asuh terbaik untuk anak. 

Pola Asuh Terbaik Saat Ini

Ternyata selain diasuh oleh ayah dan ibu, ada juga pola asuh bersama yaitu pola asuh yang tidak melibatkan hanya ayah dan ibu, tapi juga mertua misalnya. Kekompakan dalam mengasuh anak juga diperlukan peran kakek-nenek. Dengan melepaskan keegoan sebagai ibunya, kita bisa mendapatkan bantuan dalam mendidik anak. 
Children see, children do, karena itu perlunya kita merubah diri kita menjadi panutan yang baik. Tidak ada standar baku dalam mengasuh anak, bahkan Elizabeth sendiri pun masih trial dan error dalam mendidik serta mengasuh anak. 
Oleh karena itu, tidak ada salahnya orang tua terus belajar dalam ilmu parenting. Agar anak zaman now bisa tumbuh baik sesuai zamannya. 

Singapore Intercultural School

Setelah puas menerima penjelasan tentang membesarkan anak zaman now dari Elizabeth, kami diajak berkeliling Singapore Intercultural School, menyaksikan secara langsung metode belajar mengajar dan juga fasilitas di SIS Bona Vista. 

Bahasa utama yang digunakan di SIS, merupakan bahasa Inggris. 
Selain itu di kelas ada 24 siswa dengan satu guru, dimana asisten helper hanya diperbolehkan untuk kelas satu. Biasalah anak-anak biasanya agak ribet di tahun pertama SD. Selain itu ada sistem grouping sehingga anak bisa berkolaborasi dengan temannya. 
Secara garis besar, banyak fasilitas yang mensupport anak dalam belajar dan mengembangkan diri di SIS. Dan yang paling penting dalam soal keamanan ada CCTV dan juga penetapan kartu jemputan, setiap menjemput anak pulang sekolah. 
Nah bagi yang penasaran mau mendaftarkan anaknya di SIS, bisa hadir di Open House pada Sabtu, 15 September jam 09.00 sampai 11.30 WIB. Yuk langsung datang ke Singapore Intercultural School !

1 thought on “Jangan Larang Anak Menggunakan Gadget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *