Ovianty

Pentingnya Pembentukan Prilaku Dan Psikis Anak

Menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Setiap orang tua harus belajar bagaimana menjadi teladan bagi anaknya. Tidak mudah memang, tapi orang tua bisa mulai mempraktekkannya kapan pun, tanpa ada kata terlambat.

Anak adalah titipan dari Allah SWT. Tapi sayang, kadang orang tua yang dititipkan anak, tidak dapat melaksanakan amanah ini dengan baik. Anak tumbuh besar tanpa ada kontrol dan teladan yang baik dari orang tua, sehingga menjadi pribadi yang istilahnya ‘semau gue’, tanpa memperhatikan norma dan etika di masyarakat serta agama.
Atau tumbuh menjadi pribadi yang selalu bergantung pada orang tua, tidak siap dengan tantangan zaman, selalu mengharapkan orang tua menjadi penolongnya. Istilahnya ‘anak mami’, dan tidak bisa menjadi pribadi mandiri.
Saya pernah menahan ketawa saat tetangga saya curhat, menceritakan bingung mau menjaga ibunya yang bed rest di rumah, tapi harus mengantarkan anak laki-lakinya mendaftarkan sidang skripsi. Saya diam saja, walaupun dalam hati saya bingung kenapa anaknya yang mau skripsi S1 masih diantarkan orang tua untuk daftar, bukannya bisa sendiri?
Biasanya kalau mau sidang, anak itu sudah berusia 22-23 tahun, seperti saya dulu. Bahkan anak 22 tahun, sudah dianggap dewasa dalam hukum Indonesia, malah sudah ada yang sudah menikah. Bagaimana melamar kerja, kalau sudah lulus kuliah?

Become A Parents Is A Journey 

Menjadi orang tua bagaikan sebuah perjalanan. Tidak ada yang bisa tiba-tiba menjadi orang tua teladan, kita harus banyak belajar dari teori dan pengalaman. Terutama orang tua baru, yang masih banyak tidak siap menjadi orang tua. Banyak kasus, dimana pasangan suami istri yang baru menikah, tiba-tiba istrinya hamil dan melahirkan, tapi suaminya malah lepas tangan, dan menyerahkan semua urusan anak pada istri, sehingga istri depresi. Apalagi saat anak lahir, istri kena sindrom baby blues, bisa berujung mengancam keselamatan si bayi dan ibunya.

Sekarang ini banyak sekali buku-buku parenting beredar di toko. Artikel-artikel tentang parenting di intenet, baik media online maupun website pribadi. Setiap orang tua harus tahu bagaimana menjadi orang tua yang baik.

Padahal bila menengok masa lalu kita dulu, tidak semua orang tua yang dulunya juga seorang anak, mendapatkan pengasuhan yang baik. Banyak hal yang saya dapatkan saat kecil dari orang tua saya pun, yang sangat tidak ideal bila dibandingkan dengan ilmu parenting yang saya pelajari. Karena itu diperlukan tekad kuat dari setiap orang tua, termasuk saya dan suami untuk mengajarkan banyak hal baik kepada anak. 

Menjadi orang tua memang tidak bisa menerapkan hal secara instant pada anak, dengan mengharapkan anaknya bisa menjadi anak yang baik, hanya dalam waktu sekejab. Orang tua memerlukan proses waktu dalam mengasuh, mengajar dan mendidik anak. Belajar dari kesalahan sendiri, bagaimana menjadi panutan positif buat anak.

Tipe Orang Tua Seperti Apa Kamu? 

Sebelum mulai menyalahkan perilaku anak yang kurang baik. Lebih baik kita menilai diri kita sendiri, sebelum menuntut anak menjadi anak yang ideal, kita harus menjadi orang tua yang ideal dulu. Kenapa? Karena anak pastinya akan meniru perilaku orang tuanya, bukan apa yang diajarkan oleh orang tua.

Children learns more from what you ARE that what you TEACH, -W.E.B. Dubois. Dede Faltot Ritman-

Orang tua tidak bisa asal menyuruh, tanpa mempraktekkan terlebih dahulu. Karena orang tua merupakan teladan anaknya. Dan dalam menyuruh anak tidak hanya bisa sehari tapi berhari-hari, sampai bertahun-tahun. Seperti sholat dan puasa dalam agama Islam, bila orang tuanya tidak menjalankan ibadah sholat dan puasa, bagaimana anaknya mau sholat dan puasa? Salah besar kalau orang tua hanya menyuruh anaknya melakukan ‘A’, tapi orang tuanya malah berbuat ‘W’. Jadi pada intinya anak dalam meneladani orang tua  bukan mendengar tapi melihat langsung perilaku orang tua.

Sebelum menjudge anak tidak baik, orang tua harus bercermin pada diri sendiri dulu. Sudah menjadi baik atau belum? Apakah kita termasuk orang tua yang memberikan panutan positif pada anak, orang tua yang pemarah, orang tua yang penuntut, orang tua yang pasif, atau orang tua yang otoriter?

Dengan menyadari kita tipe orang tua seperti apa. Kita dapat memperbaiki diri, dan mulai belajar dari kesalahan. 



Halodoc Menyambut Hari Anak Dengan Talkshow

Mengingat pentingnya kesehatan psikis anak, Halodoc mengadakan talkshow pada tanggal 31 Juli, hari Jumat di Paradigma Cafe Jakarta, yang dihadiri para ibu-ibu. Di acara ini, hadir Dr. Tjhin Wiguna Sp. KJ, seorang psikiater spesialis anak dan remaja di RSCM.

Berdasarkan pengalamannya selama ini, Dr. Tjhin mengatakan mayoritas anak  juga menganggap bahwa orang tua adalah panutan paling penting. Anak tanpa sadar selalu meniru orang tuanya. Pertanyaannya, “Apakah orang tua sadar akan hal ini?”
Rata-rata orang tua tidak menganggap dirinya sebagai panutan anak, malah banyak yang mengalihkan tugasnya sebagai orang tua ke orang lain. Beratnya beban pekerjaan, kadang membuat orang tua jauh dari anak, dan mencari cara lain untuk mengusir kejenuhan. Bermain games dan memegang handphone di rumah setelah lelah bekerja, tanpa mau meluangkan waktu dengan anak. 
Sehingga anak ikutan meniru dengan menghabiskan waktu bermain games dan handphone. Sehingga tidak jarang anak menemukan banyak kesenangan di handphone, apalagi yang dilengkapi dengan jaringan internet. Anak bisa mencari teladan yang lain seperti selebriti, selebgram, youtuber dan lain-lain.
Hal ini yang ditulis oleh Harian The Times 
di Amerika, yang melaporkan Peningkatan Budaya Selebriti dan melemahnya hubungan antara keluarga, menurunkan nilai moral dalam anak. 
Ada kasus yang pernah terjadi di Amerika, dimana seorang gadis sangat mengidolakan penyanyi muda yaitu Justin Bieber, tapi malah diolok-olok oleh Justin sehingga gadis muda itu depresi dan bunuh diri.
Menurut Dr. Thjin yang paling penting, orang tua bisa menjadi panutan yang baik dan positif bagi anak. Oleh karena itu diperlukan 3A dalam mendidik anak yaitu : 
  1. Asah: Mengasah kemampuan dan minat bakat anak dengan berbagai stimulasi
  2. Asih : Mengasihi dan menyayangi anak sepenuh hati
  3. Asuh: Mengasuh anak dengan memenuhi segala kebutuhannya. Bukan keinginan, karena keinginan beda dengan kebutuhan.
Tidak mudah menjadi orang tua, bila orang tua tidak siap menjadi orang tua, berarti tidak bisa menjaga titipan dari Allah dengan baik.

Halodoc Aplikasi Kesehatan

Maraknya dunia online sekarang tidak hanya memberikan kemudahan dalam berbelanja, tapi juga bidang kesehatan seperti aplikasi Halodoc.
Untuk mendownloadnya sangat mudah, tinggal download di Play Store. Saya menganggap Halodoc sebagai solusi kesehatan, hanya dengan menggunakan jempol. Di Halodoc ini hebatnya kita bisa menggunakan 3 layanan yang kita butuhkan, yaitu :
  1. Apotik antar
  2. Hubungi dokter
  3. Lab Service

Apotik Antar
Ini merupakan layanan pesan obat secara online, nanti obat akan dikirim melalui ojek online. Untuk menebus resep pun bisa dengan asuransi yang sudah bekerjasama dengan Halodoc, seperti Allianz. Sayang Axe Mandiri, asuransi keluarga saya belum ikutan. 

Hubungi Dokter 

Ini layanan yang paling saya suka, soalnya serasa mempunyai dokter pribadi. Bisa milih dokter, chat dan langsung dibales sama dokternya. Alhamdulillahnya lagi, tarif dokternya pada free, hehe.. Hemat banget ya, kalau berobat kan mahal, belum lagi ribet pas anak sakit. Kebetulan anak saya sakit demam, plus batuk pilek. Dan disarankan oleh dokternya untuk minum triaminic 3 kali 1 sendok teh. Tempranya yang sudah saya minumkan saat demam, tetap dianjurkan dikasih. Plus vitamin, air putih dan makanan bergizi. 
                    
                                            
Lab Service 
Kalau yang ini bisa buat melakukan pengecekan kesehatan seperti diabetes, ginjal, anemia dan lain-lain di rumah dengan menggunakan tenaga kesehatan profesional, bayarnya juga bisa di tempat lho, enaknya. 

Jadi dengan Halodoc, sangat membantu saya dalam menjaga kesehatan pribadi dan keluarga, alhamdulillah.
Kalau kamu sudah download Halodoc belum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *