Ovianty

Perlunya Mengembangkan Diri Bagi Ibu Rumah Tangga

Menjadi seorang istri itu tidak mudah apalagi setelah mempunyai banyak anak yang masih kecil-kecil. Jangankan bersolek, untuk makan dan minum saja kadang suka lupa, dan bila sakitpun masih harus merawat anak, karena tidak ada yang bantu. 

Sekarang ini saya banyak sekali membaca dan mendengar cerita tentang pelakor. Dimana-mana banyak yang mengeluh dengan datangnya pelakor. Bahkan banyak teman perempuan yang menjadi single parent, karena suaminya tergoda dengan pelakor.

Kenapa Laki-laki Bisa Selingkuh

Sebenarnya apa sih yang  membuat laki-laki begitu banyak tergoda dengan pelakor? Kenapa bisa dengan sebegitu mudah meninggalkan anak dan istri, tanpa merasa kasihan sedikit pun, dan memeluk perempuan lain. Padahal kalau dipikir, istri dan pelakor itu sama-sama wanita yang (maaf) sama-sama mempunyai payudara dan vagina. 
Kita biasa mendengar ungkapan dari laki-laki, “Biasa makan nasi bosan, kadang mau makan lontong, mie ayam dan lain-lain.” Nah, ini intinya laki-laki itu bosan dengan istrinya. Laki-laki butuh tantangan, apalagi yang sedang mengalami puber kedua di usia 40-an. Biasanya fase ini laki-laki merasa muda lagi dan bergairah. Tanda-tandanya bisa dilihat dengan tubuhnya yang lebih dirawat, penampilan yang makin rapi dan mulai menggunakan produk perawatan tubuh. 

Saat Istri Hanya Bisa Pasrah

Tapi kalau ditanyakan ke istri, apa tidak bosan juga? Bangetlah, pasti jawaban istri. Apalagi yang istrinya cuma menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak, tidak dikasih uang tambahan untuk jalan-jalan, shopping dan reunian sama teman-teman. Stress pastinya. Biasanya dulu pas muda kerja, bisa jalan-jalan dan banyak uang. Sekarang cuma bisa nonton televisi dan makan sebagai hiburan. Akhirnya badan makin lebar, dan muka makin kusam, belum lagi tambah kerutan karena uang belanjaan kurang. 

Hanya perempuan itu terbiasa pasrah, entah karena didikan adat timur, didikan agama atau karena sudah cetakan dari sananya. Apalagi perempuan Indonesia, terbilang sangat kuat untuk menjadi single parents. Walaupun bercerai, tapi masih menjaga anak-anak dengan baik. Sedangkan laki-laki banyak yang sudah bercerai, tidak peduli dengan anak, bahkan memberikan nafkah bulanan saja tidak mau. Parah memang laki-laki, giliran sudah tua dan sakit-sakitan baru mencari anak dan mengaku-aku sebagai ayah kandung, biar anaknya mau merawat dia. Duhh..
Perempuan bisa hidup tanpa suami, dengan alasan menghidupi anak, tapi laki-laki jarang begitu. Karena memang perempuan Indonesia rata-rata sifatnya menerima, walau sekarang sudah ada beberapa perempuan yang mengalami depresi ditinggal suami, dan menyakiti bahkan membunuh anak kandung sendiri. 

Perempuan Harus Berkembang

Hidup itu tidak bisa stagnan, duduk dan menunggu. Perempuan pun harus berkembang, mencari jati dirinya. Menjadi ibu rumah tangga sih oke saja, tapi jangan lupa untuk mengembangkan diri. Alhamdulillahnya lagi, bila dari hasil mengembangkan diri, perempuan bisa menghasilkan uang juga minimal buat beli kosmetik dan pergi ke salon.

Enak sih kalau suami tetap setia dan cinta pada istrinya, tapi ada juga suami yang tiba-tiba berubah. Karena itu perempuan perlu punya kemampuan, selain menjadi istri dan ibu yang baik. Setidaknya dari pengembangan diri itu, perempuan punya kebanggaan akan dirinya, kalau ia masih bisa menghasilkan sesuatu. Lalu pengembangan diri apa saja yang bisa dilakukan oleh perempuan di rumah? 
  • Menulis, ini yang saya lakukan sekarang. Supaya tidak terlalu jenuh dengan rutinitas sebagai ibu dan istri. Dan alhamdulillah, menulis sekarang bisa menghasilkan uang yang bisa saya pakai untuk kebutuhan pribadi.
  • Memasak, nah yang ini bisa dilakukan juga. Selain masak enak buat keluarga, tidak ada salahnya hasil masakan difoto atau direkam, lalu diposting ke media sosial. Selain itu motivasi buat diri sendiri, bisa membuka peluang menjadi Foodgram atau koki.
  • Membuat kerajinan. Yang ini hasil kerajinannya bisa dipakai sendiri, atau dijual. Bisa juga membuat video tutorial yang diposting ke media sosial, atau malah membuat buku kerajinan
  • Mendekorasi rumah. Siapa bilang ini cuma remeh temeh, bisa menjadi peluang juga lho. Dengan mendekorasi rumah secara apik dan indah, kita bisa membagikan tips dan solusi buat ibu-ibu lainnya. Malah bisa membuat buku tutorialnya atau menjadi konsultan dekor. 
  • Dan lain-lain
Di atas itu contoh bagaimana caranya mengembangkan diri dari rumah. Banyak hal lho yang bisa perempuan lakukan. Jangan sampai saat suami tiba-tiba terjerat pelakor, kita merasa hidup berakhir. Padahal setiap orang yang lahir mempunyai potensi yang bisa dikembangkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *